MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 21 Oktober 2018 00:21
Harga Sayur Berangsur Turun

Pedagang Sebut Pasokan dari Palu Mulai Berdatangan

MULAI TURUN HARGA: Harga beberapa komoditas sayur masih belum kembali seperti semula kendati sebagian mengalami penurunan.(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Pascagempa disertai tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah membuat harga komoditas pangan seperti sayur-sayuran melonjak beberapa waktu lalu. Namun, sejak sepekan ini harganya mulai berangsur turun.

Randi, pedagang di Pasar Rawa Indah mengatakan, harga kubis per kilogramnya dijual Rp 12 ribu. Kondisi ini sangat kontras jika dilihat dua pekan lalu. Pasalnya, pedagang harus menjual per kilogramnya Rp 18 ribu.

“Harga jual kubis sekarang sudah mulai turun, tidak seperti beberapa waktu lalu,” kata Randi kepada Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.

Kondisi ini, diakibatkan masuknya pasokan dari Sulawesi Tengah. Komoditas tersebut pun telah terdistribusi ke pedagang di Bontang melalui transportasi jalur laut. “Sudah masuk pasokan dari Palu sehingga harganya berbeda,” ucapnya.

Sebelumnya, akibat bencana, pedagang terpaksa mengambil pasokan dari Surabaya dan Makassar. Meskipun secara kualitas memang kedua daerah tersebut lebih baik dibandingkan dari Palu. Akan tetapi konsumen kebanyakan membeli komoditas pangan yang termurah. Situasi demikian membuat pemasok dari kedua daerah menaikkan harganya.

Namun, Randi berharap agar harga kembali normal seperti sebelumnya. Di mana, per kilogramnya dijual Rp 10 ribu, di Pasar Rawa Indah. “Kalau bisa turun lagi harganya sampai Rp 10 ribu per kilogramnya,” tuturnya.

Senada, sawi putih juga mengalami penurunan harga. Semula per kilogramnya dijual Rp 18 ribu kini menjadi Rp 15 ribu. Begitu pula dengan labu siam, kini buah yang menyerupai alpukat ini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya atau turun sekira Rp 2 ribu.

Berbeda, harga wortel masih belum terjadi penurunan. Wortel yang kaya akan vitamin A ini dijual oleh pedagang seharga Rp 18 ribu. Padahal dua pekan lalu sebelum bencana, harga komoditas pangan tersebut berharga Rp 12 ribu per kilogramnya.

Randi menyebut masih tingginya harga wortel karena kelangkaan pasokan. Mengingat beberapa pemilik kebun di Palu belum mendistribusikan ke luar daerah, termasuk Bontang.

“Ini berbeda dengan lainnya, karena beda daerah. Sementara untuk wortel belum memberi pasokan ke Bontang,” pungkasnya. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 09:37

Sarana Pendidikan Masih Terbatas

BONTANG–Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat diperlukan. Fungsinya menunjang proses…

Rabu, 23 Januari 2019 09:25

Pemkot Bontang Bantah Banyak Pengangguran, Kata Wawali Cuma....

BONTANG–Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase membantah bahwa angka pengangguran…

Rabu, 23 Januari 2019 09:09

Tahap Kedua Dikucurkan Rp 12,5 Miliar

BONTANG–Pembangunan klinik rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berlanjut tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 09:07

KPU Coret Kasdi dari DCT

BONTANG–KPU Bontang mencoret caleg Partai NasDem Kasdi dari daftar calon…

Rabu, 23 Januari 2019 09:01

Demi Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan

BONTANG–Dua Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Bontang yakni…

Selasa, 22 Januari 2019 10:15

Fenomena Supermoon, Nelayan Tetap Melaut

BONTANG–Fenomena supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan pada bumi)…

Selasa, 22 Januari 2019 10:12

Kantor Kelurahan Tergenang, Kontraktor Bakal Dipanggil

BONTANG–Bangunan Kantor Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, telah berdiri…

Selasa, 22 Januari 2019 09:09

Batasi Penggunaan Smartphone

BONTANG–Smartphone atau telepon pintar, saat ini menjadi kebutuhan setiap orang.…

Selasa, 22 Januari 2019 09:03

Proyek Molor, Kontraktor Ditarget 20 Hari

BONTANG–Pembangunan dua lantai klinik rawat jalan RSUD Taman Husada belum…

Senin, 21 Januari 2019 11:53

Pajak Restoran Melonjak

BONTANG – Pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya bersumber dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*