MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 14 Desember 2018 19:13
Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar

Dampak Libur Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Pastikan Harga Masih Terkontrol

JADI PILIHAN: Libur natal dan tahun baru membuat harga tiket pesawat di setiap maskapai penerbangan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Termasuk penerbangan di Bandara APT Pranoto.(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO,  

SAMARINDA – Libur natal dan tahun tahun baru benar-benar mendongkrak harga jual tiket pesawat di Kaltim. Kenaikan itu terjadi di semua maspakai penerbangan. Seperti rute penerbangan Samarinda-Jakarta, tarifnya bahkan sudah menyentuh di angka Rp 2 juta.

Meski begitu, Gubernur Kaltim Isran Noor, menilai kenaikkan tarif pesawat tersebut masih terbilang wajar. Selain itu, kenaikan harga itu juga masih berada di bawah tarif batas atas (TBA) yang sudah ditentukan Menteri Perhubungan (Menhub).

Pernyataan itu disampaikan Isran sebagaimana hasil yang disampaikan para maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandar Udara (Bandara) APT Pranoto Samarinda pada rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, Kamis (13/12) kemarin.

Rapat itu, kata Isran, sekaligus membahas upaya pengendalian terhadap inflasi di akhir tahun 2018. Dari rapat itu, diakuinya, dampak kenaikan harga tiket pesawat memang yang paling banyak dilaporkan para stakeholder terkait yang tergabung di dalam TPID.

“Tapi enggak apa-apa, namanya musiman kan biasa. Namanya hari natal, tahun baru, kebetulan libur sekolah, tentu permintaan tinggi. Berlakulah hukum ekonomi,” ujar Isran.

Walau begitu, Isran menekankan, agar semua stakeholder terkait, terutama para pelaku bisnis di dunia perbangan tidak menerapkan tarif di luar TBA. Terutama dari manajemen maspakai Lion Air yang paling banyak digunakan jasanya oleh masyarakat.

“Seperti perusahaan Lion Air, kita harapkan tidak menaikkan harga di atas tarif batas atas. Upaya pengendalian semaksimal mungkin tetap kita lakukan. Tapi kenaikan harga sekarang belum melampaui batas atas yang sudah ditetapkan,” tuturnya.

Isran sendiri enggan menekan setiap maskapai penerbangan agar menurunkan tarif. Ia beralasan, sepanjang tarif yang ada sekarang ini tidak melebihi batas ketentuan. Di sisi lain, jika maspakai penerbangan terlalu diintervensi, maka dikhawatirkan akan membuat maskapai merugi.

“Kita hanya berusaha supaya harga tidak melampaui tarif batas atas. Kalau batas bawah, ya enggak masalah. Kalaupun bisa di bawah batas bawah, ya enggak apa-apa. Tapi kasihan juga perusahaan penerbangan,” ujarnya.

Senada, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengaku, kenaikan tarif penjualan tiket pesawat belum ada yang melewati TBA. Hal itu telah dikaji bersama dengan para maspakai penerbangan.

“Sudah kita hitung sama-sama. Kenaikkan dari Rp 2,1 juta hingga Rp 2,2 juta masih di bawah ambang batas. Nilai itu sudah termasuk pajak. Karena tarif dasarnya sekitar Rp 1,8 juta,” jelasnya.

Meski begitu, Salman mengaku, dalam rapat kemarin ia sempat melayangkan beberapa pertanyaan kepada maskapai Lion Air. Salah satunya terkait rute penerbangan Jakarta-Samarinda yang belum masuk dalam surat keputusan (SK) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait tarif TBA dan tarif batas bawah (TBB).

“Setelah saya hitung-hitung, ada perbedaan tarif antara Jakarta-Samarinda dan Jakarta-Balikpapan berkisar antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Dan itu sempat saya tanyakan kepada Lion Air,” tutur dia.

Dalam kesempatan itu, beberapa maskapai menyebut, barometer penentuan kenaikan tarif dilihat dari beberapa hal. Di antaranya harga bahan bakar minyak (BBM), jarak tempuh, jenis pesawat, serta rute populer dan tidak populer.

“Misalnya, tujuan Samarinda-Jakarta selalu penuh. Sebaliknya, Jakarta-Samarinda, penumpang biasanya tidak terlalu penuh. Cuman dari waktu tempuh (antara Balikpapan-Jakarta dan Samarinda-Jakarta) juga tidak terlalu jauh hanya 1 jam 55 menit,” katanya.

Ia mengingatkan, agar semua maskapai tidak mencoba-coba untuk menaikkan tarif melebihi TBA. Sebab jika ada maskapai yang melanggar itu, maka maskapai terkait dapat diberikan sanksi.

“Jika ada maskapai yang menaikkan tarif melebihi batas atas yang telah ditentukan, maka akan ada sanksi dari Menhub melalui Otoritas Penerbangan,” tegasnya. (drh)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*