MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 19 Oktober 2018 18:56
PT AE Diduga Gelapkan Uang Karyawan

Setiap Gajian Dipotong Rp 400 – Rp 1,7 Juta

AKSI MOGOK KERJA: Karyawan AE melakukan aksi mogok kerja dan menuntut serta mempertanyakan keganjilan yang dilakukan perusahaan. (Binsar For Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA - Perusahaan PT Anugerah Energytama yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Bengalon, diduga menggelapkan uang karyawan.

Atas dugaan tersebut, perusahaan ini didemo karyawannya sendiri. Sedikitnya ada tiga sebab terjadinya aksi damai tersebut. Pertama, masalah keterlambatan upah, pemotongan gaji secara ilegal, dan larangan berserikat. Dari data sementara ini, sedikitnya 80 buruh yang dirugikan.

Binsar Ritongah, Koordinator Wilayah Kaltim Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (Serbundo) mengatakan, yang paling disoal ialah masalah pemotongan gaji tanpa sepengetahuan buruh. Pemotongan gaji pun terbilang berlebihan. Berkisar antara Rp 400-Rp 1,7 juta.

Tidak diketahui pasti pemotongan tersebut. Pasalnya, pihak perusahaan tak terbuka. Terkesan menutupi. Padahal, gaji tersebut merupakan hak karyawan. Seharusnya karyawan mengetahui semua gaji yang dipotong untuk keperluan apa.

"Kalau gaji dipotong sudah empat bulanan ini. Kalau keterlambatan gajian sudah enam bulanan. Kami juga tak memiliki slip gaji," jelas Binsar.

Atas masalah ini, Binsar melaporkan perusahaan kepada Polda. Laporan terkait dugaan penggelapan uang karyawan. Kemudian, perusahaan juga dilaporkan kepada Disnaker Kutim. Yakni tentang keterlambatan upah, pemotongan gaji, dan larangan berserikat.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan perusahaan. Tetapi mereka tak pernah transparan. Tidak berikan alasan dan solusi. Makanya kami langsung laporkan saja ke Polda dan Disnaker," kata Binsar.

Sementara itu Koordinator Aksi, Maksimus Hambur selaku Ketua Serikat Buruh Perkebunan Indonesia Pengurus basis PT AE di estate gunung kudung membenarkan, jika telah dilakukan aksi demontrasi di depan kantor Manajemen PT AE GKOE.

Demo dilakukan terkait adanya pemotongan gaji buruh, keterlambatan upah, dan tidak pernah adanya slip gaji diberikan oleh pihak manajemen ketika buruh menerima gaji. Sehingga uang yang mereka terima mengalami pemotongan yang mereka tidak ketahui perinciannya.

Maksimus menjelaskan bahwa pemotongan terjadi mulai Rp 400 rupiah-Rp1,7 juta per orang.

"Alasan pihak manajemen bahwa, pemotongan tersebut dilakukan karena sistem komputer mereka yang rusak dan itu merupakan perintah dari manajemen pusat yang ada di Jakarta," kata Hambur.

Pihak manajemen pernah melakukan dialog terbuka dengan pengurus serikat buruh perkebunan Indonesia dimulai pukul 03.20 wita kemarin.

Yang hadir dalam dialog tersebut mewakili pihak manajemen ialah  Fuji Hidayat selaku manajer GKOE, Maruli KTU, Joni Parulian dari CCS, dan pihak pekerja diwakilkan oleh Maksimus Hambur, Darwis, dan Andis.

Sebelumnya, pihak perusahaan tidak mau menemui buruh. Ketika pihak aparat kepolisian datang sebanyak 4 orang, baru pihak manajemen berani menemui perwakilan buruh yang dialognya dilakukan di depan kantor GKOE PT Anugerah Energytama.

Maksimus juga menyampaikan, pihak manajemen tidak mau bertanggung jawab terkait pemotongan illegal tersebut. "Sebab katanya, itu merupakan perintah manajemen pusat di Jakarta," katanya.

Di akhir pertemuan, beberapa kesepakatan yang dihasilkan pihak manajemen dan buruh adalah segera  mengkoordinasikan soal pemotongan tersebut ke Jakarta.

"Mengenai slip gaji, pihak manajemen akan mengeluarkannya hanya untuk pekerja SKU, tetapi untuk BHL (buruh harian lepas) manajemen belum berani mengambil keputusan," pungkasnya. (dy)


BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 18:28

Bukan Rudal, Ternyata Mortir

  SANGATTA- Dugaan rudal yang ditemukan warga di Kanal 3…

Rabu, 21 November 2018 18:27
Info CPNS

SKB Bagi Pelamar yang Gagal

SANGATTA – Sebanyak 3.428 peserta yang mengikuti tes calon pegawai…

Rabu, 21 November 2018 18:25

Peternak Dapat 219 Ekor Sapi Brahman Cross

SANGATTA- Peternak sapi yang tergabung dalam 17 kelompok tani  di…

Selasa, 20 November 2018 18:38

Listrik Taman Bersemi Diduga Ilegal

SANGATTA – Listrik yang mengaliri Taman Bersemi (eks STQ) diduga…

Selasa, 20 November 2018 18:33
Pemilu 2019

Berharap Ada Keajaiban

SANGATTA- Rendahnya angka lulusan tes standar kompetensi dasar (SKD) calon…

Selasa, 20 November 2018 18:21

Siap Cetak Pelaut Berkompetensi Internasional

SANGATTA – SMKN 2 Sangatta Utara punya fasilitas baru. Bridge…

Senin, 19 November 2018 19:08

Kendaraan “Raksasa” Bebas Melintas

SANGATTA - Pemkab Kutim terus memberikan sosialisasi kepada para sopir …

Senin, 19 November 2018 19:07

Data Warga Miskin Masih Kacau

SANGATTA - Pemkab Kutim menyadari jika selama ini bantuan untuk…

Senin, 19 November 2018 19:03

Klaim Sampah di Sungai Berkurang

SANGATTA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, mengklaim jumlah sampah…

Senin, 19 November 2018 19:02

Museum Ditarget di 2019

SANGATTA – Meski memiliki situs budaya dan ratusan gua, ironisnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .