MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 13 Mei 2019 10:34
HADEHHH...!! Bawaslu Tak Dapat Buktikan, Kasus Dugaan Politik Uang Stop
KUPON BARANG BUKTI: Bawaslu Bontang saat menunjukkan kupon yang sempat disita sehari sebelum hari pencoblosan.

PROKAL.CO,  

BONTANG – Penyelidikan dua dugaan kasus politik uang di Bontang dihentikan pada 11 Mei 2019. Bawaslu Bontang, tak dapat membuktikan perantara pemberi uang. Sehingga, alat bukti dinilai tak cukup untuk menaikkan perkara tindak pidana pemilu ke tahap penyidikan.

Koordinator Divisi Hukum, Penanganan Pelanggaran, dan Sengketa (Kordiv HPPS) Bawaslu Bontang Aldy Artrian menuturkan pada masa jatuh tempo waktu penyelidikan, 10 Mei 2019 lalu, Sentra Gakkumdu melakukan pembahasan dua dan menyebut dua perkara dugaan politik uang dengan terlapor JM untuk caleg DPR RI berinisial RM, dan caleg Bontang dapil 1 (Bontang Selatan) dihentikan. “Soal keterpenuhan bukti yang kami terima tidak mencukupi,” kata Aldy, Ahad (12/5).

Dalam perkara dugaan politik uang dengan modus pemberian kupon atau voucher makan dari RM, pihaknya tidak menerima yang berkaitan dengan hal itu. Baik itu penerima atau pun pemberi. Mengingat pihaknya sempat koar-koar, sehingga orang menganggap kupon merupakan barang berbahaya. “Barang (kupon) sempat ada untuk disebar, tetapi sampai atau tidaknya, kami tak dapat membuktikan,” ujarnya.

Sama halnya dengan kasus dugaan politik uang pada salah satu caleg DPRD Bontang dapil satu. Pihak Bawaslu bisa mendapatkan barang bukti uang dari penerima, namun di penerima tak bisa membuktikan bahwa uang tersebut dari caleg terlapor. “Keterangan saksi sudah kami terima, tetapi berapapun banyaknya jumlah saksi tetap dihitung satu,” terang dia.

Jadi, ketika saksi ada 10 bahkan 100 orang tetap dihitung satu. Bukti lain yang tidak terpenuhi yakni bukti otentik baik itu tertulis atau dokumentasi. Aldy mengaki saksi yang ia miliki memang menerima, tetapi tak ada yang menyaksikan proses penyerahan uang tersebut. “Kami juga tak bisa membuktikan,” imbuhnya.

Ia mengakui bahwa apa yang mereka kumpulkan (alat bukti) sudah sempuran, tetapi hasil dari teman penyidik dari Polres dan kejaksaan bahwa harus ada yang menyaksikan uang itu sampai ke penerima. “Si penerima dapat melalui perantara, bukan dari terlapor,” ujarnya.

Atas hasil pembahasan dua Sentra Gakkumdu, kasus dugaan politik uang tersebut dihentikan dengan berita acara nomor 38 dan nomor 41. Sedangkan dugaan pelanggaran modus salon kecantikan hanya berupa pencegahan sehingga tidak diregister. “Barang bukti yang sudah kami kumpulkan kami kembalikan karena kasusnya sudah ditutup atau dihentikan,”terang Aldy.

“Kontruksi hukum yang dibangun terputus di perantara, alat bukti masih kurang,” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan Bawaslu Bontang menemukan dugaan pelanggaran pemilu dengan modus pembagian kupon yang bisa ditukar dengan uang dengan terlapor salah satu caleg DPR RI, sedangkan satu dugaan politik uang lainnya dengan terlapor salah satu caleg DPRD Bontang yang diduga membagikan uang sebesar Rp 350 ribu.(mga)

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*