MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 21 Oktober 2018 00:21
Harga Sayur Berangsur Turun

Pedagang Sebut Pasokan dari Palu Mulai Berdatangan

MULAI TURUN HARGA: Harga beberapa komoditas sayur masih belum kembali seperti semula kendati sebagian mengalami penurunan.(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Pascagempa disertai tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah membuat harga komoditas pangan seperti sayur-sayuran melonjak beberapa waktu lalu. Namun, sejak sepekan ini harganya mulai berangsur turun.

Randi, pedagang di Pasar Rawa Indah mengatakan, harga kubis per kilogramnya dijual Rp 12 ribu. Kondisi ini sangat kontras jika dilihat dua pekan lalu. Pasalnya, pedagang harus menjual per kilogramnya Rp 18 ribu.

“Harga jual kubis sekarang sudah mulai turun, tidak seperti beberapa waktu lalu,” kata Randi kepada Bontang Post, Sabtu (20/10) kemarin.

Kondisi ini, diakibatkan masuknya pasokan dari Sulawesi Tengah. Komoditas tersebut pun telah terdistribusi ke pedagang di Bontang melalui transportasi jalur laut. “Sudah masuk pasokan dari Palu sehingga harganya berbeda,” ucapnya.

Sebelumnya, akibat bencana, pedagang terpaksa mengambil pasokan dari Surabaya dan Makassar. Meskipun secara kualitas memang kedua daerah tersebut lebih baik dibandingkan dari Palu. Akan tetapi konsumen kebanyakan membeli komoditas pangan yang termurah. Situasi demikian membuat pemasok dari kedua daerah menaikkan harganya.

Namun, Randi berharap agar harga kembali normal seperti sebelumnya. Di mana, per kilogramnya dijual Rp 10 ribu, di Pasar Rawa Indah. “Kalau bisa turun lagi harganya sampai Rp 10 ribu per kilogramnya,” tuturnya.

Senada, sawi putih juga mengalami penurunan harga. Semula per kilogramnya dijual Rp 18 ribu kini menjadi Rp 15 ribu. Begitu pula dengan labu siam, kini buah yang menyerupai alpukat ini dijual Rp 10 ribu per kilogramnya atau turun sekira Rp 2 ribu.

Berbeda, harga wortel masih belum terjadi penurunan. Wortel yang kaya akan vitamin A ini dijual oleh pedagang seharga Rp 18 ribu. Padahal dua pekan lalu sebelum bencana, harga komoditas pangan tersebut berharga Rp 12 ribu per kilogramnya.

Randi menyebut masih tingginya harga wortel karena kelangkaan pasokan. Mengingat beberapa pemilik kebun di Palu belum mendistribusikan ke luar daerah, termasuk Bontang.

“Ini berbeda dengan lainnya, karena beda daerah. Sementara untuk wortel belum memberi pasokan ke Bontang,” pungkasnya. (ak)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 12:02

LOH KOK GITU..?? Kasus Dugaan Politik Uang Dihentikan

BONTANG – Bawaslu Bontang menyebut dugaan pelanggaran politik uang dengan…

Sabtu, 20 April 2019 12:00

Di Kota Ini, Partisipasi Pemilu Capai 80 Persen

BONTANG – KPU Bontang menyebut partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 mencapai…

Kamis, 18 April 2019 11:15

KASIHAN..!! Uang Konsumsi KPPS Belum Cair

BONTANG – Beban kerja berat dipikul oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan…

Kamis, 18 April 2019 11:13

Warga Sidrap Minta Masuk Bontang, Ini Kata Gubernur

BONTANG - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan kunjungan pemantauan pemilihan…

Kamis, 18 April 2019 11:12

Kupon Salon Kecantikan untuk Satu Paket Caleg

BONTANG – Temuan Bawaslu Bontang pada detik akhir jelang pemilihan,…

Rabu, 17 April 2019 11:50

Lampu Jalan Soekarno-Hatta Disorot Lagi

BONTANG – Gelap, itulah potret yang tersaji di Jalan Soekarno-Hatta,…

Rabu, 17 April 2019 11:49

Perusahaan Wajib Setor Uang Jaminan

BONTANG – Peraturan daerah (Perda) tentang alih daya dan rekrutmen…

Rabu, 17 April 2019 11:49

Voucher Makan dan Kupon Salon, Modus Baru Politik Uang

BONTANG – Detik-detik terakhir menuju hari Pemilu 2019, potensi pelanggaran…

Rabu, 17 April 2019 11:48

Lima TPS Dinilai Rawan oleh Kapolres

BONTANG - Sebanyak lima tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah…

Selasa, 16 April 2019 11:14

Lelang Tas dan Seragam Sekolah, Banjir Peserta

BONTANG – Lelang tender pengadaan perlengkapan sekolah berupa tas dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*