MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 14 Desember 2018 19:15
Porprov Kaltim 2018
Porprov VI Kaltim, Yang Tua yang Berprestasi

Raih Emas dan Perak, Kado Manis Sebelum Pensiun

BERPRESTASI: Djoniman , peboling Bontang yang tampil mengesankan di porprov, kini memilih pensiun jadi atlet boling.(Fahmi FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, Meski sudah dipenuhi uban, Djoniman tak terlihat bergetar melangkah di lintasan boling. Justru kepiawaiannya semakin menjadi-jadi. Terbukti, Djoniman mampu merebut satu medali emas di nomor trio putra dan satu perak kategori master putra di Porprov VI Kaltim, beberapa waktu lalu.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

10 pin telah tertata di lintasan Bowling Centre Badak LNG. Seorang peboling berambut putih telah siap di muka lintasan.

Tak berselang lama,  bola diayun dengan sekuat tenaga. Bola pun menggelinding dengan putaran cepat sedikit melengkung. Seketika robohlah pin itu. Strike! Teriak para penonton.

Djoniman, itulah peboling yang tampil di pekan olahraga provinsi (Porprov) VI Kaltim, beberapa lalu.

Kepada Bontang Post, Djoniman yang kini berumur 60 tahun itu mengaku menggeluti berbagai cabang olahraga. Di 1980, dirinya malah menggilai bola voli.  Beberapa pertandingan pun diikuti.

"Setelah itu, saya juga ikut kejuaraan catur. Bahkan sempat diajak untuk gabung menjadi pengurus Percasi,  tetapi saya malas," kata Djoniman.

Namun, pada tahun 1994 baru mulai berpindah haluan ke olahraga boling. Awalnya,  pria kelahiran Jakarta ini hanya melihat beberapa orang bermain. Praktis tanpa arahan dari pelatih terhadap gaya lembaran dan teknik bermain. 

Keasyikan menonton, petugas lapangan pun menanyakan apakah pernah melempar bola. Seketika, Djoniman menjawab sudah fasih.

"Padahal sama sekali belum pernah melempar. Karena kalau menjawab belum, kesempatan bermain akan hilang, jadi harus belajar dulu," tutur pensiunan karyawan Badak LNG ini. 

Baginya, saat bermain dituntut konsentrasi lebih. Jika terjadi kesalahan, maka fokus peboling dipastikan terganggu.

Hobi itu diimbangi dengan semangat latihan. Pria yang tinggal di HOP VI nomor 145 ini mengaku tiap hari selalu berada di venue latihan.

"Senin sampai Jumat saya berlatih tiap sore. Sementara Sabtu dan Minggu mulai pagi, siang, hingga malam berlatih," ungkap suami dari Sri Nuryati ini.

Menurut Djoniman, kegagalan itu hal biasa. Mengingat tidak semua kejuaraan selalu berbuah keberhasilan.

Akan tetapi perusahaan merasa diuntungkan. Para peboling di lingkungan perusahaan memiliki kualitas yang merata. Sehingga satu orang berbuat salah, lainnya dapat menutupi.

"Itulah jika bermain tim. Maka dari itu perusahaan ini selalu menang tim bolingnya tiap tahunnya di kejuaraan antar perusahaan gas," jelasnya.

Kesempatan untuk menjadi pemain nasional pun terbuka di tahun 2012. Pemanggilan untuk mengikuti pemusatan latihan di Balikpapan jelang PON Riau hinggap.

Sayangnya, Djoniman lebih memilih untuk tetap bekerja. Mengingat perusahaan telah menggaji rutin tiap bulannya.

"Jadi pemusatan latihan selama dua bulan saya tinggalkan. Tidak enak kepada teman kalau terlalu lama tidak bekerja," tutur alumnus SMKN 2 Penerbangan, Jakarta ini.

Ia sempat mengusulkan agar TC diadakan secara mandiri pada hari kerja. Sementara Sabtu dan Minggu seluruh peboling berkumpul di Balikpapan.

"Tetapi usulan itu ditolak oleh Balikpapan," ujarnya.

Pada Porprov tahun ini, Djoniman tampil gemilang. Di nomor trio putra,  bersama Dolvie dan Johannes berhasil menyambut medali emas. Djoniman cs berhasil mengalahkan tim dari Kutim dan Balikpapan.

Sementara di nomor perorangan,  ia berhasil masuk dalam 9 besar terbaik. Berdasarkan akumulasi poin di beberapa nomor sebelumnya.

Akibatnya, ayah dari empat anak ini wajib mengikuti nomor master putra. Pada nomor tersebut, Djoniman kurang beruntung dari rekannya Dolvie yang berhasil memperoleh medali emas. Sedangkan Djoniman harus puas mendapatkan perak.

Hasil tersebut menjadi spesial. Lantaran Djoniman memutuskan untuk berhenti menjadi atlet setelah porprov.

Ia berpandangan telah cukup dengan usia saat ini untuk bertanding. Namun, latihan tetap dijalankan untuk memuaskan hobi.  "Tetapi jika ada kesempatan untuk melatih atlet,  saya bersedia," pungkasnya. (*)

GRAFIS

Nama           : Djoniman

TTL            : Jakarta, 26 Juni 1958

Alamat         : HOP VI Nomor 145

Istri             : Sri Nuryati

Anak           :

1. Ikhsan Adi Saputra

2. Wenita Tri Hastari

3. Nadia Raufia

4. Rahmat Julian Eljon

Pendidikan            :

SD 1 Keramat Jati

SMPN 20 Burak Rantai

STMN 2 Penerbangan Jakarta


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*