MANAGED BY:
RABU
20 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 11 Maret 2019 10:33
Duta Pemuda Bontang yang Lolos ke Jambore Pemuda Indonesia (JPI)
Alami Kecelakaan saat Persiapan JPD Kaltim
BERPRESTASI: Duta pemuda Bontang bernama Alamsyah Adi Saputra berhasil menduduki peringkat keempat saat Jambore Pemuda Daerah (JPD) Kaltim. Secara otomatis, ia berhak mewakili Kaltim berlaga di Jambore Pemuda Indonesia (JPI), Oktober mendatang di Minahasa, Sulawesi Utara.

PROKAL.CO, Tubuh tegap dan berwawasan luas itulah yang tergambar dari duta pemuda kontingen Bontang bernama Alamsyah Adi Saputra. Namun, siapa sangka perjalanan meraih satu tiket ke Jambore Pemuda Indonesia (JPI), Oktober mendatang di Minahasa, Sulawesi Utara sangatlah pelik. Bahkan, peristiwa kecelakaan pun harus dilaluinya untuk menggambarkan sebuah perjuangan.

ADIEL KUNDHARA, Bontang

Persiapan untuk lolos ke ajang bergengsi tingkat JPI harus ditapaki Alamsyah Adi Saputra, duta pemuda Bontang. Tawa maupun duka silih berganti wajib dialami bersama rekan sepejuangannya.

Kisahnya berawal dari sebuah informasi untuk mengikuti kegiatan tersebut dari tempat ia menimba ilmu. Saat ini, Alamsyah berstatus sebagai mahasiswa semester 6 jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi (Stitek) Bontang.

Bukan hanya informasi, petinggi kampus pun memberikan dukungan lainnya. Berupa pemberian uang untuk mengurus berkas seleksi jambore pemuda daerah (JPD) tingkat Bontang. Konon, jumlahnya mencapai ratusan ribu rupiah.

“Kampus saya sangat mendukung apabila ada mahasiswa yang berprestasi. Saya hanya ingat jumlahnya Rp 350 ribu untuk memperoleh surat keterangan bebas HIV karena ada notanya. Tetapi selain itu masih ada lagi,” kata Alamsyah.

Selain itu, dispensasi pun diberikan oleh dosennya. Ia mengaku tidak merasa tertinggalan materi perkuliahan saat mengikuti proses seleksi. Setelah mendaftar, ia langsung menyibukkan diri mendalami materi. Mulai dari wawasan seputar Kota Taman hingga kepemudaan. Alamsyah pun mengakui persiapan sangatlah singkat. Durasi dua hari jelang seleksi dipandang kurang cukup.

“Kalau materi seputar Bontang saya menggali dari situs pemerintah kota. Terutama berkenaan dengan sejarah dan lambang. Sementara untuk kepemudaan sepintas belajar dari tayangan televisi,” ujarnya.

Alasan mengikuti kegiatan seperti ini karena Alamsyah ingin mengubah karakter dirinya. Sebab, sebelumnya ia condong menjadi pribadi yang pendiam. Dengan keikutsertaannya maka kuantitas teman bakal bertambah. 

Selama dua hari pula, Alamsyah dinilai oleh para juri. Mulai dari tes tulis, wawancara, samapta, pembuatan hasta karya, dan pertunjukkan pentas seni. Untuk pembuatan hasta karya, ia berinovasi menjadikan kotak kanebo sebagai kotak pensil.

Proses pembuatannya cukup mudah. Kotak kanebo dibungkus dengan kain batik sisa, berdasarkan pola yang telah dibuat sebelumnya. Guna mempercantik, di bagian akhir pembuatan kotak itu diberi pita.

“Saya dibantu ibu saya untuk menjahitnya. Pemilihan kotak pensil ialah saat ini para pelajar jarang menggunakan perlengkapan tersebut dan untuk meminimalisir kehilangan alat tulis,” terang pria kelahiran Tulungagung, Jawa Timur ini.

Pada saat pengumuman, Alamsyah pun masuk enam besar. Secara otomatis melaju di tingkat provinsi. Mengingat kuota yang diberikan panitia ialah sepuluh peserta disebabkan Kota Taman ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan JPD Kaltim.

Persiapan kembali wajib dilahap oleh Alamsyah. Salah satunya terkait pertunjukkan pentas seni berdasarkan kontingen. Latihan dilalui bahkan hingga dini hari.

Ia mengakui tidak memiliki dasar menari. Pasalnya, yang terlintas di benaknya dengan kegiatan kepemudaan ini ialah seputar orasi. Berkat ilmu yang diajarkan pelatih, saat ini Alamsyah sedikit bisa menggerakkan tubuhnya selaras dengan irama yang dilantunkan.

“Persiapannya tiga pekan penuh untuk JPD Kaltim. Setiap pukul 19.00 hingga 23.00 Wita. Terkadang hingga pukul 01.00 Wita untuk pematangan pentas seninya,” papar anak dari pasangan Tasida dan Darti Setiari ini.

Di saat kondisi lelah, tentunya konsentrasi pun sedikit buyar. Tragedi kecelakaan sempat dialami Alamsyah, usai pulang persiapan. Ketika menemani rekannya pulang dari Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispora) menuju Kelurahan Guntung, sepeda motor yang ia kendarai menabrak kendaraan temannya. Pasalnya, terdapat kendaraan bak terbuka yang tiba-tiba melintas kencang di depannya.

“Saat itu kami pelan. Tetapi teman saya langsung mengerem mendadak. Sepeda motornya berhasil diseimbangkan tetapi saya tidak sempat sehingga menabrak miliknya,” kata alumnus SMAN 3 Bontang ini.

Ia pun terjatuh dari kendaraan. Lutut sebelah kiri mengalami lecet akibat bergesekan dengan aspal. “Sampai saat ini masih belum sembuh lukanya,” terang pria berusia 21 tahun ini.

Selama proses seleksi JPD, tiga tes dipandang berat. Baik tertulis, wawancara, maupun pentas seni. Sehubungan tes tertulis, peserta wajib mengetahui keseluruhan adat budaya Kaltim. Serta berwawasan kepemudaan dan kebangsaan.

Sementara untuk proses seleksi wawancara, Alamsyah sempat mendapat pertanyaan mendetail dari dewan juri. Berkenaan dengan seni budaya lokal. Kendati sudah persiapan matang, faktor mental menjadi tantangan saat menunjukkan pentas seni.

Kerja keras pun berbuah hasil. Alamsyah dipilih untuk mewakili Kaltim di JPI, Oktober mendatang. Ia tercatat berada di peringkat keempat dengan total nilai yang dikemas sejumlah 337,87.

“Perasaannya bingung, senang, dan bangga menjadi satu,” tuturnya.

Ke depan, ia optimistis mampu memberikan yang terbaik. Alamsyah pun menyatakan siap untuk bergabung dengan tim baru. Dalam mempersiapkan dan memperdalam materi seputar Kaltim.


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*