MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 12 Februari 2019 11:00
Nelayan Tuntut Ganti Rugi Rp 250 Juta

Mengaku Terimbas Pengerukan, Perusahaan Minta Cek Lapangan Dulu

-

PROKAL.CO, BONTANG–Nasib apes menimpa Kelompok Nelayan Usaha Maju Tihi-Tihi. Jalur yang biasanya digunakan budi daya rumput laut diduga terdampak aktivitas PT Graha Power Kaltim (GPK). Akibatnya, budi daya mati total dan gagal panen.

Maskur, ketua kelompok nelayan, menyampaikan hal tersebut telah terjadi tahun lalu. Namun, perusahaan dinilai tidak punya iktikad baik untuk menyelesaikan. “Setahun sudah kami adukan tetapi belum ada hasil. Kami sudah habis kesabaran, makanya kami berkirim surat ke dewan untuk dimediasi,” kata Maskur.

Dia tidak sendiri, tiga rekannya pun bernasib serupa. Total 303 jalur terkena imbas pengerukan GPK. Perinciannya, 131 jalur milik Maskur, Samal 70 jalur, Rusming 45 jalur, dan Hamzah 57 jalur.

Maskur menuturkan, perusahaan wajib mengganti rugi Rp 250 juta. Nominal itu untuk penggantian bibit. Dia memaparkan, untuk satu jalur diperlukan 40 kilogram bibit budi daya. Dengan asumsi harga bibit per kilogramnya Rp 22 ribu.

“Ini perhitungan dari kami, jika dijumlahkan maka nominalnya sesuai dengan ganti rugi yang kami lontarkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Syamsu Wardi mengaku sulit membangun akses komunikasi dengan perusahaan. Bahkan, dia menyebut, PT GPK tidak seperti perusahaan lain saat hendak memulai pengerjaan pengerukan.

“Kalau lainnya itu sosialisasi dulu kepada masyarakat terkait dampak yang terjadi, ini tidak,” kata Wardi.

Menurut dia, ada dua tahap pengerukan yang telah dikerjakan. Pertama, di sekitar lokasi pembuatan dermaga atau masuk daerah Selangan dan Lok Tunggul. Kedua, pengerukan alur pelayaran. “Tahap kedua inilah yang membuat nelayan ini terkena imbasnya,” tutur dia.

Wardi mengaku telah memberikan data terkait nelayan kala itu kepada perusahaan. Namun, proses penyelesaian ganti rugi pun tanpa melibatkan DKP3. Hasilnya, ada nelayan yang belum menerima. Termasuk Kelompok Nelayan Usaha Maju Tihi-Tihi.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Utama PT GPK Aris Munandar menurut belum ada laporan yang masuk terkait permasalahan kelompok nelayan tersebut. “Belum ada informasi atau laporan mengenai ini,” katanya.

Namun, Aris sempat menyebut perusahaannya tidak melakukan pengerukan di Tihi-Tihi. Hanya mengambil lokasi di depan dermaga atau wilayah kolam putar kapal. “Mungkin matinya karena hama atau penyakit. Harus dicek ke lapangan terlebih dahulu,” pungkasnya. (ak/dwi/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 09:37

2024, Bontang Krisis Guru PNS

BONTANG – Ancaman kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Nigeri Sipil…

Senin, 20 Mei 2019 09:36

Tak Ada Zona Khusus Sarang Burung Walet

BONTANG – Sarang burung walet, sudah sejak lama berdiri di…

Senin, 20 Mei 2019 09:35

Demi Keamanan, Usulkan Pagar Jembatan

BONTANG – Warga RT 01, Kampung Selambai, Kelurahan Lhoktuan sepakat…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:29

Wali Kota Dorong Stitek Jadi PTN

BONTANG – Wacana kembali digulirkan Pemkot Bontang dalam bidang pendidikan.…

Jumat, 17 Mei 2019 10:07

SERBUU..!! Dapat Jatah Tambahan 1.362 Tiket Kapal

BONTANG–Kabar gembira bagi pemudik Lebaran tahun ini yang menggunakan moda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*