MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 12 April 2019 11:27
Untuk Wisata Bontang, Pusat Dikucur DAK Tiga Tahun Berturut
Pulau Beras Basah, salah satu destinasi wisata di Bontang.

PROKAL.CO, BONTANG – Pemerintah pusat memperhatikan sektor pariwisata di Bontang. Terbukti tiga tahun berturut-turut mendapat kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) di bidang itu.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bambang Cipto Mulyono mengatakan gelontoran anggaran ini dapat digunakan untuk membantu pembangunan destinasi wisata. Selain itu, kegiatan peningkatan sumber daya manusia di bidang kepariwisataan pun dijangkau.

“Selama tiga tahun DAK fisik pariwisata tidak pernah lepas. Ditambah, tahun ini, Kota Bontang pun mendapat tambahan berupa DAK non fisik untuk kepariwisataan,” kata Bambang.

Pada 2017, Kota Taman dinobatkan sebagai peraih satu-satunya DAK fisik pariwisata, se-Kaltim. Pemerintah pusat saat itu menggelontorkan dana sejumlah Rp 1 miliar.

Setahun berselang, Bontang mendapatkan bantuan fisik kembali sejumlah Rp 1,6 miliar. Tahun ini, Rp 3,1 miliar diterima Pemkot Bontang. Berupa Rp 2,5 miliar untuk bantuan fisik dan Rp 600 juta non fisik.

Bambang menuturkan, DAK fisik bakal digunakan untuk pengembangan wisata di kawasan Berbas Pantai. Meliputi, pembangunan dua menara pandang, dermaga, serta pusat menyelam.

“Di sana (Berbas Pantai, Red) akan dibangun pelabuhan pariwisata. Kapal yang digunakan untuk berkunjung ke kawasan wisata laut lewatnya Berbas Pantai,” tuturnya.

Untuk bantuan non fisik, sebagian telah digunakan untuk pembuatan video destinasi pariwisata. Sisanya diperuntukkan penguatan SDM dan pelaksanaan kegiatan duta wisata se-Kaltim.

Sementara, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata  Kaltim, Srie Iriana mengatakan, pengembangan pariwisata di Bontang sangat bagus. Mengingat hanya dua daerah di Kaltim yang menerima DAK non fisik sektor pariwisata.

“Hanya Bontang dan Samarinda yang memperolehnya,” kata Srie.

Ia berujar peran pemprov hanya sebagai fasilitator saat berada di Kementerian Pariwisata. Menurut dia, diperlukan peran kepala daerah sehubungan ini. Terutama, pemaparan visi dan misi yang selaras dengan pengembangan pariwisata.

“Beberapa waktu lalu, Bunda Neni memaparkan perkembangan pariwisata di Bontang saat di Kemenpar. Dengan keterlibatannya langsung menjadi perhatian dari pihak kementerian. Karena kepala daerah yang tahu daerahnya perihal kepariwisataan,” ujar dia.

Srie berharap kepada daerah lain untuk mencontoh upaya ini. Agar dapat menerima bantuan serupa. (ak)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*