MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 23 Desember 2018 17:33
Terkendala Toilet Khusus Disabilitas

Janjikan Penuhi Tahun Depan

TEMUAN BPK: Ketersediaan sarana dan prasarana di puskesmas menjadi temuan BPK untuk segera dipenuhi sesuai dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014.(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO,  

BONTANG – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kaltim telah menyerahkan laporan hasil pemeriksaan pada semester akhir tahun ini. Selain adanya temuan sertifikat kedaluwarsa, instansi tersebut juga menyorot sarana dan prasarana puskesmas di Bontang.

Pasalnya, masih terdapat item yang belum dipenuhi. Salah satunya ialah penyediaan sarana mandi, cuci, kakus (MCK) bagi pasien penyandang disabilitas.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) dr Bahauddin mengatakan, prasarana tersebut termuat dalam Permenkes 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas. Tiap puskesmas wajib memiliki minimal satu toilet umum untuk penyandang disabilitas.

“Benar sampai saat ini belum tersedia toilet umum pasien disabilitas di seluruh puskesmas yang ada,” kata Bahauddin kepada Bontang Post.

Dituturkannya, kondisi anggaran Pemkot Bontang sebelumnya membuat fasilitas tersebut belum dapat diakomodasi. Namun, ia berjanji dalam waktu dekat segera melengkapi.

Pada Permenkes dijelaskan bahwa toilet umum itu dilengkapi dengan tampilan simbol penyandang disabilitas pada bagian luarnya. Sementara pada bagian dalam terdapat pegangan rambat (handrail) yang memiliki posisi dan ketinggian sesuai pengguna kursi roda.

Pegangan disarankan memiliki bentuk siku-siku mengarah ke atas. Tujuannya untuk membantu pergerakan pengguna kursi roda. Bahauddin menjelaskan saat ini yang tersedia ialah toilet umum bagi kaum lansia. Meskipun, di dalamnya juga terdapat pegangan rambat.

Sementara untuk ruangan tindakan, seluruh puskesmas sudah memiliki. Ruangan tersebut digabung dengan pelayanan gawat darurat. Hal ini diperbolehkan dalam regulasi.

Permasalahan belum lengkapnya prasarana puskesmas disebabkan regulasi terbit setelah bangunan puskesmas berdiri. Sehingga jika melakukan penambahan sesuai permenkes maka dibutuhkan perencanaan ulang.

“Kalau peralatan bisa menyesuaikan cepat. Tetapi jika prasarana yang berhubungan dengan ketersediaan lahan perlu pemikiran lanjut,” ungkapnya.

Sebagai informasi, keenam puskesmas saat ini masuk dalam klasifikasi non rawat inap. Sebarannya, Kecamatan Bontang Selatan ada tiga unit, Bontang Utara dua unit, dan Bontang Barat satu unit puskesmas.

Kepala Puskesmas Bontang Utara I dr Erwin membenarkan bahwa prasarana toilet untuk penyandang disabilitas belum ada. Saat ini pihak puskesmas pun berupaya agar memenuhi setiap regulasi yang ada. Salah satunya pengadaan pegangan rambat itu.

“Pegangan sudah ada karena ini dapat menolong pasien agar tidak jatuh. Saat ini kami sudah memenuhi untuk toilet lansia, sementara bagi penyandang disabilitas belum,” kata Erwin.

Dalam waktu dekat, pihak puskesmas bakal dituntut untuk melengkapi sarana dan prasarana sesuai dengan isi permenkes. Mengingat tahun depan, komisi akreditasi dari pemerintah pusat melakukan reakreditasi. Untuk menetapkan apakah capaian akreditasi tiap puskesmas tetap atau meningkat.

“Semua puskesmas pasti akan mengarah ke sana untuk memenuhi persyaratan itu,” pungkasnya. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*