MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 29 Desember 2018 18:43
WARNING..!! Nelayan Dilarang Melaut, Ini Sebabnya..

Ombak Tinggi Hingga 2,5 Meter

Ilustrasi/antara TIDAK MELAUT: Wabup Kasmidi Bulang meminta nelayan tidak nekat melaut karena ombak tinggi. BREAKER "Mulai 26 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019, kami minta warga di tujuh kecamatan tersebut untuk tidak ke laut dahulu," Ludy Firmansyah, Sekretaris BPBD Kutim.

PROKAL.CO, SANGATTA - Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang meminta pada masyarakat khususnya nelayan untuk tidak melaut terlebih dahulu. Mengingat kondisi ombak yang terpantau tinggi. "Kondisi ombak laut sedang tinggi, jangan melaut dulu lah untuk nelayan, sampai ada imbauan selanjutnya dan benar-benar dipastikan aman," ujarnya saat ditemui, Jumat (28/12).

Masyarakat diminta untuk hati-hati, terutama jelang pergantian tahun 2019 mendatang. Mengingat Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kutim telah mengedarkan imbauan yang  merujuk pada prakiraan cuaca yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bahwa akan terjadi gelombang tinggi sekitar 2,5 meter. Gelombang tinggi tersebut diperkirakan terjadi di Laut Sulawesi dan Selat Makasar.

Ada tujuh kecamatan di Kutim yang diminta meningkatkan kewaspadaannya. Yakni, Sandaran, Sangkulirang, Kaliorang, Bengalon, Sangatta Selatan, Sangatta Utara, dan Teluk Pandan. Menurut Sekretaris BPBD Kutim Ludy Firmansyah, daerah tersebut merupakan daerah pesisir dan rawan bencana, baik berupa gelombang tinggi maupun potensi tsunami. "Mulai 26 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019, kami minta warga di tujuh kecamatan tersebut untuk tidak ke laut dahulu," ungkapnya.

Meski sudah ada surat edaran dari BMKG, hal tersebut rupanya tidak menghalangi para nelayan untuk pergi melaut. Menurut mereka, tingginya laut saat menangkap ikan sudah biasa mereka rasakan.

Seperti salah satu nelayan di Teluk Lombok Kecamatan Sangatta Selatan, Umar Tata. Pria yang sudah terbiasa melaut dan dijadikan sebagai mata pencaharian itu, mengatakan dirinya akan tetap melaut. Terlebih hingga saat ini, ia dan rekanan lainnya belum mendapat imbauan maupun larangan. "Kami tetap melaut, karna hanya itu mata pencarian kami, kalau tidak mencari ikan, bagaimana dengan penghasilan," ujarnya.

Hal senada dituturkan oleh warga Desa Sangkima, Adi Susanto. Ia mengaku hal seperti ini biasa terjadi di pengujung tahun. Sehingga, untuk mengisi liburan tahun baru, ia bersama rekannya berencana memancing di laut. "Kami memang senang memancing, ombak satu sampai dua meter sudah biasa. Karena yang terpenting kami tetap berhati-hati," tutupnya. (*/la)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*