MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 11 Februari 2019 11:56
Pengemudi Grab Layangkan Petisi, Minta Pembatasan Armada
BATASI ARMADA: Pengemudi ojek online Grab meminta adanya pembatasan pendaftaran agar tidak mengurangi pendapatan mereka.ADIEL KUNDHARA/KP

PROKAL.CO, BONTANG – Minat menjadi pengemudi ojek online (daring) di Kota Taman sangat besar. Mengantisipasi itu, pengemudi yang tergabung dalam perusahaan Grab meminta adanya pembatasan armada.

Kasri, salah satu pengemudi Grab menuturkan, telah melayangkan petisi kepada pimpinan perusahaan di pusat. Untuk menutup pendaftaran menjadi pengemudi Grab Car (ojek mobil, Red.).

“Petisi sudah disodorkan empat hari lalu ke pihak admin,” kata Kasri.

Mengingat saat ini telah terdaftar 120 armada. Namun, diakuinya tidak semuanya aktif 24 jam menjadi pengemudi ojek. Pasalnya, sebagian pengemudi menjadikan pekerjaan ini sebagai sampingan saja.

“Dari jumlah itu yang aktif sekira 70 pengemudi,” tuturnya.

Tujuan pembatasan ialah agar pendapatan pengemudi tidak mengalami penurunan. Sehubungan dengan luas Kota Bontang yakni 497,3 kilo meter persegi dirasa cukup dengan total armada yang ada.

Tak hanya itu, pengemudi juga meminta penyerataan tarif. Dituturkannya, ada perbedaan tariff di Bontang dengan daerah lain. Namun, saat ditanya lebih lanjut Kasri tidak dapat memaparkan secara detail perbedaannya.

Senada, Adi Sulandar selaku pengemudi Grab Car lainnya membenarkan adanya permintaan batasan armada. Bahkan, untuk jenis Grab Bike (ojek sepeda motor) pun telah dibatasi terlebih dahulu. Mengingat jumlahnya telah mencapai 550 armada.

“Kalau tidak dibatasi, pendapatan pengemudi bakal makin surut,” kata Adi.

Sementara penambahan pelanggan ojek berbasis daring ini tidak terlalu signifikan. Diperkirakan penutupan pendaftaran armada berlangsung minggu depan.

Selain itu, dalam petisi juga berisi pengaturan tarif bagi pemesan yang berada di komplek PT Badak LNG. Diketahui, aturan saat mengemudi di lokasi tersbeut sangatlah ketat. Pengendara diminta meninggalkan kartu identitas ketika tidak mempunyai stiker masuk area dari perusahaan.

Pengemudi menilai kerap terjadi kerugian. Pasalnya, tidak semua kendaraan dibubuhi stiker. Sehingga harus kembali menuju gerbang jalur masuk saat hendak mengambil penumpang. Padahal, tarif berdasarkan jalur terdekat dalam peta GPS.

“Itu menjadi kegelisahan rekan-rekan pengemudi lainnya. Kalau saya beruntung sudah ada stiker,” tuturnya.

Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Ervina mengatakan regulasi terkait ojek online hingga kini belum ada. Ia masih menunggu turunan peraturan dari Pemprov Kaltim. “Masih berkoordinasi dengan Dishub Kaltim terkait itu,” pungkas Ervina. (ak)

 

 


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*