MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 15 Juni 2019 12:11
Relokasi Rumah Bantaran Sungai, Wacanakan Pembangunan Rusunami
TAMBAH BANGUNAN: Jumlah bangunan rumah susun sederhana diwacanakan bertambah seiring niatan Pemkot Bontang untuk membangun Rusunami bagi warga yang saat ini masih tinggal di bantaran sungai. ADIEL KUNDHARA/KP

PROKAL.CO, BONTANG – Penanganan banjir terus dikebut oleh Pemkot Bontang. Salah satunya, dengan melakukan relokasi kepada warga yang tinggal di atas dan bantaran sungai. Dengan menyediakan bangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami).

Hal ini dikemukakan oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Saat melakukan kunjungan lapangan ke Sungai Guntung, Kamis (13/6) kemarin. Ia menilai lokasi yang rutin terdampak banjir seperti di RT 27, Kelurahan Gunung Telihan. Mengingat struktur kawasan ibarat cawan.

“Pemkot akan melakukan upaya persuasif kepada warga yang tinggal di lokasi seperti itu. Karena jika tidak pindah selamanya akan terkena banjir,” kata Neni.

Selain untuk menyelematkan harta benda milik masyarakat, pemindahan ini bertujuan menata kembali tata kota. Mengingat, terdapat beberapa warga yang masih membuang sampah di sungai.

“Tidak bisa wajah kota dibiarkan seperti ini,” ujarnya.

Saat ini, Pemkot akan mendata terlebih dahulu rumah yang terletak di bibir sungai. Data itulah yang digunakan untuk jumlah kamar bangunan rusunami. “Jadi bentuk Rusunami itu nantinya seperti apartemen,” ucap dia.

Neni menjelaskan nantinya bangunan rusunami berbentuk vertikal. Pasalnya, luasan lahan di Kota Taman sangat terbatas. “Ada beberapa lahan Pemkot yang bisa digunakan untuk membangun Rusunami. Salah satunya berada di Kelurahan Bontang Baru,” tutur Neni.

Berbeda dengan rusunawa yang telah ada, pembangunan rusunami bakal menggunakan pos APBD. Namun, Neni pun menyadari proses pembangunan rusunami ini membutuhkan waktu yang panjang.

Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Maksi Dwiyanto mengatakan, proses rusunami harus menyiapkan lahan terlebih dahulu. Kemudian, lahan diperkuat dengan kondisi siap bangun.

“Kalau daerahnya agak basah maka elevansinya ditinggikan dulu,” kata Maksi.

Aspek keamanan pun harus dipersiapkan selanjutnya. Dengan mendirikan pagar mengelilingi rencana kawasan bangunan. Maksi menjelaskan, setelah itu masuk dalam mekanisme pembangunan rusunami. “Rumah itu akan dimiliki. Pada saat kepemilikan harus mengikuti metode perolehan,” ujarnya.

Bentuknya dapat perupa cicilan atau tukar guling. Jika mekanisme yang digunakan ialah tukar guling, maka harus ada proses serah terima aset terlebih dahulu. Dari pemilik rumah ke Pemkot. “Nanti pemerintah akan menghibahkan rusunami. Sesuai ketentuan akan mendapatkan HGB selama 30 tahun. Itu bisa dievaluasi untuk perpanjangannya,” tuturnya.

Di samping bangunan, rusunami pun diwajibkan terdapat sarana penunjang. Meliputi tempat bermain, tempat ibadah, dan sarana olahraga. (ak)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*