MANAGED BY:
RABU
20 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 09 Maret 2019 10:35
Bontang Panen Pertama Garam Krosok
Panen Garam, Target Produksi 10 Ton Sebulan
PANEN PERDANA: Program percobaan budidaya garam krosok di Bontang sudah bisa dipanen perdana. panen perdana dihadiri Wali Kota Bontang Basri Rase (dua dari kiri) bersama Ketua DPRD Bontang di Balai Benih Ikan (BBI) Tanjung Laut. MEGA ASRI/KP

PROKAL.CO, 70 persen dari luasan wilayah Bontang ialah laut. Maka disayangkan jika Bontang yang masuk kota pesisir tidak memanfaatkan air laut yang berlimpah. Salah satunya untuk memproduksi garam.

-------

Garam krosok banyak diperlukan oleh pengusaha ikan, juga pabrik es batu. Pasalnya, garam tersebut sebagai pengawet ikan dan juga es batu. 2019 ini, Bontang tak lagi harus memasok garam krosok dari Sulawesi dan Madura. Sebab Bontang sudah mampu produksi sendiri.

Mulai akhir tahun lalu, tepatnya November 2018 produksi garam dengan sistem tunnel mulai dilakukan. Tunnel ialah sistem tertutup, dimana air laut dijemur di kotak tambak (meja peminihan) dengan menggunakan penutup dari plastik geothermal agar tetap terkena sinar matahari.

Manfaat dari sistem tersebut memungkinkan produksi garam bisa dilakukan sepanjang tahun dengan kualitas yang baik. Dibandingkan dengan produksi garam yang langsung dari tambak. Selain musim kemarau, dengan sistem tunnel ini garam krosok tetap dapat diproduksi, meski jumlahnya tidak sebanyak saat musim kemarau.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Bontang Ajy Erlinawati menuturkan program usaha pemberdayaan garam rakyat merupakan salah satu program yang dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Teknologi sistem tunnel dikembangkan oleh Balai Pelatihan, dan Penyuluhan Perikanan Tegal yang merupakan UPT dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Ada 3 unit rangkaian tunnel, setiap unitnya terdiri dari 6 kotak tambak,” jelas Iin --sapaannya--, Jumat (8/3) di acara panen perdana garam krosok di Bontang.

Proses produksinya, air laut dari tandon air muda dialirkan ke kotak tambak untuk proses penuaan air sampai kadar tertentu untuk dialirkan ke kotak tambak pembentukan kristalisasi garam. “Dari setiap unit rangkaian tunnel, ada 2 kotak tambak yang menghasilkan kristal garam atau garam krosok,” ujarnya.

Target dari percontohan ini, diharapkan bisa memproduksi satu ton garam perminggunya atau empat ton dalam sebulan. Bila harga garam krosok Rp 4 ribu perkilogram, maka akan menghasilkan Rp 16 juta perbulannya. Kebutuhan garam krosok perbulannya di Bontang mencapai 10 ton perbulan atau 120 ton pertahun. “Garam krosok ini biasa digunakan untuk penggaraman ikan dan pabrik es,” imbuhnya.

Ditambahkan Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya DKPPP Bontang Syamsu Wardi bahwa di Kalimantan terdapat 5 kabupaten kota yang melakukan percontohan budidaya garam sistem tunnel, di antaranya Berau, Ketapang, PPU, Bontang dan Sambas. Pihaknya melakukan produksi garam krosok ini secara swadaya dan dibantu dana dari DKPPP dengan total nilai anggaran Rp 70 juta. “Proses produksinya tergantung cuaca, selain cuaca, kendalanya banjir rob, tapi memang airnya belum sampai masuk ke kotak tambak,” bebernya.

Selama ini, kebutuhan garam krosok di Bontang dipasok dari luar daerah dan sering terkendala di pengiriman karena melalui jalur laut. Garam krosok di Bontang bisa dipanen setiap minggu. “Target kami, Bontang yang nantinya bisa swasembada garam krosok ke daerah lain,” pungkas Wardi.(mga)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*