MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 15 Mei 2019 11:02
Neni Tunggu Kepastian Progres Kilang
Sudah 3 Kali Tertunda Ketemu Menteri, Neni: Bener Ngga Ini Sih...??
BAHAS KILANG: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat berada di Jakarta bersama Dirjen Tata Ruang untuk membahas kilang.

PROKAL.CO, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menunggu kepastian progress kilang yang rencananya akan dibangun di Bontang. Ia menyebut, beberapa kali rencana pertemuan dengan tiga menteri belum terlaksana. Lantaran bentroknya jadwal kesibukan para menteri.

"Memang sempat diagendakan pertemuan, tapi Ibu Menteri BUMN tak bisa hadir, jadi di tunda lagi. Sudah tiga kali tertunda," ujar Neni. Dari undangannya, tiga menteri yang dihadirkan yakni Menteri BUMN, Menteri ESDM, dan Kemenkomaritim.

Menurut Neni, rencana pembangunan kilang grass root refinery (GRR) jika hanya menggunakan lahan Badak LNG maka diperkirakan tidak cukup. Maka ada opsi ketiga masuk kawasan peruntukkan industri. "Itu yang akan dibahas soal perluasan lahan. Tapi benar enggak sih ini (pembangunan kilang), jangan-jangan hanya begini-begini (tak ada progres) saja. Investornya mana?" kata Neni.

Ia hanya mendapat info jika perusahaan asal Oman, akan membuka kantornya di Jakarta pada Junimendatang. Kilang Bontang, akan dibangun beserta turunannya. “Kalau saya sebagai walikota sebatas menyiapkan lahan dan tata ruang, dan RDTR,” imbuhnya.

Sedangkansoal investor, perizinan dan lainnya, menjadi urusan pemerintah pusat. Sementara untuk sertifikasi lahan kilang, lanjutNeni, lahan di Badak LNG sebagian sudah bersertifikat. “Ada beberapa RTH milik Badak LNG yang kami ubah menjadi kawasan kilang. Tetapi, sampai saat ini, Perda RTRW Bontang belum selesai,” terangNeni.

 Seperti diketahui, pada saat peresmian Jargas Bontang Februari 2019 lalu, Menteri ESDM memastikan bahwa rencana pembangunan kilang Bontang tetap terlaksana. Bahkan, untuk memajukan Kaltim sebagai daerah penghasil, kilang bakal memunculkan turunan berupa industry petrokimia yang bisa menghasilkan berbagai produk.

Di tingkatpusat, seperti dikutip CNN progress kilang baru memasuki tahapan kajian kelayakan finansial/bankable feasibility study, setelah penandatanganan framework agreement pada Desember 2018 lalu. Chairman Overseas Oil & Gas (OOG) Khalfan Al Riyami menuturkan waktu kajian kelayakan financial memakan waktu 5-6 bulan sejak tandatangan. Kilang yang akan dibangun dengan kapasitas 300.000 barel per hari digadang-gadang akan menjadi kilang terbesar pertama yang akan beroperasi, apalagi kilang tersebut juga akan terintegrasi dengan petrokimia.(mga)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*