MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 19 November 2018 18:54
Kuantitasnya Lebih Banyak, Butuh Waktu Sebulan untuk Panen

Madu Lebah Klanceng Mulai Dibudidayakan di Sangatta Selatan

BUDIDAYA: Triyono saat memperlihatkan kotak berisi sarang madu lebah Klanceng.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Sejumlah warga di Sangatta Selatan mulai membudidayakan lebah Klanceng atau Kelulut (Trigona bee). Lebah yang satu ini belum banyak dilirik oleh peternak meski memiliki sejumlah kelebihan, terutama untuk kesehatan.

Triyono (33), warga Jalan KM 1 Sangatta Selatan merupakan salah seorang pembudidaya madu ini. Proses budidaya hewan berkoloni ini berawal dari rasa penasarannya saat menemukan salah satu sarang lebah Klanceng di kayu. Kala itu ia terkejut melihat madu yang cukup banyak, sehingga penasaran dan mencoba mengembangkannya dengan berbekal informasi dari kakak.

Dikisahkan, harga madu terbilang cukup mahal. Dirinya bisa menjual satu liter dengan kisaran Rp 600 ribu bahkan lebih. Hasil tersebut digunakannya untuk kembali memutar modal. Hal itu dikarenakan madu yang dihasilkan terbilang terbatas.

Triyono menjelaskan, ada sejumlah kendala yang dihadapinya dalam proses pembudidayaan. Kendala ini menurutnya harus menjadi perhatian khusus untuk menjamin kualitas super.

"Sebenarnya modal tidak terlalu mahal, hanya saja saat perawatan harus lebih perhatian. Supaya tidak gagal, kotak harus rajin dicek. Memastikan tidak ada semut, cicak atau laba-laba yang mengganggu," ujarnya saat disambangi di kediamannya belum lama ini.

Kata Triyono, lebah klanceng diyakini dapat menghasilkan lebih banyak madu ketimbang lebah biasa. Apalagi lebah yang satu ini tidak menyengat. Selain itu budidayanya pun tidak sulit dan konon hanya dibutuhkan waktu sekira satu bulan untuk bisa memanen madu yang diharapkan.

Lebih lanjut, dia menjelaskan sejumlah jenis yang dibudidayanya. Seperti Itama yang dianggap berkualitas super di Kalimantan, dengan pot madunya lebih besar. Namun juga hal ini didukung oleh vegetasi penunjangnya. Seperti pohon kaliandra, bunga matahari, bunga AMP yang menjadi sumber makanan lebah.

"Penunjang di alam lebih banyak. Sehingga tidak banyak modal memberi makan. Sama juga dengan yang berjenis leavecep, fuscobalteata maupun terminata, hanya modal di awal saja," ungkap Triyono.

Menurut dia, pembudidayaan madu ini merupakan kali pertama di Sangatta Selatan. Triyono menyebut kegiatan yang digelutinya selama satu tahun terakhir ini akan ia kembangkan. Dengan mengajak sejumlah rekan, dirinya berencana membentuk kelompok tani guna menjadikan madu klanceng sebagai ciri khas dari Sangatta Selatan.

"Dari lebah ini, kami bisa menghasilkan madu itu sendiri, kemudian bipolen atau serbuk sarinya, dan juga propolis," bebernya.

Hanya saja, hingga saat ini Triyono mengaku belum berani untuk memproduksi dengan skala besar. Mengingat keuntungan yang diraupnya masih ia gunakan untuk memutar modal dan menambah aset.

"Saya memproduksi madu ini juga untuk kesehatan keluarga, tapi masih kecil-kecilan. Khasiatnya bagus sekali, bahkan pernah ada orang stroke, bisa sembuh dengan mengonsumsi madu ini dalam sebulanan," tuturnya.

Bagi Triyono sendiri, membudidayakan madu klanceng banyak manfaatnya. Tidak hanya satu segi, namun juga berdampak baik pada lingkungan rumah. "Karena kami juga harus menanam pepohonan untuk mendukung makan lebah. Ini juga sekaligus mempercantik lingkungan rumah," tutup dia. (*/la)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 11:46

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*