MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SOCIETY & LENSA

Kamis, 06 Desember 2018 19:11
Pupuk Kaltim Peduli Mitra Binaan

Gelar Sosialisasi serta Pendampingan Pembuatan Merek Dagang dan Hak Cipta

ABADIKAN MOMEN: Para peserta berfoto bersama pihak manajemen Pupuk Kaltim dan narasumber dari Diskop-UKMP Bontang.(Fauzi / Humas Pupuk Kaltim)

PROKAL.CO,  

BONTANG – Beragam produk yang diciptakan dan dihasilkan, harus dilindungi dengan hak cipta dan merek dagang agar terhindar dari usaha pemalsuan. Sadar akan hal tersebut, Pupuk Kaltim menggelar sosialisasi serta pendampingan pembuatan merek dagang dan hak cipta bagi mitra binaan Pupuk Kaltim. Kegiatan yang diikuti oleh 20 perwakilan mitra binaan Pupuk Kaltim tersebut digelar di ruang pertemuan Lantai 3 gedung diklat Pupuk Kaltim, Rabu (5/12) kemarin.

Kegiatan tersebut menggandeng pemerintah kota Bontang yang diwakili oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Diskop-UKMP) Bontang sebagai pemateri. Kepala Bidang (Kabid) Diskop-UKMP Yusran menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk fasilitasi kepada para pelaku usaha untuk dapat meningkatkan produk mereka, di mana dengan merek dagang maka produk yang dihasilkan para pelaku usaha tersebut dapat dikenali oleh konsumennya.

“Apabila pelaku usaha telah memiliki merek dagang, maka mereka harus mendaftarkan merek dagang yang mereka miliki agar memperoleh Hak Atas Kekayaan Inteletual (HAKI) dari produk mereka tersebut. Sehingga merek dagang mereka menjadi legal dan tidak dapat dipalsukan,” jelasnya.

Sementara itu Staf Departemen Corporate Social Responsibility (CSR) Pupuk Kaltim, Irma Safni dalam sambutannya mewakili manajemen Pupuk Kaltim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Pupuk Kaltim untuk terus meningkatkan kapasitas mitra binaan, khususnya dalam promosi dan pemasaran. Di mana dalam menjalankan bisnis atau usaha, merek dagang dan hak cipta menjadi hal yang sangat penting bagi pelaku usaha.

“Merek dagang dan hak cipta merupakan simbol yang akan membedakan para pelaku usaha. Dengan melakukan penerapan ini, merek dagang dan hak cipta dapat dengan mudah dikenali oleh pelanggan sehingga mengurangi risiko pencurian HAKI yang dimiliki oleh mitra binaan,” ungkapnya.

Salah satu narasumber, yaitu Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Diskop-UKMP Ivan Daniel Panggabean ikut menjelaskan, dalam kegiatan tersebut para peserta dikenalkan dengan isi dari HAKI dan diajarkan tata cara untuk mendapatkan hak merek dari produk mereka.

“Sosialisasi seperti ini sangat jarang sekali, sehingga masyarakat sendiri masih sangat awam dengan HAKI. Jadi melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta menjadi tahu apa itu HAKI serta kegunaan dan manfaat dari HAKI itu sendiri untuk mereka,” pungkasnya.(*/adv/rdy)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 21:58

Even Tingkatkan Retribusi Parkir

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> &ndash; Terjadinya…