MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Rabu, 12 Desember 2018 19:19
Digarap Mandiri, Nyaris Tanpa Uluran Tangan Pemerintah

Belajar Pengelolaan Wisata dari Bali

WISATA: Pantai Jerman merupakan salah satu tempat wisata di Denpasar, Bali yang menjadi daya tarik wisatawan.(Ist)

PROKAL.CO, APA yang ada dibenak masyarakat mendengar nama Bali. Satu kata ialah keindahan. Ya, keindahan kota, wisata, dan tradisinya.

DHEDY, Sangatta

NAMUN di balik itu, ternyata kampung Hindu tersebut memiliki sejuta keunikan yang sulit untuk diukirkan. Tak dapat digambarkan dengan pena, dilukiskan, maupun diceritakan oleh kata-kata. Semua hanya dapat dirasakan, dinikmati oleh mata dan hati.

Laiknya sebuah cinta. Cinta pertama dalam pandangan pertama. Cinta sejati yang tumbuh dari hati yang suci. Bukan dari mata dan nafsu birahi.  Hal inilah yang dirasakan media ini saat menapakkan kaki di tanah dewa tersebut.

Namun yang lebih membuat tertarik, bukan keindahan indera penglihatan. Akan tetapi pemanfaatan potensi yang dilakukan warga lokal setempat. Cerdas, kreatif, inovatif, dan kata yang serupa dengannya. Semua dapat disematkan kepada warga di kota seribu patung tersebut.

Pemanfaatan potensi wisata misalnya, budaya ataupun tradisi.  Potensi tak disia-siakan. Semua dikelola dengan baik. Tak secuil pun tersisa. Setitik potensi akan berubah menjadi nilai ekonomi yang berjuta.

Seperti halnya memasuki Pulau Penyu, Tanjung Benoa, Bali. Saat menginjakkan kaki di Pantai Jimbaran, wisatawan harus mengorek dompet yang relatif besar. Yakni sekira Rp 350 ribu-Rp 500 ribu. Ongkos ini untuk transportasi sewa perahu glass bottom boat.

Saat masuk pulau, wisatawan kembali membayar Rp 10 ribu. Di sana, para pecinta wisata hanya disajikan beberapa tontonan. Paling spesial ialah penyu berbagai nama. Terdapat pula ular, burung enggang, musang, dan iguana. Cukup sederhana. Akan tetapi mampu menghipnotis wisatawan. Tak hanya lokal, namun juga mancanegara.

Begitupun dengan wisata di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali yang berada di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Untuk masuk ke sana harus mengeluarkan uang antara Rp70 ribu- Rp125 ribu. Di lokasi ini memang terbilang mewah. Banyak lokasi yang cocok untuk mengabadikan gambar bagi penggila poto.

Salah satunya  di Patung GWK. Patung GWK memiliki tinggi 121 meter. GWK dikabarkan akan menjadi patung tertinggi kedua di dunia, mengalahkan patung Liberty di Amerika Serikat. Patung GWK pertama kali digagas pada 1989 oleh seniman Nyoman Nuarta. Selain patung, di sana juga menyajikan tarian dan kisah- kisah khas Hindu serta pemandangan alam.

Tetapi yang paling menarik perhatian, ialah di saat memasuki wisata Pura Luhur Uluwatu Bali. Untuk memasuki kawasan yang dijaga oleh para monyet jumbo dan jinak tersebut, wisatawan harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu per orang. Biaya parkir Rp 5 ribu. Di sini di sajikan pemandangan tembok besar dan panjang tepat di bibir jurang laut. Nyaris mirip dengan tembok Tiongkok. Sangat indah.

Ombak terlihat jelas mengibaskan diri di tebing-tebing jurang. Seakan memanggil pengunjung dan meminta untuk diperhatikan. Paling indah di saat sore hari. Pasalnya, bumi memperlihatkan jati diri sebelum hilang tertutup malam. Warga di sana menyebutnya sunset.

Di dalam sana, terdapat pula tarian yang selalu ditunggu-tunggu.  Namanya Tari Kecak. Dinamakan Tari Kecak, karena para pemain mengeluarkan kata cak-cak. Tak ada jeda, dan terus berulang. Mungkin cukup melelahkan. Karena selama satu jam menampilkan.  Sembari dihiasi dengan kisah Ramayana.

Yang menjadi perhatian lebih ialah tiket masuk ke lokasi Tari Kecak tersebut. Bukan Rp 10 ribu ataupun Rp 90 ribu, melainkan Rp 100 ribu perorang. Luar biasa. Apakah ada yang menonton? Banyak sekali. Sangat sesak. Kursi penuh sampai menutupi jalan-jalan. Diperkirakan bisa menampung 600-1.000 orang. Bayangkan saja Rp 100 ribu di kali 1.000 orang. Berapa pendapatan dalam sekali tampil?

Wajar, mereka di sana semua mandiri. Kasarnya, tanpa dibiayai pemerintah pun hidup. Bantuan pemerintah seakan hanya menjadi alternatif. Hanya sebagai sampingan. Bahkan dikabarkan, pemerintah di sana bingung, anggaran negara akan disalurkan ke mana.

Nah, dari sedikit  realita di Kampung Bali tersebut, tak mustahil dapat direalisasikan di Kutim. Semua nampaknya terdapat di Kaltim. Bahkan jauh lebih menjanjikan. Potensi Kutim sangat melimpah. Sejuta tempat wisata. Berbagai jenis. Tradisi dan kebudayaan pun cukup kental.

Lantas apa yang membuat Kutim tak dapat seperti Bali? Menarik minat wisatawan, khususnya dari mancanegara.  Seperti yang terjadi Bali. Di Bali sangat melimpah turis dari berbagai negara. Bahkan cukup sulit menjumpai warga lokal di kota-kota besarnya. Jalan, pantai, dan tempat-tempat hiburan lainnya di kuasai bule. Terasa di luar negeri.

Untuk mewujudkan hal itu sebenarnya cukup mudah. Satu, ialah kemauan pemerintah. Tak ada anggaran bukan alasan. Kan bisa bertahap. Sangat disayangkan, potensi besar hanya tercampakkan begitu saja.

Sebut saja wisata karst Mangkalihat, Hutan Lindung  Wehea, Prevab Orang Utan, Pantai Jepu-Jepu, Air Terjun, Wisata Buaya Alam, dan lainnya. Sangat banyak sekali. Tak dapat ditulis satu-persatu.

Tak rugi untuk mengembangkan wisata di Kutim. Satu manfaatnya ialah menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kutim. Sangat miris, Kutim kaya wisata namun harus berlibur ke kampung tetangga. Seharusnya Kutim membenahi wisata sendiri dan menarik warga lain ke Kota Singa ini. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43

WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Kadarkum di Kutim Masih Minim

SANGATTA - Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan…

Sabtu, 29 Desember 2018 18:42

Melanggar Aturan, APK Disapu Bersih

SANGATTA - Alat peraga kampanye (APK) para calon legislatif yang…

Kamis, 27 Desember 2018 19:15

Gelar Perekaman KTP-El Massal

SANGATTA- Kementerian Dalam Negeri menyampaikan jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan…

Minggu, 23 Desember 2018 17:25

AWAS!!! Pembalap Liar Terancam Penjara

SANGATTA-  Bagi Anda yang suka kebut-kebutan dan balap liar bersiap-siaplah…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

Harga Kebutuhan Pokok Terpantau Stabil

SANGATTA – Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok…

Minggu, 23 Desember 2018 17:23

KEREN!!! Lulusan SMKN 2 Dibidik Korea

SANGATTA- Perusahaan Korea meminta sekira 20 siswa lulusan SMKN 2…

Minggu, 23 Desember 2018 17:21

Harga Jual Anjlok, Begini Hasil Kesepakatan Forum Sawit dan Perusahaan

SANGATTA- Harga Rp 900 rupiah untuk pembelian Tandan Buah Segar…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:36

Ratusan Aparat Amankan Natal dan Tahun Baru

Sebanyak ratusan personel gabungan antar Polres, Kodim, Lanal, Dishub, dan…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:35

Ribuan Botol Miras Dimusnahkan

SANGATTA - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) hasil kegiatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*