MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 31 Januari 2019 11:16
Masjid yang Bakal Jadi Icon Bontang Ini Dikucur Rp 35 Miliar

Tavip: Tugas Berat Proyek Tahun Tunggal

IKON MARITIM: Desain masjid terapung yang dibangun Pemkot Bontang dengan alokasi anggaran Rp 35 miliar.

PROKAL.CO, BONTANG – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang tahun lalu mengalokasikan anggaran untuk masjid terapung sebesar Rp 11 miliar. Pada 2019 alokasi anggaran pembangunan masjid yang mendukung visi-misi maritim itu ditambah menjadi Rp 35 miliar.

“Kami anggarkan Rp 35 miliar lebih untuk satu tahun pengerjaan,” jelas Kepala Dinas PUPRK Bontang Tavip Nugroho saat ditemui Rabu (30/1).

Menurut dia, saat ini prosesnya masih perbaikan dokumen untuk lelang. Awal Februari akan masuk lelang. Sebab, pihaknya hanya memiliki waktu minimal 9 bulan. Awal tahun, sempat meleset target lelang karena ada ketidaksesuaian. “Sempat over anggaran dan kami pangkas-pangkas hingga Rp 35 miliar,” ujarnya.

Terkait lokasi, benar-benar di atas laut dan tidak memerlukan pembebasan lahan. Masjid yang bakal menjadi ikon kota maritim ini juga bakal dilengkapi menara pandang untuk melihat view Bontang. Ukuran masjid sekira 20x20, tetapi serambinya banyak di sampingnya.

“Ini tugas berat bagi kami karena harus selesai dalam waktu satu tahun. Kami target awal Maret sudah mulai kerja,” kata Tavip.

Kontraktor pemenang, sambung dia, harus memiliki modal awal. Pasalnya, pemasangan tiang pancang harus semua dipasang berjumlah seribuan lebih. “Cukup kritis, karena pemancangan di dalam air. Harapannya, satu hari bisa 10 pancangan selesai,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Kajari Bontang Agus Kurniawan menyebut beberapa proyek strategis yang dikawal TP4D di 2019. Karena keterbatasan SDM, pihaknya akan memilah proyek yang nilainya di atas Rp 2 miliar, salah satunya masjid terapung. “Maksimalnya kami hanya bisa mengawal 7 sampai 10 proyek saja,” sebut kajari.

Menurutnya, pengawalan TP4D bisa maksimal jika dilibatkan sejak perencanaan pembangunan. Mengingat banyak penyimpangan yang terjadi saat perencanaan. “Masjid terapung kami tak kawal perencanaannya karena keterbatasan SDM, namun pembangunannya pada 2019 bakal kami kawal,” pungkasnya. (mga/kri/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:53

Pelajar Kelas VI SD Wajib Lalui Empat Kali Try Out

BONTANG – Pelajar kelas VI SD mulai dipadatkan dengan persiapan ujian…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:52

Mau Dipindah, PKL Gusar, Katanya Sih Belum Ada Ini...

BONTANG – Wacana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kompleks Stadion Bessai…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:51

Ketua RT di Pesisir Bantah Pemilu Rawan

PARA ketua RT di wilayah pesisir Bontang meyakini Pemilu 2019…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:50

Seleksi Jabatan, Uji Makalah Diulang

SELEKSI terbuka jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama Bontang belum juga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:48

UNBK di Bontang, SMP Swasta Berat di Server

BONTANG – Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di tingkat SMP…

Jumat, 15 Februari 2019 10:35

Perjualan Pernak-pernik Valentine Merosot Drastis

BONTANG – Hari kasih sayang identik dengan pernak-pernik bercorak hati.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:34

TPS Pesisir Dinilai Rawan

BONTANG – Wilayah pesisir Bontang dinilai rawan saat Pemilu 2019.…

Jumat, 15 Februari 2019 10:33

Tetap Positif saat Hari Valentine

Tak semua remaja merayakan hari kasih sayang dengan bablas. Tetap…

Jumat, 15 Februari 2019 10:30

PARAH..!! Tiga Kasus MBA dalam Dua Bulan

Dua bulan awal 2019 ini, tiga pasangan mendapat “gelar MBA”:…

Kamis, 14 Februari 2019 12:28

Banjir Guntung Minim Disinggung

REKOMENDASI panitia khusus (Pansus) banjir DPRD telah diserahkan kepada Pemkot…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*