MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 18 Oktober 2018 00:14
Polemik Kinibalu
Pengadilan Kabulkan Permohonan DPUPR

Soal Pembangunan Masjid di Kinibalu, Pemkot Diminta Segera Keluarkan IMB

DILANJUTKAN: Proyek masjid di lapangan Kinibalu ini akan terus berlanjut. Sebab PTUN Samarinda telah memerintahkan pemkot segera menerbitkan IMB.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO,  

SAMARINDA – Sengketa pembangunan masjid di lapangan Kinibalu akhirnya menemui titik terang. Dalam gugatan yang diajukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda, majelis hakim mengabulkan seluruh tuntutan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kaltim, Rabu (17/10) kemarin.

Merujuk pada putusan bernomor 9/P/FP/2018/PTUN.SMD tersebut, pihak termohon yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda diminta menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) masjid yang diinisiasi Pemprov Kaltim itu.

“Majelis hakim memutuskan mengabulkan seluruh tuntutan pemohon dan segera menerbitkan IMB pembangunan masjid di lapangan  Kinibalu. Apabila dalam batas waktu yang ditentukan pihak termohon (DPMPTSP, Red.) tidak bisa memenuhi putusan pengadilan, maka akan diberikan hukuman berupa uang paksa sebesar Rp 2,5 juta per hari. Keterlambatan penerbitan IMB itu terhitung sejak putusan ini dikeluarkan dalam masa lima hari kerja,” ujar Ketua Majelis Hakim, Dedi Wisudawan Hamadi, Rabu (17/10) kemarin.

Terpisah, Kuasa Hukum Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Asran Yunisran mengatakan, dengan adanya putusan tersebut pihaknya harus menerbitkan IMB untuk proyek di lapangan Kinibalu. Karena wali kota menghormati putusan pengadilan.

“Setelah mendapat putusan itu, kami akan tunjukkan dulu kepada wali kota. Tapi kalau masyarakat masih keberatan sebagaimana sidang pembuktian terdahulu. Ada kesempatan untuk mengajukan gugatan tersendiri. Tapi bukan gugatan di sini. Karena tidak diperkenankan mengintervensi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, secara aturan putusan tersebut bersifat final dan mengikat. Artinya tidak ada kasasi dan banding. “Interpretasinya kalau tidak ada banding berarti hari ini sudah inkrah. Sehingga besok IMB harus diterbitkan. Untuk itu saya masih menunggu putusan diberikan oleh panitera. Agar bisa di-review lebih mendalam.” tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum warga di Kelurahan Bugis dan Kelurahan Jawa, Yotok Setiawan belum dapat memberikan komentar terkait putusan yang dikeluarkan PTUN Samarinda. “Saya coba komunikasikan dulu dengan yang lain,” katanya.

Sebelumnya, proyek yang memakan anggaran provinsi senilai Rp 64 miliar itu mendapatkan penolakan dari warga sekitar. Pasalnya, proyek dijalankan tanpa disertai IMB dari Pemkot Samarinda.

Selasa (9/10) lalu, Metro Samarinda mencoba membuktikan validitas penolakan warga. Caranya, dilakukan jajak pendapat pada masyarakat di RT 07 Kelurahan Bugis dan RT 09 serta RT 11 Kelurahan Jawa.

Media ini mengambil sampel 50 orang dari penduduk yang tinggal di jarak sekira 50 meter hingga 200 meter dari proyek yang dibangun dengan anggaran senilai Rp 64 miliar itu. Kepada responden, diberikan tiga pilihan jawaban. Antara lain setuju dengan pembangunan masjid, tidak setuju, dan tidak tahu.

Hasilnya, tidak semua warga menolak pembangunan masjid di lapangan tersebut. Sebanyak 4 persen warga setuju dengan adanya rumah ibadah umat Islam yang dibangun Pemprov Kaltim itu. Kemudian 24 persen lainnya mengaku tidak tahu.

Sedangkan mayoritas responden yang dimintai pendapat secara langsung itu menolak proyek yang diinisiasi mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak tersebut. Dari catatan media ini, terdapat 72 persen warga yang menolak adanya proyek di lapangan Kinibalu.

Mayoritas warga yang menolak beralasan,  proyek masjid sejatinya diperlukan masyarakat. Namun lokasi yang dipilih Pemprov Kaltim dinilai kurang tepat. Pasalnya, lapangan tersebut satu-satunya lokasi yang digunakan warga sekitar untuk olahraga.

Selain itu, lapangan itu dinilai bersejarah bagi warga sekitar. Sudah puluhan generasi yang menggunakan lapangan itu. Bahkan telah melahirkan banyak atlet yang bersinar di kancah daerah dan nasional. (*/dev/*/um/drh)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 19:11

Alphad Masuk Meja Kejari

  SAMARINDA – Kasus hukum yang menjerat Ketua DPRD Samarinda…

Sabtu, 17 November 2018 19:10

Pemda Diminta Segera Obati Agustania

“Kalau sudah seperti ini, ditangani dulu di rumah sakit. Karena…

Sabtu, 17 November 2018 19:07

Regulasi Lemah, Hak Buruh Dipertaruhkan

SAMARINDA – Perlindungan terhadap hak-hak para buruh dan pekerja di…

Sabtu, 17 November 2018 19:04

Harga Cabai Merangkak Naik

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda harus rela merogoh kocek sedikit lebih…

Sabtu, 17 November 2018 19:03

Perbaikan Traffic Light Hanya Sasar Beberapa Titik

SAMARINDA – Rusaknya traffic light atau lampu lalu lintas di…

Jumat, 16 November 2018 20:46

Potensi Kerugian Rp 1,3 Triliun

SAMARINDA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama kementerian perhubungan dan…

Jumat, 16 November 2018 20:45

Diguyur Hujan, Jalan KS Tubun Amblas

SAMARINDA – Warga Jalan KS Tubun, Gang Jabal Noor 2,…

Jumat, 16 November 2018 20:44

Kukar Terancam Tak Bisa Kelola PI Blok Mahakam

SAMARINDA - Tahun 2019, Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) terancam tak…

Kamis, 15 November 2018 19:07

APT Pranoto Butuh Rp 20 Miliar

  SAMARINDA - Meski bakal melayani rute penerbangan nasional pada…

Kamis, 15 November 2018 19:04
Blok Mahakam

KRK Kecewa dengan Sikap Isran

  SAMARINDA - Koalisi Rakyat Kukar (KRK) yang berasal dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .