MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 16 April 2019 11:14
Lelang Tas dan Seragam Sekolah, Banjir Peserta
PESERTA MEMBLUDAK: Peserta lelang pengadaan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan seragam mencapai puluhan perusahaan.

PROKAL.CO, BONTANG – Lelang tender pengadaan perlengkapan sekolah berupa tas dan seragam sangat diminati oleh perusahaan. Terbukti dalam waktu sekejap ratusan perusahaan pun mencoba peruntungan.

Berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) milik Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bontang, untuk lelang seragam hingga Senin (15/4) pukul 19.18 Wita telah mencapai 51 peserta. Sementara untuk pengadaan tas sekolah telah terdaftar 65 peserta.

Kepala ULP Amiruddin mengatakan, saat ini belum dapat mengetahui asal dari perusahaan yang telah mendaftar. Mengingat tahap pembukaan lelang masih berjalan. “Kita belum tahu. Nanti saat pembukaan penawaran baru terlihat,” kata Amiruddin.

Namun, kemungkinan bakal didominasi oleh perusahaan dari luar Bontang. Mengingat jumlah produksi terbilang besar mencapai 38.500 item. Baik untuk seragam maupun tas. Terbagi atas peserta didik SD 20.354 buah, SMP, 9.574 buah, SMA 7.885 buah, dan khusus untuk SMK 2 sejumlah 687 buah.

“Karena nilainya besar, klasifikasi non kecil, biasa jarang ada perusahaan Bontang,”  ucapnya.

Jika dibandingkan dengan lelang paket infrastruktur selisihnya terbilang jauh. Untuk Peningkatan Jalan Cipto Mangunkusomo sementara hanya diikuti 20 peserta.

Diketahui, pagu anggaran yang disediakan oleh Pemkot Bontang  untuk kedua item ini berjumlah Rp 11,5 miliar. Rinciannya, Rp 6,2 miliar untuk seragam dan Rp 5,3 miliar digunakan untuk pengadaaan tas sekolah. Nantinya, untuk batas proses pelaksanaan pengerjaan maksimal empat bulan pasca tanda tangan kontrak.

Adapun batas pendaftaran terakhir untuk lelang seragam yakni hari ini. Sementara untuk pengadaan tas sekolah masih ada dua hari lagi atau 18 April.  Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Agus Haris meminta agar melibatkan penjahit lokal dalam pengadaan bantuan ini. Sehingga mampu mendongkrak perekonomian yang ada di Kota Taman.

“Mereka (penjahit) jangan hanya jadi penonton,” kata Agus.

Gaung sama juga disuarakan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Selain itu, Neni pun meminta agar pengukuran seragam dilakukan secara cermat. Sehingga tidak ada bantuan yang terkesan mubazir.

“Usahakan jahitnya di bontang supaya langsung diukur,” pungkas Neni. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*