MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 19 November 2018 19:37
Lubang Tambang Kaltim Disorot KPK

Tak Ingin Ada Korban Lagi, ESDM Bakal Godok Pergub Pascatambang

MOMOK: Keberadaan bekas lubang tambang di sejumlah daerah di Kaltim menjadi momok bagi warga. Sebab, sudah ada banyak korban jiwa yang meninggal di tempat tersebut.(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memberikan sorotan tajam atas berbagai permasalahan lubang tambang di Kaltim. Apalagi dengan seiring bertambahnya korban jiwa yang jatuh di lubang sisa kegiatan pengerukan batu bara tersebut.

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir sudah ada 32 nyawa melayang di bekas lubang tambang di Kaltim, seperti di Kutai Kartanegara (Kukar), Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar).

Rentetan pristiwa naas itu terjadi kurun waktu 2012 hingga pada 4 November 2018. Ari Wahyu Utomo (13) salah seorang pelajar di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang salah satunya. Bocah malang itu ditemukan meninggal di lubang tambang yang diduga milik PT Bukit Baiduri Energi (BBE).

Kepala Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengakui, Ketua KPK Agus Rahardjo memang membahas keberadaan lubang tambang di Kaltim saat berkunjung ke Samarinda, Jumat (16/11) lalu.

“Kami membahas 32 korban yang meninggal (di bekas lubang tambang, Red.).  Nanti akan ada pertemuan khusus dengan KPK membahas masalah itu. Karena jangan sampai ada lagi korban jiwa. Jangan sampai berlanjut, jangan berulang,” ungkap dia belum lama ini.

Sebagai tindak lanjut atas hal itu, Dinas ESDM Kaltim berencana membuat aturan terkait sanksi bagi perusahaan yang terbukti lalai atau tidak melakukan kegiatan reklamasi pascatambang. Pasalnya, ketiadaan sanksi selama ini di antaranya karena tidak adanya regulasi yang secara spesifik mengatur itu.

“Seperti PT BBE, mereka berdalih, lokasi tempat anak meninggal bukan PIT perusahaan tersebut. Saya sempat marah, senang tidak senang, suka tidak suka, karena ini di wilayah kerjanya mereka harus tanggung jawab,” katanya.

Karenanya, Widhi mengambil ancang-ancang bakal mengevaluasi luas lahan setiap perusahaan yang enggan melakukan reklamasi pascatambang. Sebab, beberapa di antara perusahaan disebut-sebut melempar tanggung jawab terkait keberadaan lubang tambang di sekitar wilayah mereka.

“Kalau mereka (perusahaan, Red.) tidak mampu menguasai wilayah kerjanya, ya kita kurangi. Aturan mengurangi wilayah kerja itu ada di dalam aturan relinquis. Nanti kita coba bahas lebih lanjut, akan ada pertemuan khusus antara kami dengan KPK,” tuturnya.

Diakui dia, saat ini Pemprov Kaltim telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2015 tentang Reklamasi Pasca Tambang. Hanya saja, aturan tersebut belum membahas secara terperinci masalah kewajiban perusahaan menutup bekas lubang tambang.

Karenanya, dibutuhkan peraturan gubernur (pergub) untuk menjabarkan lebih lanjut perda tersebut. Termasuk kewajiban dan sanksi bagi perusahaan yang secara sengaja tidak menutup bekas lubang tambang yang mereka miliki.

Meski begitu, kata dia, pada dasarnya desain atau gambaran terkait pergub tersebut saat ini sudah dimiliki pihaknya. Hanya saja masih perlu dilakukan kajian dan pendalaman lagi sebelum aturan tersebut benar-benar diusulkan untuk diterbitkan.

“Nanti akan ada peraturan gubernur yang lebih detail tentang reklamasi pascatambang. Ini bahkan terkait jamrek, karena selama ini aturannya hanya penataan lubang tambang dan revegetasi saja,” tandasnya. (drh)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*