MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 21 November 2018 19:43
Penanganan “Orang Gila” Rumit

Lewati Birokrasi Panjang, Perlu Lingkungan Pondok Sosial

BUTUH PERHATIAN: Seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa nekat menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Aksi pria itu mengejutkan pengemudi truk sehingga terpaksa berhenti mendadak dan hampir menabrak.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Birokrasi penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) cukup rumit. Selain terlihat kian menjamurnya "orang gila" di jalan-jalan Kota Taman, keberadaannya cukup mengganggu masyarakat. Bahkan beberapa dari mereka juga telah dilaporkan karena membuat suasana menjadi tidak kondusif.

Seperti yang terjadi di Jalan Letjen S Parman, Senin (19/11) lalu. Tanpa memerdulikan keselamatan, seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tiba-tiba menghadang truk pasir yang sedang melaju kencang, tanpa memperdulikan keselamatan dirinya dan pengendara sekitar. Beruntung truk yang berhenti mendadak itu tak memancing kecelakaan beruntun.

Menanggapi hal tersebut, pekerja sosial (peksos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) menuturkan, berdasarkan MoU yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Polri, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), penanganan pertama pada ODGJ dilakukan oleh kepolisian dan Satpol PP bersama dengan Dinas Kesehatan (Diskes) untuk mengecek dari segi medis.

Namun sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), ODGJ harus melakukan perekaman biometrik untuk dilacak identitas,  alamat serta jaminan kesehatannya. Setelah dinyatakan tenang, yang bersangkutan kemudian dilakukan penjemputan sesuai dengan daerah asal masing-masing.

“Setelah kembali, barulah tugas Dinas Sosial melakukan rehab pemulihan, pemberdayaan dan juga keterampilan sehingga bisa berfungsi sosial kembali,” ujarnya.

Suratmi menuturkan, ODGJ terbagi dalam tiga kategori. Ringan, sedang, dan berat. Kondisi ringan dan sehat kata dia, masih bisa berpotensi sembuh. Selama pemicu yang menyebabkan dia menjadi ODGJ tidak teringat kembali. Namun untuk yang kategori berat, maka sulit untuk kembali normal kembali. Kepedulian pihak keluarga pun juga sangat menentukan kesembuhan ODGJ tersebut.

“Namun kebanyakan pihak keluarga justru cuek dan enggan mengurusi lagi. Sehingga ketika tidak ada yang mengontrol kesehatan dan jadwal minum obatnya, orang tersebut akan kambuh lagi dan kembali berkeliaran di jalanan,” jelasnya.

Sehingga menurutnya, di Bontang atau Kaltim perlu memiliki Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sehingga ODGJ yang tidak memiliki keluarga atau sudah tidak dianggap keluarganya, bisa dikumpulkan menjadi satu.

“Kalau Liposos sudah ada, petugasnya yang digaji oleh negara. Sehingga segala kebutuhan ODGJ dapat terkontrol. Sehingga tidak sampai berkeliaran di jalanan. Kalau sekarang, karena keluarganya acuh, sehingga tidak terkontrol dan berkeliaran di jalanan,” tukasnya. (bbg)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:29

Wali Kota Dorong Stitek Jadi PTN

BONTANG – Wacana kembali digulirkan Pemkot Bontang dalam bidang pendidikan.…

Jumat, 17 Mei 2019 10:07

SERBUU..!! Dapat Jatah Tambahan 1.362 Tiket Kapal

BONTANG–Kabar gembira bagi pemudik Lebaran tahun ini yang menggunakan moda…

Jumat, 17 Mei 2019 10:06

Apresiasi Pemilu Berjalan Aman

BONTANG–Dalam rangka agenda safari Ramadan, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto dan…

Jumat, 17 Mei 2019 10:05

Tiga Pelajar Raih Nilai Sempurna

BONTANG–Prestasi akademik kembali diraih pelajar Kota Taman. Berdasarkan hasil ujian…

Kamis, 16 Mei 2019 10:26

Uang Pengganti Rp 1 Miliar Disetor Kas Negara

BONTANG - Kejari Bontang menyerahkan uang pengganti Rp 1 miliar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*