MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 15 November 2018 18:49
Divonis Idap Kanker Payudara Stadium Empat, Biaya Pengobatan Hanya Berharap Uluran Tangan Sahabat

Kisah Perjuangan Hidup Agustania Melawan Penyakit Kanker

KANKER: Agustania terbaring lemah di atas kasur. Perempuan beranak satu ini sudah tujuh bulan tak bisa berjalan karena lumpuh. Penyakit kanker payudaranya sudah stadium empat. Dia telah lama ingin dioperasi. Tetapi terhalang karena keterbatasan biaya.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Selama tujuh bulan, Agustania (39), terbaring kaku di atas kasur kecil di rumahnya yang berlokasi di Gang PS Mandapa, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Penyakit itu efek lanjutan dari kanker payudara yang dideritanya sejak 2017 lalu.

UFQIL MUBIN, Samarinda

RABU (14/11) kemarin, Metro Samarinda berkesempatan melihat perempuan yang terbujur kaku itu di rumahnya yang jaraknya 300 meter dari kantor Desa Jembayan. Tubuhnya tak dapat bergerak karena seluruh tulangnya terasa sakit.

Hanya senyum kecil dan pandangan kosong yang nampak di raut wajahnya. Di bagian payudara kanannya, ada luka besar. Berwarna kemerah-merahan. Dulu, payudaranya berlubang. Menganga hingga dapat dimasukkan jari-jari tangan.

Dia didampingi saudara kandungnya, Ardiah (47). Perempuan yang acap menyuapkannya makanan, obat-obatan, mendampinginya mandi, hingga buang air besar dan kecil. Sudah dua tahun ini, dia hilir mudik memastikan adiknya dapat bertahan hidup di pembaringan.

Dengan mata berkaca, pada media ini dia berkisah, Agustania tinggal di rumah dengan tiga kamar bersama 11 anggota keluarga. Dulu, perempuan yang pernah dua kali menikah itu tinggal bersama anak dan suaminya.

Seiring berjalannya waktu, suami keduanya meninggalkannya sejak dia terserang kanker payudara. Sementara anaknya, NW (22), tinggal bersama suaminya.

“NW itu anak dari suami pertamanya. Nama suaminya dulu Firdaus. Meninggal tahun 1999. Setelah itu dia menikah lagi,” ungkapnya.

Agustania lahir sebagai anak ketiga. Ardiah adalah anak kedua. Sementara saudara yang lainnya, ada Lisnawati, Irnawati, dan Fitriani. Lima bersaudara itu semuanya perempuan.

“Kami yang bantu rawat dia. Kadang ada juga sepupu dan teman-teman dia yang bantu untuk beli obat,” sebutnya.

Hidup keluarga itu terbilang penuh getir. Ibu kandungnya yang tinggal tak jauh dari rumah Agustania, terserang penyakit lumpuh. Sementara sang ayah, bekerja sebagai penjaga masjid.

Ketika masih tinggal bersama suami keduanya, Agustania sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Suaminya bekerja di tambang batu bara. Di tangan laki-laki itu, segala kebutuhan hidupnya terpenuhi. Kini, dia tak berdaya. Suaminya menikah lagi semenjak dia tak dapat berjalan karena lumpuh.

Kartu jaminan kesehatan tak punya. Sehingga sulit mendapatkan pelayanan gratis dari program pemerintah. Ardiah menyebut, suami Agustania pernah memiliki kartu BPJS Kesehatan. Namun terputus seiring laki-laki yang kini telah memiliki istri muda itu tak lagi bekerja di tambang batu bara di Kecamatan Loa Kulu.

Tahun lalu, benjolan sebesar ibu jari orang dewasa muncul di payudara bagian kanan Agustania. Keluarga berusaha menyembuhkannya. Membawa perempuan malang itu ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Loa Kulu.

“Di Puskesmas, dikasih rujuk. Tiga kali ke sana. Disuruh operasi. Dia enggak mau operasi karena enggak ada biaya. Setelah itu, kami memilih berobat di kampung,” ucapnya.

Sebulan berlalu, penyakit menggerogoti tubuh Agustania. Benjolan membesar layaknya telur kampung. Melihat itu, keluarga berinisiatif mengobatinya dengan obat kampung.

“Pernah dikasih air untuk diminum. Sekalinya benjolan itu pecah. Terus ada lubang besar di situ. Bolong besar di payudaranya. Karena sudah besar, waktu itu mau dioperasi. Tetapi besoknya dia lumpuh. Enggak bisa jalan. Mulai lumpuhnya Februari 2018,” jelasnya.

Beberapa bulan berlalu, di payudara yang kanker itu membentuk lubang menganga. Sehingga bagian dalam tubuhnya dapat dilihat dengan mata telanjang. Pun demikian, tangan orang dewasa bisa memegang bagian terdalam dari tubuh perempuan yang bertubuh ringkih itu.

Ardiah menyebut, di awal tahun ini, kanker itu sempat mengeluarkan bau menyengat. Tetangga dapat mencium aroma tidak sedap dari penyakit yang dialami Agustania. Seluruh anggota keluarga merujuknya ke klinik terdekat. Dokter memberinya bubuk yang dapat ditaburi di sekitar lubang sebesar piring itu. Tak lama, bau itu mulai menghilang.

“Kami kasih tablet untuk minum. Untuk penahan nyeri. Dulu pernah berobat herbal dan alternatif. Dia juga minum air kunyit,” katanya.

Setiap tiga hari sekali, Ardiah harus menebus obat di klinik. Biaya yang dikeluarkan sekira Rp 150 ribu. Uang itu didapatkan dari saudara, keluarga, dan teman-teman Agustania.

“Itupun terasa berat. Kami pengin bawa ke rumah sakit. Tetapi uangnya enggak cukup. Untuk beli obat setiap tiga hari sekali saja harus kumpulkan uang dulu,” ucapnya.

Setelah dikasih obat secara rutin, lubang di payudara perempuan itu kian membaik. Namun tidak berarti rasa sakit di tubuhnya hilang.

“Dia susah tidur. Bernapas susah. Makan enggak terlalu banyak. Kalau banyak makan, sulit bernapas. Tidurnya kurang. Kadang enggak bisa tidur. Kalau kencing harus dibantu. Tangannya bengkak. Tangan kanannya itu yang lumpuh,” tuturnya.

Pemerintah di tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten, belum ada satupun yang mengambil langkah atas kanker payudara stadium empat yang dialami perempuan berkulit putih itu.

“Saya berharap pemerintah ikut membantu kami. Supaya adik saya bisa berobat di rumah sakit. Agar bisa sembuh,” harapnya. (**)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:20

Soal Proyek Ini, Isran Tunggu Keseriusan Rusia

SAMARINDA – Keseriusan dari Pemerintah Rusia kini benar-benar ditunggu Pemerintah…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:19

APBD Samarinda Diproyeksi Rp 2,7 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menaruh target besar untuk…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:18

Dishub Ramcek Semua Angkutan Umum

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim secara berkala mulai melakukan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:14

BI Waspadai Dampak Terhadap Inflasi

KENAIKAN harga tarif tiket pesawat memasuki libur natal dan tahun…

Jumat, 14 Desember 2018 19:13

Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar

  SAMARINDA – Libur natal dan tahun tahun baru benar-benar…

Jumat, 14 Desember 2018 19:09

2019, Tak Ada Proyek Baru

“Kalau proyek yang baru dan besar belum ada. Kita masih…

Kamis, 13 Desember 2018 18:40

BNN Bekuk Bandar Narkoba Sangatta

  SAMARINDA – Peredaran narkoba di wilayah Kaltim kian menghawatirkan.…

Kamis, 13 Desember 2018 18:38
Terkait Hasil Klarifikasi dan Pemeriksaan Seleksi KPU Kaltim

Timsel dan KPU RI “Adu” Hemat Bicara

SAMARINDA – Benang kusut seleksi penerimaan calon anggota komisoner KPU…

Rabu, 12 Desember 2018 19:34

Urai Banjir, Pemkot Bakal Duet dengan Pemprov

SAMARINDA – Penyelesaian masalah banjir di tahun 2019 akan mendapatkan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:33

Wagub Ingin Ada Laporan Berkala

SAMARINDA – Sebanyak 38 Inspektur Tambang dikumpulkan di kantor Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .