MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 01 Desember 2018 19:10
Buku Sekolah Berbentuk Digital, PR Dikirim via Email

Cerita Seru Carol Pio, Peserta Pertukaran Pelajar Asal Bontang (2/Habis)

BERPRESTASI: Carol Pio (dua dari kiri) menunjukkan medali kemenangan dari lomba debat Central Florida Debate Initiative.(Paskalia Evans Carolina Pio for Bontang Post)

PROKAL.CO, Tiga bulan sudah Carol tinggal di Winter Garden, Orlando, Florida untuk program Youth Exchange Study (YES). Program YES merupakan beasiswa pertukaran pelajar dari negara-negara dengan populasi Muslim, termasuk Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada pelajar untuk menghabiskan satu tahun pendidikan akademik di Amerika Serikat (AS). 

==

ORLANDO  terkenal sebagai lokasi beberapa taman bermain terbesar di AS, ada Disney World, Universal Studios, dan Sea World Orlando. Disney World bahkan sangat dekat dengan rumah Carol. Hampir setiap hari Carol menyaksikan atraksi kembang api Disney World dari halaman belakang rumah, tanpa perlu masuk ke dalam taman bermain tersebut. “Mungkin bagi orang yang berasal dari negara bagian lain, Disney World menjadi taman bermain impian. Tapi bagi kami, kami Disney adalah tempat nongkrong sehari-hari,” ujar Carol yang memiliki nama lengkap Paskalia Evans Carolina Pio ini.

Saat ini, Carol bersekolah di West Orange High School, di Winter Garden, Florida. Di sekolah, dirinya mengikuti tujuh mata pelajaran: tata negara pemerintahan AS, teater, Bahasa Perancis, kelas debat, pengantar kalkulus, Bahasa Inggris, dan sejarah Amerika. Meski status Carol adalah pelajar pertukaran, tidak ada perbedaan tugas yang dikerjakan antara saya dan siswa biasa. Serunya kata Carol, semua buku teks dan tugas sudah dalam bentuk digital dan hanya perlu melihat tugas yang diberikan melalui email serta aplikasi khusus untuk mengerjakan pekerjaan rumah. “Buku-buku teks bisa saya dapatkan melalui aplikasi Digital Backpack. Sangat praktis menurut saya asalkan seluruh infrastruktur mendukung seperti laptop dan koneksi internet yang kencang,” terangnya.

Setiap hari Carol pergi sekolah pukul 6.45 karena jam masuk sekolah 7.20 pagi dan selesai pada pukul 14.20. Seusai sekolah, setiap Rabu, Carol ikut kegiatan di Klub Interact. Klub ini adalah klub rotary untuk para remaja yang ingin melakukan pelayanan masyarakat bagi para manula. “Jadi, saya dan rekan-rekan di klub sering menjadi relawan di rumah jompo di daerah Downtown Winter Garden. Selain itu, saya juga bergabung di klub pidato dan debat sekolah, kami selalu mengikuti turnamen sekitar 2 kali setiap bulan. Saya sudah dua kali mengikuti kompetisi debat dan yang baru saja saya ikuti 10 November lalu, saya mampu meraih juara dua,” ujarnya.

Terakhir, Carol juga anggota klub drama dan klub permainan Cornhole . Permainan di mana pemain melemparkan tas kecil berisi jagung ke sebuah papan kayu yang berlubang di tengahnya. Bila bisa memasukkan tas kecil ke lubang akan mendapat tiga poin. “Kebetulan, awal November lalu saya presentasi tentang Indonesia dalam rangka merayakan Pekan Edukasi Internasional. Pengalaman tersebut sangat menyenangkan karena teman-teman saya jadi tertarik dengan Indonesia,” kata dia.

Tiba di rumah, Carol akan lanjut mengerjakan tugas pekerjaan rumah. Acara selanjutnya adalah membantu orang tua angkat memasak makan malam. Ini dilakukan lantaran di Amerika semua pekerjaan rumah tangga dikerjakan sendiri, tanpa ada asisten rumah tangga, termasuk memasak. Bila masih ada waktu dan belum terlalu capek, acara malam ditutup dengan nonton film bareng dengan orang tua angkat.

Bagi Carol, mendapatkan kesempatan tinggal selama 11 bulan di Amerika melalui program YES adalah salah satu anugrah terbesar dalam hidupnya. Karena melalui program ini dirinya bisa mengenal Amerika Serikat dan masyarakat yang sangat beragam budayanya. “Keragaman inilah yang saya lihat membuat masyarakatnya mempunyai toleransi tinggi terhadap perbedaan. Mirip dengan simbol Bhinneka Tunggal Ika Indonesia,” jelasnya.

Program ini juga mengajarkan Carol agar jangan takut mengambil risiko dan menjadikan setiap pengalaman sebagai pelajaran. “Cita-cita saya adalah, saya akan bagikan pengalaman mengenai toleransi budaya dan penyesuaian diri saya di Amerika kepada teman-teman di Indonesia. Selagi muda, ayo jelajahi dunia dan belajarlah!” tukas Carol. (rw)


BACA JUGA

Sabtu, 20 April 2019 12:00

Di Kota Ini, Partisipasi Pemilu Capai 80 Persen

BONTANG – KPU Bontang menyebut partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 mencapai…

Kamis, 18 April 2019 11:15

KASIHAN..!! Uang Konsumsi KPPS Belum Cair

BONTANG – Beban kerja berat dipikul oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan…

Kamis, 18 April 2019 11:13

Warga Sidrap Minta Masuk Bontang, Ini Kata Gubernur

BONTANG - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan kunjungan pemantauan pemilihan…

Kamis, 18 April 2019 11:12

Kupon Salon Kecantikan untuk Satu Paket Caleg

BONTANG – Temuan Bawaslu Bontang pada detik akhir jelang pemilihan,…

Rabu, 17 April 2019 11:50

Lampu Jalan Soekarno-Hatta Disorot Lagi

BONTANG – Gelap, itulah potret yang tersaji di Jalan Soekarno-Hatta,…

Rabu, 17 April 2019 11:49

Perusahaan Wajib Setor Uang Jaminan

BONTANG – Peraturan daerah (Perda) tentang alih daya dan rekrutmen…

Rabu, 17 April 2019 11:49

Voucher Makan dan Kupon Salon, Modus Baru Politik Uang

BONTANG – Detik-detik terakhir menuju hari Pemilu 2019, potensi pelanggaran…

Rabu, 17 April 2019 11:48

Lima TPS Dinilai Rawan oleh Kapolres

BONTANG - Sebanyak lima tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah…

Selasa, 16 April 2019 11:14

Lelang Tas dan Seragam Sekolah, Banjir Peserta

BONTANG – Lelang tender pengadaan perlengkapan sekolah berupa tas dan…

Selasa, 16 April 2019 11:13

17 April, Disdukcapil Buka Layanan Khusus KTP-el

BONTANG – Hari Pemilihan Umum (Pemilu) yang dilaksanakan Rabu (17/4)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*