MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33
Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting
CEGAH STUNTING: Anak-anak di wilayah pesisir, yakni Pulau Malahing, saat sedang istirahat sekolah, bermain di depan sekolah.MEGA ASRI/KP

PROKAL.CO, BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan anak lebih pendek/kekerdilan menjadi perhatian di Indonesia. Bahkan, beberapa penyuluhan digalakkan oleh Menteri Kesehatan untuk mencegah stunting, salah satunya di Bontang. permasalahan stunting pun, menjadi PR tersendiri bagi Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang yang baru saja dilantik.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menuturkan stunting merupakan salah satu penyakit kekerdilan. Riwayatnya memang panjang, tak melulu langsung menyebabkan stunting. “Mulai dari lingkungan yang kumuh, sanitasi jelek, pola asuh, hingga kurang gizi,” ujar Neni.

Di Bontang, lanjut Neni, penderita stunting ada beberapa anak. Ia cukup heran dengan adanya penderita stunting di Bontang, apalagi terdapat dua perusahaan besar yakn Badak LNG dan Pupuk Kaltim. Meski demikian, Neni menyangkal jika stunting merupakan kekurangan gizi. Sebab, beberapa penyakit stunting diakibatkan oleh air, mikro plastik yang terdapat pada hewan laut yang kemudian dikonsumsi. “Mikroplastik yang terdapat pada ikan, lalu dimakan, bisa menyebabkan anak-anak kerdil. Inilah PR (pekerjaan rumah) kita,” terang Neni.

Setiap permasalahan yang ada di Bontang, Neni menegaskan agar semua pegawai harus mengetahuinya. Tidak hanya tahu sesuai dengan tempatnya bekerja, misalnya di Dinas Pendidikan, lalu hanya pendidikan yang diketahui. “Visi misi Pemkot Bontang juga harus tahu, apa saja yang sudah tercapai dan belum, karena pegawai harus cerdas,” pintanya.

Khusus di Bontang, anak penderita stunting banyak terdapat di wilayah Kelurahan Bontang Lestari. “Tetapi di Bontang Alhamdulillah, penanganannya sudah bagus, karena saya ingin setiap ada permasalahan harus segera diselesaikan,” ungkapnya.

Terpisah, Kadiskes Bontang Bahauddin menyebut para ibu harus memperhatikan anaknya mulai dari calon bayi, bayi, hingga dibawah usia dua tahun. Yang terpenting, kata Bahauddin yakni pola asuh makan anak. Jangan sampai, gizi yang dibutuhkan anak-anak kurang. Padahal di usia dua tahun merupakan yang paling krusial untuk tumbuh kembang anak. “Di Bontang ada beberapa, tetapi data beberapa tahun lalu. Tahun ini belum didata sesuai dengan rencana aksi daerah,”ujarnya.

Bahauddin mengungkap, secara nasional penderita stunting di Indonesia sudah menurun. Disampaikan bahwa, stunting sudah aja sejak dulu. Namun, pemerintah baru konsen untuk pencegahannya saat ini setelah gencar melakukan imunisasi, kesehatan ibu dan anak (KIA), serta ibu hamilnya. “Sekarang baru sadar pemerintah, bahwa Indonesia banyak angka kerdilnya, dan biasanya disebabkan oleh pola asuh makan. Makanya sejak dalam kandungan sudah harus diperhatikan gizinya sampai umur dua tahun,”bebernya.(mga)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*