MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 24 Mei 2019 11:42
Lagi, Denda Disetor ke Kas Negara
DISETOR KAS NEGARA: Pembayaran denda dari terpidana Syaiful Anwar Rp 200 juta disetorkan Kejari Bontang ke kas negara melalui Bank Mandiri.

PROKAL.CO, BONTANG – Pembayaran denda dari terpidana tindka pidana korupsi proyek pengadaan pemecah ombak Pulau Beras Basah kembali disetor ke kas negara senilai Rp 200 juta oleh Kejari Bontang, Kamis (23/5).

Kajari Bontang, Agus Kurniawan menuturkan Kamis kemarin, pihaknya kembali menyetorkan uang pembayaran denda dari salah satu terpidana atas nama Syaiful Anwar dalam perkara proyek pengadaan pemecah ombak. “Dari 11 tersangka, 5 terpidana sudah membayar denda yang rata-rata nilainya Rp 200 juta subsider 6 bulan,” jelas Agus di ruang ekspos Kejari Bontang, Kamis (23/5).

11 tersangka proyek pengadaan pemecah ombak Pulau Beras Basah itu, tujuh di antaranya sudah inkrah, dan sisa empat tersangka yang masih menjalani proses hukum. “Kami tunggu saja langkah selanjutnya dalam hal penyelamatan uang negara. Ini (uang tunai Rp 200 juta) langsung kami setor ke kas negara melalui Bank Mandiri,” ungkapnya.

Ditambahkan Kasi Pidsus Kejari Bontang, Yudo Adiananto mengatakan total uang pengganti dan denda yang sudah disetor ke kas negara senilai Rp 2.170.643.666. Rinciannya, dari pembayaran denda sebanyak Rp 1 miliar, dan uang pengganti Rp 1.170.643.666. Dari tujuh orang terpidana yang sudah inkrah, lima di antaranya sudah melaksanakan kewajiban sesuai amar putusan denda Rp 200 juta subsider enam bulan. “Dari uang pengganti, yang belum menyetorkan yakni Ferliean Southanto, dia menyebut tak sanggup membayar uang denda dan uang pengganti,” ujar Yudo.

Uang pengganti yang dijatuhkan pada terpinda Ferliean Southanto yakni Rp 1.063.630.666 dan denda Rp 200 juta, yang bersangkutan tidak sanggup bayar. Oleh karenanya, Ferliean diwajibkan melakukan pidana pengganti selama dua tahun atau sita aset miliknya. “Nanti akan kami sita dan lelang sejumlah aset yang dimiliki Ferliean. Harus dilacak dulu, berkolaborasi dengan intelijen,”beber dia.

“Jika ada rumah, mobil, maka dilelang sejumlah kewajiban uang penggantinya,” imbuhnya.

Sementara, yang diserahkan Kamis (23/5) dari terpidana Syaiful Anwar sebagai PPTK dari Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Provinsi Kaltim. Sebelumnya, Kasi Pidsus Yudo menunggu konfirmasi Syaiful hingga tanggal 25 Mei, namun pada 23 Mei ini, Syaiful sudah bisa membayarnya.

Proyek pengadaan pemecah ombak Pulau Beras Basah dianggarkan selama 3 tahun oleh Dinas PUTRPR Kaltim dengan total nilai proyek Rp 17,3 miliar pada 2013-2015. Pekerjaan tersebut tidak dilaksanakan sesuai perencanaan.(mga)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*