MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 30 Januari 2019 10:06
Targetkan Zero Lost Time Accident

Pupuk Kaltim Gelar Survey Safety Culture

BUDAYAKAN K3: Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho (kanan) dan Konsultan Safety Culture Bambang Murtjahjanto, sesaat sebelum survey safety culture digelar.

PROKAL.CO, BONTANG–Untuk merealisasikan target zero lost time accident, PT Pupuk Kaltim menggelar survey safety culture, kemarin (29/1), di Ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim. Menghadirkan konsultan safety culture serta tim champion safety culture dari Pupuk Indonesia Grup.

Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim Satriyo Nugroho menuturkan, survei ini merupakan bagian dari program safety culture Pupuk Indonesia yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh anggota holding Pupuk Indonesia lainnya. Bertujuan menilai tingkat budaya kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di Pupuk Kaltim.

Metode pengukuran dengan menggunakan kuesioner yang harus diisi oleh level top management, middle management, pelaksana, dan kontraktor. Pada kesempatan itu, mewakili jajaran direksi dan manajemen Pupuk Kaltim, Satriyo mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Pupuk Kaltim atas pencapaian 20.758.223 jam kerja aman tanpa kecelakaan hingga Desember 2018.

“Kami berharap, seluruh karyawan dapat meningkatkan pencapaian jam kerja ini dan berperan aktif untuk terus-menerus melakukan berbagai upaya di bidang K3. Karena apabila K3 terlaksana dengan baik maka kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat ditekan. Sehingga dapat tercapai tempat kerja yang aman, nyaman, sehat, dan tercipta produktivitas,” harap Satriyo.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah, sedang, dan akan terus mengembangkan serta membudayakan K3 sebagai bagian dari kontribusi untuk membangun perusahaan.

Acara juga dirangkai dengan pemaparan Key Performance Indicators Establishment (KPIs) oleh konsultan safety culture, Bambang Murtjahjanto. Dia menjelaskan, KPI merupakan sebuah tolak ukur untuk mengejar target. Dikatakan, budaya menurut teknologi terbagi menjadi empat tahap. Yakni, bersifat patologis, reaktif, kalkulatif, proaktif, dan level paling tinggi, yaitu generatif. KPI merupakan sebuah target-target yang perlu diperbaiki.

"KPI-nya salah, arah kerja Anda salah. KPI-nya salah, arah bisnis juga salah. Jika tidak belajar standar dengan baik, maka yang akan menjadi korban pertama adalah KPI," tuturnya.

Karakteristik KPI, antara lain relevan, fokus, representatif, tepat waktu, mengerti, sepakat, dilaporkan, diatur, sumber daya, dan dinilai. Karena standar adalah sebuah bukti bahwa sudah ada rujukan. Survey safety culture ditutup dengan pengisian kuesioner oleh sekitar 200 lebih peserta yang hadir. (s*/edw/kri/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*