MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 21 Oktober 2018 00:21
Harga Sayur Berangsur Turun

Pedagang Sebut Pasokan dari Palu Mulai Berdatangan

MULAI TURUN HARGA: Harga beberapa komoditas sayur masih belum kembali seperti semula kendati sebagian mengalami penurunan.(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Pascagempa disertai tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah membuat harga komoditas pangan seperti sayur-sayuran melonjak beberapa waktu lalu. Namun, sejak sepekan ini harganya mulai berangsur turun.

Randi, pedagang di Pasar Rawa Indah mengatakan, harga kubis per kilogramnya dijual Rp 12 ribu. Kondisi ini sangat kontras jika dilihat dua pekan lalu. Pasalnya, pedagang harus menjual per kilogramnya Rp 18 ribu.

“Harga jual kubis sekarang sudah mulai turun, tidak seperti beberapa waktu lalu,” kata Randi kepada Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.

Kondisi ini, diakibatkan masuknya pasokan dari Sulawesi Tengah. Komoditas tersebut pun telah terdistribusi ke pedagang di Bontang melalui transportasi jalur laut. “Sudah masuk pasokan dari Palu sehingga harganya berbeda,” ucapnya.

Sebelumnya, akibat bencana, pedagang terpaksa mengambil pasokan dari Surabaya dan Makassar. Meskipun secara kualitas memang kedua daerah tersebut lebih baik dibandingkan dari Palu. Akan tetapi konsumen kebanyakan membeli komoditas pangan yang termurah. Situasi demikian membuat pemasok dari kedua daerah menaikkan harganya.

Namun, Randi berharap agar harga kembali normal seperti sebelumnya. Di mana, per kilogramnya dijual Rp 10 ribu, di Pasar Rawa Indah. “Kalau bisa turun lagi harganya sampai Rp 10 ribu per kilogramnya,” tuturnya.

Senada, sawi putih juga mengalami penurunan harga. Semula per kilogramnya dijual Rp 18 ribu kini menjadi Rp 15 ribu. Begitu pula dengan labu siam, kini buah yang menyerupai alpukat ini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya atau turun sekira Rp 2 ribu.

Berbeda, harga wortel masih belum terjadi penurunan. Wortel yang kaya akan vitamin A ini dijual oleh pedagang seharga Rp 18 ribu. Padahal dua pekan lalu sebelum bencana, harga komoditas pangan tersebut berharga Rp 12 ribu per kilogramnya.

Randi menyebut masih tingginya harga wortel karena kelangkaan pasokan. Mengingat beberapa pemilik kebun di Palu belum mendistribusikan ke luar daerah, termasuk Bontang.

“Ini berbeda dengan lainnya, karena beda daerah. Sementara untuk wortel belum memberi pasokan ke Bontang,” pungkasnya. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 21 November 2018 19:43

Penanganan “Orang Gila” Rumit

BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup…

Rabu, 21 November 2018 19:36
Bontang City Carnival

Untuk Sukseskan BCC dan Antisipasi Kemacetan, Sat Lantas Lakukan Pengalihan Arus

BONTANG – Selama Bontang City Carnaval (BCC) 2018, rencananya Satuan…

Rabu, 21 November 2018 19:35
Pesta Laut

Sambut Pimpinan Daerah di Pesta Laut, Siapkan 12 Jenis Kue Khas Kutai

BONTANG – Sebanyak 12 jenis kue khas Kutai bakal disajikan…

Rabu, 21 November 2018 19:34

Pemkot Diminta Siapkan Perencanaan Matang

BONTANG – Potensi kenaikan harga jelang Natal dan tahun baru…

Selasa, 20 November 2018 19:32

Tegakkan Aturan, Bongkar Reklame Ilegal

  BONTANG – Pemkot Bontang tak henti menertibkan reklame yang…

Selasa, 20 November 2018 19:27

Pengidap HIV dan AIDS Menurun

BONTANG – Jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA selama setahun terakhir…

Selasa, 20 November 2018 19:24

Ini 16 Rekomendasi Bebas Banjir

BONTANG – Pansus Banjir DPRD menyelesaikan masa tugasnya. Pasalnya, Senin…

Senin, 19 November 2018 19:51

Gemetar Dapat Sepeda Motor

  GEMETAR dan terharu. Itulah ekspresi Fillia Afrida saat nomor…

Senin, 19 November 2018 19:49

Jalan Sehat Bontang Post Bertabur Hadiah

BONTANG – Ribuan masyarakat Kota Taman antusias mengikuti kegiatan Jalan…

Senin, 19 November 2018 19:47

Empat Tenaga Kerja Asing Ilegal Dipulangkan, Sebelumnya Kerja di PLTU di Bontang

BONTANG – Sebanyak empat tenaga kerja asing (TKA) ilegal di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .