MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 19 November 2018 18:54
Kuantitasnya Lebih Banyak, Butuh Waktu Sebulan untuk Panen

Madu Lebah Klanceng Mulai Dibudidayakan di Sangatta Selatan

BUDIDAYA: Triyono saat memperlihatkan kotak berisi sarang madu lebah Klanceng.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Sejumlah warga di Sangatta Selatan mulai membudidayakan lebah Klanceng atau Kelulut (Trigona bee). Lebah yang satu ini belum banyak dilirik oleh peternak meski memiliki sejumlah kelebihan, terutama untuk kesehatan.

Triyono (33), warga Jalan KM 1 Sangatta Selatan merupakan salah seorang pembudidaya madu ini. Proses budidaya hewan berkoloni ini berawal dari rasa penasarannya saat menemukan salah satu sarang lebah Klanceng di kayu. Kala itu ia terkejut melihat madu yang cukup banyak, sehingga penasaran dan mencoba mengembangkannya dengan berbekal informasi dari kakak.

Dikisahkan, harga madu terbilang cukup mahal. Dirinya bisa menjual satu liter dengan kisaran Rp 600 ribu bahkan lebih. Hasil tersebut digunakannya untuk kembali memutar modal. Hal itu dikarenakan madu yang dihasilkan terbilang terbatas.

Triyono menjelaskan, ada sejumlah kendala yang dihadapinya dalam proses pembudidayaan. Kendala ini menurutnya harus menjadi perhatian khusus untuk menjamin kualitas super.

"Sebenarnya modal tidak terlalu mahal, hanya saja saat perawatan harus lebih perhatian. Supaya tidak gagal, kotak harus rajin dicek. Memastikan tidak ada semut, cicak atau laba-laba yang mengganggu," ujarnya saat disambangi di kediamannya belum lama ini.

Kata Triyono, lebah klanceng diyakini dapat menghasilkan lebih banyak madu ketimbang lebah biasa. Apalagi lebah yang satu ini tidak menyengat. Selain itu budidayanya pun tidak sulit dan konon hanya dibutuhkan waktu sekira satu bulan untuk bisa memanen madu yang diharapkan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan sejumlah jenis yang dibudidayanya. Seperti Itama yang dianggap berkualitas super di Kalimantan, dengan pot madunya lebih besar. Namun juga hal ini didukung oleh vegetasi penunjangnya. Seperti pohon kaliandra, bunga matahari, bunga AMP yang menjadi sumber makanan lebah.

"Penunjang di alam lebih banyak. Sehingga tidak banyak modal memberi makan. Sama juga dengan yang berjenis leavecep, fuscobalteata maupun terminata, hanya modal di awal saja," ungkap Triyono.

Menurut dia, pembudidayaan madu ini merupakan kali pertama di Sangatta Selatan. Triyono menyebut kegiatan yang digelutinya selama satu tahun terakhir ini akan ia kembangkan. Dengan mengajak sejumlah rekan, dirinya berencana membentuk kelompok tani guna menjadikan madu klanceng sebagai ciri khas dari Sangatta Selatan.

"Dari lebah ini, kami bisa menghasilkan madu itu sendiri, kemudian bipolen atau serbuk sarinya, dan juga propolis," bebernya.

Hanya saja, hingga saat ini Triyono mengaku belum berani untuk memproduksi dengan skala besar. Mengingat keuntungan yang diraupnya masih ia gunakan untuk memutar modal dan menambah aset.

"Saya memproduksi madu ini juga untuk kesehatan keluarga, tapi masih kecil-kecilan. Khasiatnya bagus sekali, bahkan pernah ada orang stroke, bisa sembuh dengan mengonsumsi madu ini dalam sebulanan," tuturnya.

Bagi Triyono sendiri, membudidayakan madu klanceng banyak manfaatnya. Tidak hanya satu segi, namun juga berdampak baik pada lingkungan rumah. "Karena kami juga harus menanam pepohonan untuk mendukung makan lebah. Ini juga sekaligus mempercantik lingkungan rumah," tutup dia. (*/la)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 19:24
Porprov Kaltim 2018

Ski Air Gondol Lima Emas

SANGATTA - Cabang Olahraga (Cabor) Ski Air Kutim mampu menyabet…

Rabu, 12 Desember 2018 19:22

Terlibat Narkoba, Polisi Dipecat

SANGATTA- Dalam waktu dekat, Polres Kutim kembali akan memecat anggotanya.…

Rabu, 12 Desember 2018 19:19

Digarap Mandiri, Nyaris Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

APA yang ada dibenak masyarakat mendengar nama Bali. Satu kata…

Selasa, 11 Desember 2018 18:00
Pemilu 2019

Diduga Langgar Asas Netralitas Pemilu, Bawaslu Tindak 2 ASN

SANGATTA- Dua ASN Kutim, terpaksa digelandang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)…

Selasa, 11 Desember 2018 17:56

Coffee Morning Sepi Pejabat

SANGATTA - Tidak seperti biasanya, rapat rutin coffee morning yang…

Senin, 10 Desember 2018 18:36
Sidrap

Terkait Isu Pengalihan Sidrap ke Bontang, Bupati Kutim Siap Dipanggil

SANGATTA - Bupati Kutim, Ismunandar tak ambil pusing terkait isu…

Senin, 10 Desember 2018 18:35

Harga Komoditas Pasar Menigkat, Ayam dan Telur Jadi Sorotan

SANGATTA - Sejumlah harga komoditas dan kebutuhan sehari-hari mulai meroket.…

Senin, 10 Desember 2018 18:35
Pilpres 2019

Aturan APK Bikin Bawaslu Jera

SANGATTA - Aturan mengenai fasilitasi kampanye diatur dalam Peraturan KPU…

Senin, 10 Desember 2018 18:34

Pelajar Berprestasi Dijadikan Bibit Unggul

SANGATTA - Dalam bidang olahraga, baik tingkat regional, nasional maupun…

Sabtu, 08 Desember 2018 18:39

Warga Ilegal Masuk Lewat Sandaran

SANGATTA – Kecamatan Sandaran dicurigai banyak terdapat warga ilegal atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .