MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BESSAI BERINTA

Sabtu, 03 November 2018 19:24
Dapat Pasokan dari Kalsel, Harga Ayam Turun
PERSAINGAN DAGANG: Normalnya harga ayam membuat pedagang mulai kembali kebanjiran pembeli.(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG –Sempat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram, harga ayam potong kini sudah stabil. Di Pasar Telihan, Bontang Barat, ayam dijual Rp 35 ribu sampai Rp 55 ribu. Tergantung beratnya.

“Harga turun Rp 3 ribu tiap potongnya,” kata Sumarsih, salah satu pedagang ditemui Bontang Post di lapaknya, Jumat (11/2).

Merosotnya harga disebabkan ada pasokan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Semula, para pedagang mengambil dari pengepul yang ada di Bontang saja. Penurunan terjadi sejak empat hari yang lalu. “Jadi ada persaingan harga, sehingga pasti ada yang lebih murah,” ucapnya.

Harga dari pengepul pun beragam mulai Rp 21 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram. Nominal tersebut masih berupa ayam hidup.

Meski begitu, dia mengaku pembelinya cenderung menurun. Dia sempat menjual 400 potong per hari, tapi tahun ini hanya berkisar di angka 150. “Karena banyak pelanggan yang sudah bangkrut. Selain itu banyak orang Bontang yang sudah pergi ke luar daerah,” sebutnya.

Sementara di Pasar Rawa Indah, untuk ukuran 1,3 kilogram dijual Rp 38 ribu. Sedangkan berat 1,6 kilogram, dibanderol Rp 45 ribu.

Turunnya harga ayam diakui Angga, pedagang di Pasar Rawa Indah, membuat dagangannya ramai pembeli. Jika biasa menjual 50 potong, kini bisa 60 hingga 80 potong, terutama jika akhir pekan. “Tidak susah menjual, karena pelanggan saya sudah tetap,” ucap Angga. (ak)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 22:12

DPRD Belum Pernah Terima Laporan

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Walaupun sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*