MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 25 Juni 2019 11:00
LO KOK BISA..? Bantuan Operasional Sekolah Smart Mengendap

PROKAL.CO, BONTANG–Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Smart sangat dibutuhkan oleh setiap sekolah. Baik sekolah negeri maupun swasta. Sayangnya, selama dua triwulan ini, bantuan tersebut tidak kunjung cair alias mengendap.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Akhmad Suharto membeberkan, penyebab dana itu belum turun ialah keterlambatan pengajuan proposal oleh sekolah. Disebutkan, 27 sekolah urung menyerahkan proposal ke Disdikbud.

“Untuk yang sekolah negeri sudah saat ini tinggal sekolah swasta. Karena naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) bergantung dari proposal itu,” kata Suharto.

Dia meminta sekolah yang belum menyerahkan proposal untuk segera menyetorkan. Mengingat, Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) meminta seluruh sekolah, bukan pencairannya secara parsial.

Dari jumlah itu terbagi atas 15 sekolah dasar (SD) dan 12 SMP. Suharto pun menggaransi anggaran untuk pos tersebut telah tersedia. Selain itu, terjadi perubahan sistem pengajuan. Semula bantuan dicairkan di tiap triwulan menjadi setahun dua kali atau semester.

Di samping itu, yang telah menyetorkan proposal berjumlah 23 sekolah. Perinciannya, 12 SD dan 11 SMP. Kasubag Perencanaan Keuangan Disdikbud Fitriansyah mengatakan, bulan lalu telah mengumpulkan perwakilan tiap sekolah swasta. Dia juga membantah adanya diskrimasi antara sekolah negeri dengan swasta.

“Bahkan, sistemnya pun telah kami buat. Sehingga ini mempermudah sekolah untuk membuat rencana kerja anggarannya,” ucap dia.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Setyoko Waluyo meminta Disdikbud membuat jadwal sehubungan pencairan BOS Smart ini. Pasalnya, itu merupakan kegiatan rutin. Di samping itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini meminta Disdikbud tegas kepada tiap sekolah.

“Bisa dibuatkan jadwal paten. Bulan berapa batas pengajuan proposal agar pencairan dapat dilakukan sesuai jadwal,” pinta Setyoko.

Senada, Wakil Ketua Komisi I Bilher Hutahaean berharap akan pendistribusian bantuan dapat dilakukan akhir bulan ini. Pasalnya, jika molor imbasnya kepada tenaga pendidik dan siswa. “Saya minya akhir bulan ini sudah dibagikan,” kata Bilher.

Untuk diketahui, pada 2019 anggaran yang dikucurkan melalui BOS Smart sejumlah Rp 12,8 miliar. Terjadi perbedaan besaran bantuan, untuk sekolah swasta tiap siswanya mendapat Rp 210 ribu. Jumlah lebih banyak diterima oleh pelajar sekolah negeri yakni berkisar Rp 600 ribu per anak. (ak/kri/k8)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 20:59

Air Laut Masuk Sungai Sangatta

<p style="text-align: justify;">SANGATTA &ndash;&nbsp;Kemarau panjang yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*