MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 30 Januari 2019 10:05
Burung Seharga Rp 40 Juta Nyaris Raib
DIBEKUK: Suwandi (membelakangi kamera) ditahan di Polsek Bontang Utara.

PROKAL.CO, BONTANG–Kecintaannya terhadap burung jenis cucok hijau membuat Sunarno (48) enggan kehilangan burung seharga Rp 40 juta. Aksi pencurian yang dilakukan Suwandi (26) lantas dia laporkan ke Polsek Bontang Utara dan membuatnya mendekam di balik jeruji besi.

Dirawat sejak 2000, burung cucok hijau pun telah mengantongi berbagai jenis penghargaan berkat suaranya yang merdu. Bahkan, burung berwarna hijau itu bisa menirukan berbagai suara. Rabu  (23/1) sekira pukul 08.00, Sunarno menjemur burungnya di dahan pohon depan rumahnya. Dia pun masuk ke rumah untuk mengambil pakan burung.

Apesnya, saat keluar rumah sangkar burung sudah berada di bawah dan burung kesayangannya telah raib. "Korban ini melihat seseorang di jarak 10 meter memegang jaket disampingnya dan ternyata itu burung cucok hijau," kata Kapolsek Bontang Utara Iptu Eko Wahyono, Selasa (29/1).

Pelaku lantas dikejar dan berhasil dibekuk pada jarak 25 meter dari TKP di Jalan Maluku, Nomor 12, RT 16, BTN KCY Kelurahan Apiapi. Eko menyebut, burung tersebut sering juara jika diikutkan kontes burung. Bahkan, ada yang menawarnya dengan harga Rp 120 juta.

Menurut tersangka Suwandi, burung tersebut dihargai Rp 2 juta oleh pemiliknya. Ia mengetahui lantaran sempat menjadi penumpang ojek Sunarno ketika hendak ke Pelabuhan Loktuan. "Saya rencana mau pulang ke Makassar, diantar sama Sunarno kebetulan ojeknya," aku Suwandi.

Sebelum ke pelabuhan, mereka singgah di rumah Sunarno untuk mengambil helm. Dari situlah, tersangka melihat burung cucok hijau milik Sunarno. Selama jadi penumpang Sunarno, mereka berbincang soal burung itu.

“Dia kasih tahu harganya Rp 2 juta. Saya juga ditanya suka burungkah? Saya jawab hanya suka denger suaranya,” ungkap pria yang belum menikah itu.

Saat diantar ke pelabuhan, ternyata tak ada kapal. Mereka pun kembali dan Suwandi menjalankan aksinya keesokan harinya. Ia butuh uang dan berpikir burung itu bisa dijual untuk ongkos pulang ke Makassar.

Mencuri burung ternyata aksi keduanya bagi Suwandi. Sebelumnya dia sempat mencuri burung murai batu di Jalan Tongkol Rawa Indah. "Burung itu saya pelihara karena suka suaranya," ujar mantan pekerja semen tersebut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. (mga/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:53

Pelajar Kelas VI SD Wajib Lalui Empat Kali Try Out

BONTANG – Pelajar kelas VI SD mulai dipadatkan dengan persiapan ujian…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:52

Mau Dipindah, PKL Gusar, Katanya Sih Belum Ada Ini...

BONTANG – Wacana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kompleks Stadion Bessai…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:51

Ketua RT di Pesisir Bantah Pemilu Rawan

PARA ketua RT di wilayah pesisir Bontang meyakini Pemilu 2019…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:50

Seleksi Jabatan, Uji Makalah Diulang

SELEKSI terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Bontang belum juga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:48

UNBK di Bontang, SMP Swasta Berat di Server

BONTANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP…

Jumat, 15 Februari 2019 10:35

Perjualan Pernak-pernik Valentine Merosot Drastis

BONTANG – Hari kasih sayang identik dengan pernak-pernik bercorak hati.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:34

TPS Pesisir Dinilai Rawan

BONTANG – Wilayah pesisir Bontang dinilai rawan saat Pemilu 2019.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:33

Tetap Positif saat Hari Valentine

Tak semua remaja merayakan hari kasih sayang dengan bablas. Tetap…

Jumat, 15 Februari 2019 10:30

PARAH..!! Tiga Kasus MBA dalam Dua Bulan

Dua bulan awal 2019 ini, tiga pasangan mendapat “gelar MBA”:…

Kamis, 14 Februari 2019 12:28

Banjir Guntung Minim Disinggung

REKOMENDASI panitia khusus (Pansus) banjir DPRD telah diserahkan kepada Pemkot…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*