MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 29 Oktober 2018 19:49
DUA TPA Tak Representatif Menampung Sampah

DLH: Kami Sedang dalam Kajian Mencari Tempat Baru

TAK REPRESENTATIF: TPA Bukit Pinang jadi salah satu TPA yang sudah tak representatif.(Prokal.co)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Meningkatnya jumlah penduduk di Kota Tepian menyebabkan produksi sampah juga kian bertambah. Namun, peningkatan produksi sampah ini tidak diiringi dengan perkembangan tempat pembuangan akhir (TPA).

Seperti TPA yang berada di Bukit Pinang, tak lagi mampu menampung seluruh sampah yang dihasilkan warga karena kerap overload. Sedangkan untuk menumpuk sampah di lokasi TPA ke dua, yang terletak di Sambutan pun tidak lagi memungkinkan. Karena lokasi yang harus melalui jalan tambang sehingga kerap tidak dapat disambangi ketika cuaca sedang tidak bersahabat.

Hal ini pun diakui Kepala Dinas Lingkugan Hidup (DLH) Samarinda, Nurrahmani. Namun, ia mengharapkan warga Kota Tepian tak terlalu khawatir karena saat ini pihaknya dalam tahap pengkajian mencari lokasi lain untuk dibuatkan TPA baru.

“Kajian perlu dilakukan untuk menghindari tersandung masalah administrasi yang tidak benar. Selain itu, tentunya kami juga melakukan format lain untuk mengurangi sampah plastik dengan membuat Perwali, hanya saja memang masih terkendala hal teknis,” tutur dia, kepada Metro Samarinda belum lama ini.

Mengenai tempat yang representatif tersebut, lanjut ida, wanita yang lebih akrab disapa Yama ini berkata, bahwa pihaknya telah menemukan satu tempat yang dinilai cocok dengan luas kurang lebih lima hektar. Nantinya penggarapan lahan tersebut akan menggandeng  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Hanya saja, ia memang belum dapat mengungkapkan lokasi tersebut lantaran proses di lapangan masih berjalan.

“Nanti saja, kalau tempatnya sudah pasti akan kami kabari. Saat ini kami sedang dalam tahap pembebasan lahan,” ujarnya.

Meski pembentukan TPA bersifat urgen, namun dalam prosesnya hal tersebut tidak memakan waktu yang sebentar. Apalagi, sampai saat ini lahan yang diincar DLH belum resmi di didapatkan.

“Proses kajiannya akan memakan waktu yang panjang. Bisa sampai bertahun-tahun,” ucapnya.

Kendati demikan, Yama berkata, hal tersebut tidak menjadi masalah. Setidaknya, saat ini pihaknya sudah bergerak untuk melakukan kajian. Bahkan ia berkata akan segera ke Surabaya untuk melakukan studi banding.

“Dalam waktu dekat saya akan berangkat. Setidaknya saat ini kami sudah mulai begerak. Sehingga, jika suatu hari hal ini menyebabkan masalah saya siap,” pungkas dia. (*/dev)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 18:27

Menengok Pedagang Sapi Tahunan di Kutim

<p style="text-align: justify;"><strong>SANGATTA &ndash;</strong> Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*