MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 21 November 2018 19:43
Penanganan “Orang Gila” Rumit

Lewati Birokrasi Panjang, Perlu Lingkungan Pondok Sosial

BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup rumit. Selain terlihat kian menjamurnya "orang gila" di jalan-jalan Kota Taman, keberadaannya cukup mengganggu masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka juga telah dilaporkan karena membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Seperti yang terjadi di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Tanpa memerdulikan keselamatan, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya dan pengendara sekitar. Beruntung truk yang berhenti mendadak itu tak memancing kecelakaan beruntun.

Menanggapi hal tersebut, pekerja sosial (peksos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) menuturkan, berdasarkan MoU yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penanganan pertama pada ODGJ dilakukan oleh kepolisian dan Satpol PP bersama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mengecek dari segi medis.

Namun sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), ODGJ harus melakukan perekaman biometrik untuk dilacak identitas,  alamat serta jaminan kesehatannya. Setelah dinyatakan tenang, yang bersangkutan kemudian dilakukan penjemputan sesuai dengan daerah asal masing-masing.

“Setelah kembali, barulah tugas Dinas Sosial melakukan rehab pemulihan, pemberdayaan dan juga keterampilan sehingga bisa berfungsi sosial kembali,” ujarnya.

Suratmi menuturkan, ODGJ terbagi dalam tiga kategori. Ringan, sedang, dan berat. Kondisi ringan dan sehat kata dia, masih bisa berpotensi sembuh. Selama pemicu yang menyebabkan dia menjadi ODGJ tidak teringat kembali. Namun untuk yang kategori berat, maka sulit untuk kembali normal kembali. Kepedulian pihak keluarga pun juga sangat menentukan kesembuhan ODGJ tersebut.

“Namun kebanyakan pihak keluarga justru cuek dan enggan mengurusi lagi. Sehingga ketika tidak ada yang mengontrol kesehatan dan jadwal minum obatnya, orang tersebut akan kambuh lagi dan kembali berkeliaran di jalanan,” jelasnya.

Sehingga menurutnya, di Bontang atau Kaltim perlu memiliki Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sehingga ODGJ yang tidak memiliki keluarga atau sudah tidak dianggap keluarganya, bisa dikumpulkan menjadi satu.

“Kalau Liposos sudah ada, petugasnya yang digaji oleh negara. Sehingga segala kebutuhan ODGJ dapat terkontrol. Sehingga tidak sampai berkeliaran di jalanan. Kalau sekarang, karena keluarganya acuh, sehingga tidak terkontrol dan berkeliaran di jalanan,” tukasnya. (bbg)


BACA JUGA

Rabu, 12 Desember 2018 19:55

Jumlah DPT Berkurang 250 Suara

BONTANG – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bontang untuk Pemilu 2019…

Rabu, 12 Desember 2018 19:54

Pemkot Diminta Siapkan Lapangan Kerja

“Saat ini lapangan pekerjaan begitu sulit. Dengan memberikan lapangan pekerjaan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:53

Pastikan KTP-el Rusak Tak Tercecer

BONTANG – Maraknya pemberitaan mengenai penemuan blanko Kartu Tanda Penduduk…

Rabu, 12 Desember 2018 19:52

Perda RTRW Molor Lagi

BONTANG – Pengesahan raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) molor…

Rabu, 12 Desember 2018 19:50
Info CPNS

Tahap Akhir Seleksi CPNS Bontang

BONTANG – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) rampung dilaksanakan,…

Selasa, 11 Desember 2018 18:32

YES..!! Kilang GRR Dibangun 2020

BONTANG – Pembangunan proyek kilang grass root refinery (GRR) atau…

Selasa, 11 Desember 2018 18:29
Info CPNS

Tes SKB Digelar Hari Ini

BONTANG – Sebanyak 367 peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).…

Senin, 10 Desember 2018 18:56

Pembalap Liar Terancam Sanksi Pidana

BONTANG – Aksi balap liar buat geleng-geleng kepala. Meski banyak…

Senin, 10 Desember 2018 18:55
Hari Anti Korupsi Internasional

Kejari Ajak Warga Perangi Korupsi

BONTANG – Korupsi sudah menjadi musuh bersama. Perlu kerja sama…

Sabtu, 08 Desember 2018 18:53

UMK Bontang Diketok Rp 2,9 Juta

BONTANG – Gubernur Kaltim menetapkan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .