MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 17 April 2019 11:49
Voucher Makan dan Kupon Salon, Modus Baru Politik Uang
TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN: Komisioner Bawaslu Bontang merilis dua temuan di detik akhir jelang pencoblosan yang diduga modus baru politik uang, tampak voucher makan ditunjukkan oleh salah satu komisioner.

PROKAL.CO, BONTANG – Detik-detik terakhir menuju hari Pemilu 2019, potensi pelanggaran kerap terjadi. Bukan lagi soal serangan fajar, di Bontang, Bawaslu Bontang menemukan modus baru politik uang yang berkedok voucher makan serta kupon salon gratis dari salah satu caleg, baik DPR RI dan DPRD Bontang.

Ketua Bawaslu Bontang, Nasrullah mengatakan pihaknya gencar melakukan langkah pencegahan dugaan pelanggaran di masa tenang atau detik menjelang hari pencoblosan. Senin (15/4) malam lalu, pihaknya mendapat laporan adanya penyebaran voucher atas nama Caleg DPR RI berinisial RM yang dibagi kepada 17 tim relawan. “Voucher yang akan dibagikan sebanyak 5.000 lembar,” jelas Nasrullah saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/4).

Atas laporan itu, pihaknya berkoordinasi dengan Sentra Gakkumdu melakukan penelusuran secara faktual dan didapat fakta bahwa salah seorang berinisial PU telah mendapat uang senilai Rp 1,4 juta untuk 14 orang dari koordinator relawan berinisial IS.

Ditambahkan Komisioner Bawaslu Bontang Agus Susanto menyebut voucher tersebut diduga sebagai modus money politic. Pasalnya, dari voucher tersebut tertulis untuk saksi pemantau, sementara dalam regulasi tidak dibenarkan adanya saksi pemantau yang ada hanya saksi partai. “Kami menilai ada sesuatu yang tak lazim, makanya kami telusuri lagi,” ujarnya.

Hasil klarifikasi dengan pihak Sentra Gakkumdu bahwa ada penanggung jawab pembagian voucher berinisial JM atau ketua relawan caleg partai berlogo beringin. Ia mencetak 5.000 voucher yang dibagikan pada 17 koordinator relawan di Muara Badak, Marangkayu, Kandolo. Ke-17 tim ini membawahi 500 orang, dan dari 500 orang itu masing-masing harus mencari 50-100 orang untuk dibagikan voucher. “Pengakuannya voucher itu bernilai Rp 40 ribu, Rp 20 ribu untuk transportasi dan sisanya untuk makan. Sumber dananya pun diklaim dari tim 17 dengan nilai Rp 11 juta per orang,” ungkap Agus.

JM mengklaim pembagian voucher itu untuk mengajak pemilih memilih caleg dengan nomor urut 4. Sumber dana yang JM kelola senilai Rp 200 juta. Tetapi, lanjut Agus, pihaknya mengonfirmasi ke salah satu tim 17 dan mereka justru telah mendapat dana senilai Rp 1,4 juta tadi. “Mereka mengaku tak pernah mengeluarkan uang,” imbuhnya.

Temuan dugaan pelanggaran ini belum diregister oleh Bawaslu Bontang karena masih dilakukan penelusuran.

Bersamaan dengan itu, Komisioner Bawaslu Bontang Aldy Artrian mengungkapkan baru mendapat laporan adanya caleg DPRD Bontang dapil 1 yang menyebarkan kupon salon senilai Rp 150 ribu.

Dilihat dari kedua temuan itu, Aldy menilai keduanya terdapat unsur menjanjikan dan poltik uang sudah berevolusi dengan berbagai modus. “Keduanya memenuhi unsur dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu sesuai Pasal 515 UU nomor 7 tahun 2018 tentang Pemilu dengan ancaman 3 tahun penjara dan denda Rp 35 juta,”pungkasnya.(mga)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*