MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 08 Januari 2019 10:52
Final Soeratin Dinilai Janggal
Andi Faisal Hasdam

PROKAL.CO, BONTANG–Asosiasi Kota (Askot) PSSI Bontang mencium kejanggalan partai final Piala Soeratin wilayah Kaltim. Akibatnya, tim kebanggaan Kota Taman gagal merengkuh gelar juara pada ajang sepak bola usia 17 tahun itu setelah takluk 0-1 dari tuan rumah Penajam Utama.

Ketua Askot PSSI Bontang Andi Faisal Hasdam mengaku telah melaporkan pertandingan kepada pengurus pusat PSSI. Nantinya, PSSI akan mendalami terlebih dahulu berdasarkan fakta di lapangan.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha setelah kejadian kontroversial di final kemarin (dua hari lalu),” kata pria yang akrab disapa Andi Faiz itu, Senin (7/1).

Dia juga meminta satuan tugas (satgas) antimafia bola juga menelisik hingga Kaltim. Tujuannya, agar pertandingan berbagai kejuaraan di Kaltim aman dari faktor non-teknis.

Andi Faiz berujar bila kondisi ini dibiarkan maka dapat merusak insan sepak bola di segala lapisan. Mengingat di kejuaraan usia dini pun telah dirasuki perbuatan yang tidak terpuji.

“Kami kalau kalah secara skill tidak masalah. Tetapi kalau faktor non-teknis itu yang tidak bisa kami terima. Mereka (pemain usia dini) itu jangan dirusak,” kesalnya.

Sementara itu, pelatih tim Askot Bontang Aswar Arif telah mendapatkan bukti berupa rekaman pertandingan. Gol yang didapatkan tuan rumah pada menit 40 sangat kontroversial.

Ia membenarkan Ari Pratama melakukan body contact dengan lawan. Hanya, ganjaran tendangan penalti itu sangat membuat mantan pemain Bontang FC ini geram. “Keputusan wasit memberi penalti itu tidak pantas. Karena itu kontak normal dan tidak ada pelanggaran berat,” kata Aswar.

Gugun Saiful Rahman berhasil mencetak gol melalui tendangan 12 pas. Eksekusi pertama mampu diblok kiper Askot Bontang M Syahru Ramadhan. Namun, wasit meminta tendangan diulang karena terdapat pemain lawan yang masuk kotak penalti sebelum bola dieksekusi.

Selain itu, Aswar berpendapat gol anak asuhnya yang dianulir wasit pada menit 70 tidak terbukti offside. Berdasarkan rekaman, terdapat salah satu pemain Penajam Utama yang berjalan dari arah mulut gawang. Ketika bola ditendang oleh Aidil Putra, posisi pemain Askot Bontang berada dalam satu garis.

Kemelut di area terlarang itu lantas dituntaskan oleh eksekusi Ambon. Sayangnya, hakim garis telah mengangkat bendera. Walhasil, selebrasi pun batal. “Hakim garis tidak jelas. Mengapa mengangkat bendera padahal masih ada pemain lawan yang posisinya di depan pemain kami,” ujarnya.

Aroma kejanggalan sebenarnya sudah dirasakan sejak wasit membuka pertandingan. Sebab, laga baru berjalan tujuh menit pemain Askot Bontang telah mendapatkan lima kartu kuning.

“Situasinya kami bermain jual-beli serangan. Tetapi tuan rumah diuntungkan dengan pelanggaran yang diberikan wasit,” keluhnya. (ak/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*