MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 14 Maret 2019 09:12
Ada Dua Opsi Sumber Air Baru di Kota Ini, Apa Saja?

Desalinasi Air Laut atau Beli dari Bendungan

Neni Moerniaeni

PROKAL.CO, BONTANG – Kota Taman membutuhkan sumber air baru selain air bawah tanah atau deepwell. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni juga selalu mengingatkan masyarakat agar hemat air dan menanam pohon demi kelestarian lingkungan.

“Itulah mengapa Bunda (sapaan wali kota) ingin mempertahankan hutan Wanatirta, juga selalu mengedukasi masyarakat menggunakan air seminimal mungkin,” kata Neni saat ditemui di Kantor Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Rabu (13/3).

Kata dia, sumber air di Bontang hanya deepwell. Sementara, Bontang tak memiliki sumber air permukaan. Sungai di Bontang juga airnya seperti air parit, tidak jernih. Lebarnya pun kecil. Tetapi Pemkot Bontang selalu memikirkan tambahan sumber air baru. “Mungkin suatu saat kami lakukan desalinasi air laut,” ujarnya.

Sebelum memutuskan desalinasi, Neni berupaya membeli air bersih dari bendungan Suka Rahmat dan bendungan Marangkayu, Kukar. Saat ini, harga jual air PDAM Tirta Taman masih terbilang murah. Sebab, ada subsidi dari Pemkot Bontang.

“Dari ongkos produksi Rp 5.400 dijual hanya Rp 3 ribu. Jadi warga harus irit air. Dan beginilah kondisi Bontang,” terang dia.

Menurut Neni, sumber air dari desalinasi air laut bisa dilakukan namun butuh biaya yang mahal. Karena itu, Neni meminta masyarakat Bontang untuk menjaga lingkungan agar air bawah tanah selalu ada.

“Semakin lama memang semakin menurun air bawah tanah. Maka pertahankan dengan menanam pohon, mangrove, dan lainnya,’ imbuhnya.

Saat musim kemarau panjang seperti ini, memang Bontang terancam krisis air bersih. Apalagi, kata Neni, Kota Taman berada di garis khatulistiwa yang cuacanya tak dapat diprediksi. Namun, dituturkan Neni, saat ini memang sudah terjadi anomali musim akibat pemanasan global.

“Makanya saya selalu bilang jaga air dan hemat air. Sungai di Bontang kecil sekali, tak bisa dibuat minihydro, mikrohydro, dan lainnya,” tutupnya. (mga/dwi/k16)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:29

Wali Kota Dorong Stitek Jadi PTN

BONTANG – Wacana kembali digulirkan Pemkot Bontang dalam bidang pendidikan.…

Jumat, 17 Mei 2019 10:07

SERBUU..!! Dapat Jatah Tambahan 1.362 Tiket Kapal

BONTANG–Kabar gembira bagi pemudik Lebaran tahun ini yang menggunakan moda…

Jumat, 17 Mei 2019 10:06

Apresiasi Pemilu Berjalan Aman

BONTANG–Dalam rangka agenda safari Ramadan, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto dan…

Jumat, 17 Mei 2019 10:05

Tiga Pelajar Raih Nilai Sempurna

BONTANG–Prestasi akademik kembali diraih pelajar Kota Taman. Berdasarkan hasil ujian…

Kamis, 16 Mei 2019 10:26

Uang Pengganti Rp 1 Miliar Disetor Kas Negara

BONTANG - Kejari Bontang menyerahkan uang pengganti Rp 1 miliar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*