MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 24 Juni 2019 09:41
Kuota Prestasi Meningkat, Zonasi Melorot 10 Persen

Imbas Revisi Permendikbud 51/2019 Tentang PPDB

MENINGKAT: Slot jalur prestasi pada PPDB 2019 mengalami penambahan sejumlah 10 persen.

PROKAL.CO, BONTANG – Tahapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMP telah dimulai. Namun, dikarenakan adanya revisi Permendikbud 51/2019, maka besaran kuota daya tampung di dua jalur mengalami perubahan. Meliputi jalur zonasi dan prestasi.

Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Badi mengatakan, kuota untuk jalur prestasi meningkat 10 persen. Dari slot 5 persen sebelumnya menjadi 15 persen. “Untuk jumlah pembagiannya langsung menyesuaikan. Kami menyambut baik revisi Permendikbud itu,” kata Badi.

Ia menilai dengan regulasi baru ini lebih mengakomodir kompetitif sekolah. Dalam merajut prestasi di bidang akademik maupun non akademik. Selain itu, prestasi siswa bakal dihargai dengan kuota daya tampung yang lebih besar.

“Ini bagus supaya nantinya seluruh siswa akan termotivasi untuk mendapat prestasi selama kegiatan belajar mengajar,” ucapnya.

Mengenai antisipasi adanya sertifikat penghargaan bodong, Disdikbud tidak mengkhawatirkannya. Sebab, selama ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut memiliki data siswa yang berprestasi di kejuaraan berjenjang.“Seperti siswa yang berprestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) maupun Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) kami hafal,” tutur Badi.

Bagi kejuaraan lainnya, dapat diantisipasi dengan melakukan pengecekan pada sertifikat asli. Melalui pemeriksaan tanda tangan pelaksana kegiatan. “Akan kelihatan jika sertifikat itu dibuat atau di-scan. Kami juga bisa melakukan cross check langsung ke instansi atau organisasi terkait,” terangnya.

Sementara, Kepala Bidang Dikdas Disdikbud Saparuddin menambahkan untuk kuota jalur prestasi dibagi menjadi dua. Meliputi prestasi reguler berupa akademik atau non akademik dan prestasi USBN. Keseluruhannya bebas memilih sekolah meski lintas zonasi yang telah ditetapkan.

“Untuk prestasi USBN ini akan diperingkat berdasarkan hasil ujian tertinggi. Tentunya sesuai dengan slot yang disediakan,” kata Saparudin.

Jika pendaftar gagal di jalur ini, maka kesempatan untuk masuk sekolah negeri masih terbuka pada jalur zonasi 2. Akan tetapi harus sesuai dengan skema zonasi.

“Kalau masuk di zonasi 2 maka berlaku aturan zona. Karena kami anggap jalur prestasi sudah selesai pada zonasi 1,” sebut dia.

Pertambahan kuota jalur prestasi berimbas kepada besaran daya tampung jalur zonasi. Semula, jalur ini dipatok 90 persen dari daya tampung sekolah. Namun kini pendaftar hanya bisa memanfaatkan sejumlah 80 persen dari slot kursi tersedia di tiap sekolah.

Sementara untuk kuota melalui perpindahan tugas orangtua tidak mengalami perubahan. Besarannya yakni 5 persen dari total daya tampung sekolah. Diketahui, tahapan PPDB saat ini memasuki legalisasi penambahan nilai afirmasi.  

Berdasarkan data terakhir, jumlah pendaftar yang melakukan penambahan afirmasi prestasi sejumlah 111 anak. Sedangkan angka pendaftar sementara yang menggunakan jalur perpindahan tugas orangtua ialah 21 anak.

Tambahan afirmasi juga mengakomodir calon siswa baru yang berasal dari keluarga miskin (Gakin). Jumlah sementara yakni 273 anak. Jumlah ini, nantinya akan masuk pada jalur zonasi. (ak)

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*