MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 17 Juni 2019 11:26
WASPADA..!! Banyak Konsumsi Softdrink, PTM Menanti
Diana Nurhayati

PROKAL.CO, BONTANG – Berbagai minuman kemasan, minuman bersoda, atau minuman yang mengandung banyak kadar gula diminati banyak orang. Baik anak-anak maupun dewasa. Kebiasaan meminum minuman kemasan sejak kecil, tentu berdampak pada kesehatan di saat dewasa. Tak jarang usia 20-an tahun sudah banyak yang mengidap diabetes melitus (DM), salah satunya di Bontang.

DM, termasuk salah satu penyakit tidak menular (PTM) terbanyak di Bontang. Bahkan, pengidapnya selalu ada peningkatan setiap tahunnya. Selain DM, gaya hidup dengan tidak menerapkan hidup sehat juga bisa memicu PTM lainnya yakni hipertensi.

Kabid Pengendalian, dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang Diana Nurhayati menuturkan anak-anak sekarang senang mengonsumsi softdrink. Dikahatirkan, usia 25 tahun, sudah terkena diabetes. “Makanya sebagai upaya pencegahan, kami lakukan deteksi dini anak usia 15 tahun sampai dewasa usia 59 tahun,” jelas Diana.

Diskes Bontang, harus mengecek semua warga Bontang di-range usia 15-59 tahun. Namun karena keterbatasan SDM, belum semuanya dicek kesehatan. Rencana door to door pun, belum bisa dieksekusi lantaran berbagai kendala. “Semua warga diusia 15-59 tahun di Bontang wajib melakukan pemeriksaan kesehatan, minimal satu kali. Dan setiap pengecekan, kami fokus pada gula darahnya,” terang dia.

Untuk mengetahui adanya peningkatan kasus, Diskes Bontang, biasanya menurunkan tim surveilans. Tetapi memang di Bontang ini, belum seluruhnya diambil data cek kesehatannya. Hasil rapat di Balikpapan beberapa waktu lalu, bahkan menginisiasi keterlibatan UKS di setiap sekolah. “Sekolah menjadi sasaran utama pemeriksaan PTM,” ujarnya.

Selain sekolah, Diskes Bontang lebih dulu bergerak ke instansi yang ada di lingkup Pemkot Bontang. Bukan hanya PTM yang dideteksi, pihaknya juga mengecek penyakit TB serta HIV. Saat ini, masih berjalan di tingkat kelurahan, sesuai wilayah Puskesmas. “Target kami, harus 100 persen masyarakat Bontang usia produktif sudah dicek kesehatan. Saat ini baru berjalan 20-30 an persen,” ungkap Diana.

Pengecekan dilakukan sebagai upaya pencegahan, agar pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Diana mengatakan, setiap ada kegiatan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) selalu ada pengecekan kesehatan. Harapannya, angka DM dan Hipertensi yang bisa berujung stroke semakin berkurang di Bontang.(mga)


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*