MANAGED BY:
RABU
20 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 15 Februari 2019 10:35
Perjualan Pernak-pernik Valentine Merosot Drastis
SEPI PEMBELI: Penjual pernak-pernik Valentine mengalami penurunan omzet tahun ini.

PROKAL.CO, BONTANG – Hari kasih sayang identik dengan pernak-pernik bercorak hati. Baik segi warna maupun bentuk. Namun, dari tahun ke tahun, penjualan aksesori Hari Valentine mengalami penurunan drastis.

Kaji, pemilik Toko Pantai Indah di Jalan Ahmad Yani, Tanjung Laut, Bontang, mengatakan tahun ini sepi pengunjung. Bahkan, selama dua hari belakangan ini praktis tak ada pembeli. Beberapa barang dagangan justru terlihat dimasukkan ke kardus.

“Stok masih utuh, belum ada yang laku,” kata Kaji saat ditemui di lokasi jualannya, Kamis (14/2).

Penurunan ini terjadi bertahap dalam sembilan tahun terakhir. Tahun ini, dia mengaku hanya mendapat puluhan ribu rupiah dari penjualan pernak-pernik hari kasih sayang.

Padahal sepuluh tahun lalu, omzetnya terbilang menggiurkan. Stok barang pun jauh-jauh hari dipersiapkan. Agar tidak terjadi kekosongan pada 14 Februari. “Dulu bisa tembus Rp 40 juta satu bulannya, sekarang sepi,” ujarnya.

Menurutnya, tren memperingati Valentine sudah mulai bergeser. Anak-anak cenderung menggunakan uangnya untuk membeli pulsa dan paket data internet. Sementara orang dewasa justru lebih condong membeli kebutuhan rumah tangga.

Disinggung mengenai maraknya penjualan online, Kaji tak terlalu ambil pusing. Sebab, jika konsumen membutuhkan segera, tentu akan mengunjungi lapaknya.

Kendati sepi pembeli, Kaji enggan beralih usaha. Dituturkannya, dengan pendapatan yang pas-pasan masih bisa untuk membayar keperluan sehari-hari. Di antaranya, listrik, air, dan pajak. “Satu bulan cukuplah untuk makan. Kuncinya sabar dalam berusaha,” tuturnya.

Adapun pernak-pernik valentine yang dijualnya ialah setangkai bunga dengan kisaran harga Rp 15 ribu, gantungan kunci Rp 10 ribu, kotak musik Rp 75 ribu, kartu ucapan Rp 5 ribu, dan boneka Rp 100 ribu.

Sementara, pedagang cokelat juga bernasib serupa. Syamsuar mengatakan, angka penjualan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. “Turunnya sampai 50 persen ini,” pungkas Syamsuar. (ak/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*