MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 21 November 2018 19:43
Penanganan “Orang Gila” Rumit

Lewati Birokrasi Panjang, Perlu Lingkungan Pondok Sosial

BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup rumit. Selain terlihat kian menjamurnya "orang gila" di jalan-jalan Kota Taman, keberadaannya cukup mengganggu masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka juga telah dilaporkan karena membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Seperti yang terjadi di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Tanpa memerdulikan keselamatan, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya dan pengendara sekitar. Beruntung truk yang berhenti mendadak itu tak memancing kecelakaan beruntun.

Menanggapi hal tersebut, pekerja sosial (peksos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) menuturkan, berdasarkan MoU yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penanganan pertama pada ODGJ dilakukan oleh kepolisian dan Satpol PP bersama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mengecek dari segi medis.

Namun sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), ODGJ harus melakukan perekaman biometrik untuk dilacak identitas,  alamat serta jaminan kesehatannya. Setelah dinyatakan tenang, yang bersangkutan kemudian dilakukan penjemputan sesuai dengan daerah asal masing-masing.

“Setelah kembali, barulah tugas Dinas Sosial melakukan rehab pemulihan, pemberdayaan dan juga keterampilan sehingga bisa berfungsi sosial kembali,” ujarnya.

Suratmi menuturkan, ODGJ terbagi dalam tiga kategori. Ringan, sedang, dan berat. Kondisi ringan dan sehat kata dia, masih bisa berpotensi sembuh. Selama pemicu yang menyebabkan dia menjadi ODGJ tidak teringat kembali. Namun untuk yang kategori berat, maka sulit untuk kembali normal kembali. Kepedulian pihak keluarga pun juga sangat menentukan kesembuhan ODGJ tersebut.

“Namun kebanyakan pihak keluarga justru cuek dan enggan mengurusi lagi. Sehingga ketika tidak ada yang mengontrol kesehatan dan jadwal minum obatnya, orang tersebut akan kambuh lagi dan kembali berkeliaran di jalanan,” jelasnya.

Sehingga menurutnya, di Bontang atau Kaltim perlu memiliki Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sehingga ODGJ yang tidak memiliki keluarga atau sudah tidak dianggap keluarganya, bisa dikumpulkan menjadi satu.

“Kalau Liposos sudah ada, petugasnya yang digaji oleh negara. Sehingga segala kebutuhan ODGJ dapat terkontrol. Sehingga tidak sampai berkeliaran di jalanan. Kalau sekarang, karena keluarganya acuh, sehingga tidak terkontrol dan berkeliaran di jalanan,” tukasnya. (bbg)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 10:52

Diduga Menganiaya, Dua ASN Diperiksa

BONTANG–Dugaan kasus penganiayaan yang melibatkan dua ASN Pemkot Bontang masih…

Selasa, 19 Februari 2019 10:51

Mencuri Karena Terjerat Utang Arisan Online

BONTANG–RM terpaksa mengaku sebagai sales diler sepeda motor saat kepergok…

Selasa, 19 Februari 2019 10:50

Bonus Kategori Beregu Sudah Disetujui

BONTANG–Bonus menjadi hal yang dinanti atlet penyumbang medali Porprov VI…

Selasa, 19 Februari 2019 10:49

Harga Tiket Mencekik, Agen Tiket Merugi

Mahalnya harga tiket pesawat berimbas pada omzet agen tiket. Pendapatan…

Selasa, 19 Februari 2019 10:47

Proyek Bandara Stagnan

BONTANG – Wacana pembangunan bandara Bontang tampaknya masih jauh panggang…

Senin, 18 Februari 2019 11:53

Pemindahan PKL Masih Tanda Tanya

BONTANG – Wacana pemindahan pedagang kaki lima (PKL) di komplek…

Senin, 18 Februari 2019 11:52

Pelajar Pesisir Digembleng Enam Hari

BONTANG – Kesiapan menjelang ujian sekolah berstandar nasional pun dirancang…

Senin, 18 Februari 2019 11:48

Air PDAM Mencurigakan, Sekilas Bening, Akhirnya Kuning

BONTANG–Sekilas tampak jernih, namun jika dibiarkan selama satu malam bakal…

Minggu, 17 Februari 2019 12:16

PAYAH..!! Proyek Jargas di Bontang Lelet..!!

BONTANG-Pengerjaan proyek jaringan gas (jargas) tahun 2017 sebanyak 8 ribu…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:53

Pelajar Kelas VI SD Wajib Lalui Empat Kali Try Out

BONTANG – Pelajar kelas VI SD mulai dipadatkan dengan persiapan ujian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*