MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 14 Juni 2019 10:18
Plafon Rusunawa Guntung Berlubang
JEBOL: Plafon Rusunawa Guntung mengalami kerusakan di beberapa titik bangunan.

PROKAL.CO, BONTANG – Miris, belum dihuni tetapi bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Guntung mengalami kerusakan. Dari pantauan Kaltim Post, beberapa plafon kondisinya berjamur dan berlubang.

Kerusakan pun terjadi mulai lantai dua hingga lantai empat bangunan. Hal ini terungkap saat Wali Kota Bontang melakukan kunjungan lapangan, Kamis (13/6) kemarin.

Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto mengatakan, tanggung jawab perbaikan menjadi wewenang satuan kerja (satker) Pemprov Kaltim. Dengan menggunakan dana revitalisasi.

“Saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Total anggaran pemeliharaan untuk dua rusunawa (Guntung dan Lhoktuan) itu berkisar Rp 1,6 miliar,” kata Maksi.

Nantinya, satker akan menunjuk kontraktor baru untuk perbaikan. Mengingat PT Nindya Karya pun telah menyerahkan pengerjaan ke satker.

Maksi menargetkan seluruh perbaikan dapat rampung sebelum akhir tahun untuk dua bangunan rusunawa tersebut. Termasuk, pengerjaan yang dilakukan oleh DPKPP yakni pembuatan landscape dan parit. Pun demikian dengan sarana penunjang seperti ketersediaan aliran listrik dan air PDAM.

“Bisa tercapai targetnya karena alokasi anggaran juga dibatasi akhir tahun,” tuturnya.

Sementara, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar penghunian dapat dilakukan pada akhir tahun. Sebab itu, segala pengerjaan wajib dimaksimalkan. “Sebetulnya kalau tidak ada masalah suruh huni. Itulah dari dulu saya bilang tetapi tidak dikerjakan juga,” keluh Neni.

Ia menjelaskan selama masa pemeliharaan ini tidak dapat dieksekusi untuk penghunian. Pasalnya, jika dilakukan maka pengembang bakal lepas tangan. “Padahal kerusakan terjadi sejak awal,” tuturnya.

Pemkot Bontang akan memperlengkapi sarana penunjang pada kedua bangunan rusunawa ini. Berkaitan dengan penimbunan taman, dapat menggunakan pos APBD 2019. Sementera pengerjaan taman dan sarana penunjang lainnya bakal dianggarkan pada APBD Perubahan nanti. 

“Kewajiban pemkot ialah infrastruktur pelengkap. Termasuk untuk rusunawa Lhoktuan juga,” ucap Neni.

Diketahui, rusunawa Loktuan dibangun lima lantai dengan tipe kamar 36 berjumlah 70 kamar. Setiap kamarnya dilengkapi furnitur mulai kasur, meja, kursi, serta lemari pakaian. Ditaksir, tarif per kamarnya dimulai Rp 750 ribu per bulan, untuk lantai paling dasar.

Berbeda dengan Loktuan, Rusunawa Guntung bertipe 24 dan hanya empat lantai dengan jumlah 90 kamar. Usulan dari DPKPP untuk lantai dasar dipasang tarif sekitar Rp 550 ribu. Adanya selisih Rp 200 ribu dikarenakan dapur di Rusunawa Guntung bersifat komunal. Terletak di sudut bangunan dan digunakan secara bersama-sama. (ak)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*