MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 31 Oktober 2018 19:23
Soal Pemberian Konverter Kit kepada Nelayan, DKP3 Bantah Pilih Kasih
DIPROTES: Bantuan konverter kit dari Kementerian ESDM kepada 113 nelayan dinilai masih kurang jika dibanding jumlah yang diajukan. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Pembagian paket bantuan konverter kit dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada 113 nelayan Bontang menimbulkan kecemburuan. Para nelayan yang tidak kebagian jatah mempertanyakan sistem pembagian.

Salah satu nelayan yang enggan namanya dikorankan menyebut, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), seharusnya melakukan klasifikasi nama-nama yang sudah sering mendapat bantuan. Sehingga tidak lagi diprioritaskan. 

“Kami tahu bantuan yang diberikan dari pusat juga terbatas. Tapi sebaiknya yang sudah sering dapat bantuan kalau bisa jangan diusulkan lagi. Biar semua nelayan merata pembagiannya. Tapi saya pribadi masih berharap bisa dapat, tahun depan. Saya juga telah mendaftarkan lagi ke dinas (DKP3, Red),” ucapnya.

Konverter kit yang diberikan Kementerian ESDM merupakan mesin yang bisa mengkonversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG).

Terpisah, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya DKP3 Syamsu Wardi membantah jika pihaknya pilih kasih. Dirinya menyebut, yang melakukan seleksi atau verifikasi calon penerima bantuan adalah dari Kementerian ESDM.

“Kami hanya memberikan data ke kementerian terkait dengan nelayan yang berminat saat itu,” jelasnya.

Dijelaskan Wardi, adanya wacana pemberian mesin konverter sejak 2016. Ada 320 nelayan yang terdaftar. Sebagian yang lain enggan menerima, karena takut mesin itu meledak. Pada 2017, atas instruksi Menteri ESDM Ignasius Jonan, bantuan yang harusnya diberikan kepada Bontang dialihkan ke Pangandaran. Mengingat wilayah tersebut terkena bencana.

Tahun ini, bantuan itu kembali diluncurkan. Tapi jumlahnya menyusut. Cuma 113 unit. Kementerian ESDM pun harus melakukan seleksi ulang. “Memang sempat ada wacana jatah Gorontalo akan diberikan ke Bontang, karena di sana menolak. Belakangan, Gorontalo kembali berminat, sehingga jatah Bontang tidak jadi bertambah,” ungkapnya.

Wardi juga menyampaikan, saat proses pendaftaran, banyak nelayan yang mengusulkan mesin 24 PK (paarden kracht/tenaga kuda) dan mesin 16 PK. Rupanya, barang yang dikirim Kementerian ESDM mesin 6,5 PK, 9 PK, DAN 12 PK. Nelayan yang mengusulkan di atas spesifikasi itu pun tidak terakomodasi.

“Namun intinya, nelayan-nelayan yang belum dapat bantuan kami dorong untuk mendaftar lagi. Sehingga harapannya, tahun depan bisa mendapatkan bantuan tersebut,” jelasnya.

Arif, salah satu nelayan yang mendapatkan bantuan, menyebut mesin meringankan beban nelayan kecil yang selama ini ketergantungan dengan BBM. Penggunaan bahan bakar, kata dia, jauh lebih hemat dibandingkan mesin sebelumnya.

“Semoga bantuan-bantuan lain untuk para nelayan bisa terus ada setiap tahunnya,” pungkasnya. (bbg)

Perbandingan BBM dan BBG

BBM                                                    BBG

Boros                                                  Lebih Hemat

Sering Langka                                    Mudah Didapat

Terdiri Satu Jenis BBM Saja             Memiliki Dua Bahan Bakar Alternatif

Sumber: Disarikan dari wawancara


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*