MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SOCIETY & LENSA

Selasa, 23 Oktober 2018 22:34
Tere Liye Sebar Virus Menulis di Lingkungan Pupuk Kaltim

Memperingati HUT ke-41 Pupuk Kaltim serta Bulan Bahasa

ABADIKAN MOMEN: Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Effendi (enam dari kiri) bersama jajaran manajemen Pupuk Kaltim, Ketua YPK Lola Karmeila (kerudung biru) beserta pengurus YPK berfoto bersama Tere Liye (lima dari kiri) saat talkshow, kemarin (23/10).(FAUZI/HUMAS PUPUK KALTIM)

PROKAL.CO,  

BONTANG - Dalam rangka memperingati HUT ke-41 Pupuk Kaltim serta peringatan Bulan Bahasa, Pupuk Kaltim bersama Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) menggelar talkshow dan workshop, selama dua hari. Mengundang penulis nasional, Tere Liye di Gor PKT Bontang, Selasa (23/10).

Menghadirkan Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Effendi beserta jajaranya, karyawan dan karyawati Pupuk Kaltim, guru serta siswa-siswi SD, SMP, SMA YPK, pengurus dan anggota Persatuan Istri Karyawan Pupuk Kaltim (PIKA PKT), serta sekolah maupun masyarakat yang ada di sekitar lingkungan Pupuk Kaltim.

Meizar Effendi dalam sambutannya menerangkan, kegiatan ini selain menyemarakkan HUT ke-41 Pupuk Kaltim dan memperingati Bulan Bahasa, sekaligus menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober mendatang. Seperti diketahui, Indonesia kaya dengan bahasa, lebih dari 600 bahasa daerah dengan keunikannya. Namun tetap dipersatukan dalam satu bahasa yakni Bahasa Indonesia.

"Kami ingin pada bulan ini menjadi satu titik balik bagi kita untuk lebih menghargai Bahasa Indonesia dan sastra. Saya berharap kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun. Baik talkshow maupun lomba-lomba yang terkait dengan bahasa. MIsalnya lomba cerita pendek (cerpen), puisi, drama, dan lainnya. Dalam rangka melestraikan bahasa kita," kata dia.    

Ia pun menyambut baik kedatangan penulis nasional, Tere Liye ke Bontang. Adapun maksud dan tujuan diadakannya talkshow ini guna memberikan sesuatu yang baru kepada anak-anak terutama generasi milenial. Pastinya cara bertutur zaman sekarang sudah berbeda dengan generasi sebelumnya (zaman dulu/old).

"Untuk itu kita merasa perlu mengundang Bung Tere Liye. Kita tahu, novel-novel beliau masih sangat terstruktur kosa kata dan Bahasa Indonesianya. Kita berharap juga, usai talkshow ini dapat melahirkan penulis-penulis baru yang berasal dari Kalimantan Timur (Kaltim)," harap dia.

Diharapkan, setelah ini budaya literasi dapat ditumbuhkan di sekolah-sekolah, utamanya di lingkungan sekolah YPK. "Semoga acara ini dapat memberikan berkah positif bagi kita semua dalam rangka Bulan Bahasa, melestarikan bahasa kita, serta menumbuhkan budaya literasi di lingkungan kita semua," tutup Meizar.

Setelahnya, Darwis yang akrab disapa Tere Liye mengambil alih talkshow yang dipandu Abdul Hakim sebagai moderator. Pria kelahiran Lahat, Sumatera Selatan, 21 Mei 1979 silam itu langsung menyapa seluruh penonton yang hadir di Gor PKT Bontang. Ia menjelaskan tujuan datang ke Bontang agar dapat menginspirasi kaum muda atau generasi zaman now untuk menjadi seorang penulis. 

Suami dari Riski Amelia dan ayah dari Abdullah Pasai ini mengisahkan sejak SD hingga SMP dirinya sudah menulis, di antaranya puisi, cerpen, dan jenis lainnya. Sementara, menginjak SMA, ia sudah mengisi (menulis) salah rubrik di koran lokal di wilayah Lampung. Meski menggemari dunia menulis, ternyata Tere Liye sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan berprofesi sebagai Akuntan.

Pada kesempatan itu, ia berbagi tips dan trik menjadi seorang penulis. Yakni menjadi penulis yang tahan banting, penuhi amunisi di kepala melalui banyak membaca buku, melakukan banyak perjalanan, dan banyak bertemu dengan orang. Serta dibutuhkan banyak latihan dan pastinya memiliki motivasi terbaik menjadi seorang penulis. Hingga 12 tahun perjalanan karirnya, Tere telah menghasilkan 32 buku dengan ragam genre.

"Motivasi saya menulis karena dapat berbagi kebahagiaan dengan banyak orang. Jika waktu menanam pohon itu adalah 20 tahun lalu maka hari ini mulailah untuk menanam bibit. Karena salah satu tanggung jawab kita adalah menanam pohon kehidupan bagi orang lain. Sama hanya jika ingin menjadi seorang penulis yang dapat menginspirasi banyak orang, mulailah dari saat ini," ajak dia. (ra/adv)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 21:58

Even Tingkatkan Retribusi Parkir

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> &ndash; Terjadinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*