MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 10 Mei 2019 10:13
Distribusi Bantuan Sekolah Wajib Tepat Waktu
JANGAN MOLOR: Komisi I DPRD meminta penyelesaian pengerjaan bantuan seragam sekolah tidak jauh waktunya dengan pembukaan tahun ajaran baru. DOK KP

PROKAL.CO, BONTANG – Terjadinya tender ulang paket seragam sekolah, berpotensi molornya pendistibusian bantuan tersebut. Menanggapi itu, Ketua Komisi I DPRD Agus Haris meminta agar kelengkapan dokumen peserta lelang agar tidak dibuat rumit.

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan supaya Unit Layanan Pengadaan (ULP) membedakan paket bantuan ini dengan pembangunan infrastruktur. Di mana terdapat spesifikasi perusahaan tertentu.

“Paling penting ialah spesifikasi kain yang wajib dipenuhi,” kata Agus Haris.

Menurutnya, yang perlu dikejar saat ini ialah ketepatan waktu pelaksanaan pengerjaan. Pasalnya, dua bulan lagi para pelajar akan memasuki tahun ajaran baru.

Agus berujar jika pendistribusian berjarak cukup jauh dengan dibukanya tahun ajaran baru, maka pengadaan bantuan ini dianggap mubazir. Dikarenakan wali murid pasti bakal membeli seragam secara mandiri sesuai dengan peraturan yang ada di sekolah.

“Tahun depan lagi saja, jika molornya terlalu lama,” ujarnya.

Sejatinya, bantuan ini mampu meringankan beban wali murid, jika pendistribusiannya tepat. Alhasil, anggaran untuk pembelian seragam dapat dialokasikan untuk sektor lainnya.

Meskipun pengerjaan wajib dikebut, Akan tetapi Agus mewanti-wanti agar perusahaan tidak bekerja sembarangan. Dari sisi kualitas jahitan pun wajib optimal. Sehingga baju tidak mudah robek. Di samping itu, ukuran pun harus sesuai dengan informasi awal. Supaya tidak ada komplain saat pendistribusian nantinya.

Senada, Sekretaris Komisi I Abdul Malik menyayangkan kejadian ini. Sebab, pendistribusian sebelumnya juga molor pelaksanaannya. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai buruknya perencanaan persiapan dari Pemkot.

“Harusnya persiapannya lebih matang dan diantisipasi sejak awal secara baik,” kata Malik.

Solusi yang tepat menurutnya ialah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memberikan pemahaman kepada wali murid. Sehingga informasi itu dapat ditangkap sejak awal. Selain itu, sosialisasi juga dapat dilakukan dengan pihak sekolah terkait peraturan yang ada.

“Karena masyarakat membutuhkan kepastian perlunya membeli seragam atau menunggu bantuan ini,” pungkasnya.

Diketahui, hingga kini tahapan lelang masih berkutat di upload penawaran. Sebanyak 44 peserta mengikuti proses lelang ini.  Adapun penandatanganan kontrak diprediksi dilakukan pada 29 Mei. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*