MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 08 Januari 2019 10:49
Penggunaan Tenaga Kerja Jadi Sorotan
TINJAU LAPANGAN: Komisi III DPRD memantau proses perkembangan lanjutan proyek pembangunan Pasar Rawa Indahkemarin.

PROKAL.CO, Pembangunan Pasar Rawa Indah dibutuhkan penggunaan tenaga kerja yang cukup banyak agar segera rampung. Saat Komisi III DPRD Bontang melakukan tinjauan lapangan, hanya tercatat 20 pekerja di lapangan. Hal ini dibenarkan Site Manager PT Sasmito Salem.

Menurut dia, saat ini kebanyakan pekerja yang digunakan berasal dari Jawa. Mengingat fokus pengerjaan berupa pemancangan. “Jadi sesuai standar operasional prosedur (SOP) kami harus menggunakan tenaga ahli,” kata Salem.

Namun, dia berjanji saat pemasangan bekisting (cetakan tempat beton basah dituangkan) nantinya merekrut tenaga kerja lokal. Konon, jumlahnya mencapai 200 orang yang dibutuhkan. “Nanti 60 persen tenaga dari luar Bontang, sedangkan 40 persen tenaga lokal,” paparnya.

Mendengar itu, anggota Komisi III Ridwan protes. Pasalnya, tenaga kerja Bontang sudah memiliki keahlian. Terbukti beberapa pabrik dapat berdiri, salah satunya akibat kemampuan tenaga lokal. “Kalau cari tenaga skill ada semua di Bontang, kenapa harus dari Pulau Jawa,” kesalnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta kepada kontraktor untuk cermat dalam mengambil keputusan. Termasuk dalam menjaga stabilitas daerah. “Jangan sampai ada gejolak seperti di proyek PLTU, Teluk Kadere, Bontang Lestari,” harapnya.

Ia pun menilai sudah saatnya penambahan tenaga kerja dilakukan. Agar target dapat terselesaikan sebelum batas waktu pengerjaan habis. “Kalau tidak ditambah karyawannya tidak akan terkejar penyelesaian pembangunan ini,” ucap Ridwan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Suhut Harianto memperingatkan kontraktor untuk taat regulasi setempat. Mengingat perda penempatan tenaga kerja belum lama ini telah disahkan.

Dalam perda itu, perusahaan wajib menggunakan tenaga kerja dengan proporsi 70 persen lokal. Jika melanggar maka sanksi pun bakal menanti. “Saya minta kontraktor patuhi perda. Jika tidak maka proyek ini harus disetop,” pungkas Suhut. (ak/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 11:53

Pajak Restoran Melonjak

BONTANG – Pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya bersumber dari…

Senin, 21 Januari 2019 11:51

Dua Rusunawa Belum Bisa Dihuni

BONTANG – Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dibangun di…

Senin, 21 Januari 2019 11:50

Peraturan Daerah Belum Tegas

MINIMNYA pendapatan dari segi pajak daerah rumah kontrakan disebabkan adanya…

Senin, 21 Januari 2019 11:49

Mangrove Berbas Pantai Bakal Dilengkapi Menara

BONTANG – Pemkot Bontang fokus terhadap pengembangan wisata. Selain untuk…

Senin, 21 Januari 2019 11:48

Keramba yang Menarik Perhatian Wisatawan

Wilayah Kota Bontang hampir 70 persen adalah lautan. Wisata maritim…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:09

ISPA Capai 11 Ribu Kasus

BONTANG – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:06

Tarif CT Scan Tunggu Perwali

BONTANG – Secara bertahap, RSUD Taman Husada Bontang melengkapi fasilitas…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:05

Honorer NyalegHarus Keluar

BONTANG – Bukan hanya PNS yang harus mengundurkan diri jika…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04
Dari Rekonstruksi Kasus Istri Bakar Bengkel Suami

Sakit Hati karena Suami Pelit, Enam Bulan Cekcok Masalah Uang

Emosi Mawar memuncak pertengahan Desember tahun lalu. Perempuan 29 tahun…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04

Dipicu Wisata, Pengunjung Hotel Meningkat

BONTANG – Jumlah pengunjung hotel meningkat sejak sejumlah objek wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*