MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 18 Juni 2019 10:39
Delapan Kelompok Tani Merugi
GAGAL PANEN: Beberapa petani wajib melakukan penanaman ulang bibit akibat banjir, beberapa waktu lalu. ADIEL KUNDHARA/KP

PROKAL.CO, Musibah banjir beberapa waktu silam berdampak pada sektor pertanian dan perkebunan. Data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang, sebelas kelompok tani terdampak.

Kepala DKP3 Bontang Aji Erlynawati mengatakan, data tersebut berasal dari hasil monitoring. Dua kelompok dipastikan tanamannya tidak mengalami kerusakan. Sementara itu, satu kelompok bibitnya dapat ditanam ulang. Mengingat, umur tanam masih pendek pada saat musibah terjadi.

Sebelas kelompok tersebar di tiga kecamatan. Perinciannya, 2 kelompok di Kecamatan Bontang Selatan, 5 kelompok di Bontang Utara, dan 4 kelompok di Bontang Barat. “Jadi yang tanamannya rusak itu milik delapan kelompok tani,” kata Aji.

Dia akan melakukan monitoring lebih lanjut. Sebab, cuaca di Kota Taman kerap dilanda hujan. Agar dapat memutuskan langkah apa yang wajib diambil petani. Termasuk, pemberian bantuan bagi petani yang merugi.

“Untuk tanaman hortikultura jika terendam tidak lama maka tidak perlu ditanam kembali bibitnya. Karena hortikultura itu lebih kuat dibandingkan padi saat terendam air,” ucapnya.

Namun, jika berdasarkan monitoring selanjutnya perlu bantuan pembibitan, maka DKP3 siap memfasilitasi. Menurut dia, langkah yang dilakukan oleh kelompok tani bergantung kondisi lapangan. Salah satunya, berkenaan struktur tanah. “Kalau tanahnya gembur itu membuat air jadi cepat mengalir,” tuturnya.

Selain kerusakan bibit, tercatat dua mesin alkon milik kelompok tani rusak. Kerusakan disebabkan alat tersebut terendam air. Dua mesin itu milik Kelompok Tani Bangkit Mandiri dan Sukses Bersama Kanaan. Bahkan, slang milik kelompok Tani Bangkit Mandiri hanyut dibawa aliran air.

DKP3 akan menyiapkan berita acara sehubungan kerusakan alat milik kelompok tani. Selanjutnya, OPD tersebut bakal meminta bantuan kepada Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat untuk pengadaaannya.

“Kami akan melaporkan kondisinya seperti apa. Karena mereka (pemprov dan pusat) memonitor terus kondisi alam. Itu bisa kami jadikan alasan untuk meminta bantuan,” tuturnya.

Diprediksi untuk satu unit mesin alkon dijual seharga Rp 15 juta. Namun, besaran itu dapat berubah, bergantung merek dari mesin tersebut.

Untuk diketahui, di Kota Taman terdapat 35 kelompok tani yang aktif. (ak/dwi/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*