MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 02 September 2016 01:23
Kenalkan Bontang lewat Batik Kuntul Perak, Dapat Pujian Presiden

Kisah Sukses Warga Bontang; Sayid Abdul Kadir Assegaf (2)

BATIK KHAS BONTANG: Kadir (kanan) memperlihatkan batik yang baru saja diwarnai. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

PROKAL.CO, Bontang memang dikenal sebagai kota industri. Tapi tak banyak yang mengenal maskot kota yang berjuluk Kota Taman ini. Sayid Abdul Kadir Assegaf berusaha memperkenalkan Burung Kuntul Perak melalui karya batiknya.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

 

KADIR, sapaan akrabnya bukan merupakan pebatik murni. Lulusan Komunikasi Bisnis di salah satu universitas di Jakarta ini dulunya merupakan karyawan hotel. Namun darah seninya tidak bisa dibohongi. Pada 2004, ia kembali ke Bontang meneruskan usaha milik orangtuanya dibidang cinderamata khas Kalimantan. “Dulu saya jualan cinderamata di Indo Niaga,” kata Kadir saat ditemui di galerinya Jalan Brigjen Katamso No. 25 Bontang Barat.

Bersamaan dengan itu pula, ia menjadi mitra binaan dari PT Pupuk Kaltim. Kadir pun diguyur modal usaha dari perusahaan yang bergerak dibidang pupuk ini. Perusahaan ini juga membantu pelatihan dan promosi produk-produk cinderamatanya. Hingga 2007, ia diboyong oleh Pupuk Kaltim menuju Kuala Lumpur Malaysia bersama ratusan pengrajin lainnya dari seluruh Indonesia.

Saat pameran di Malaysia, suami dari Ellen Aprilyana ini membawa beberapa cinderamata khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dipamerkan, seperti Sarung Samarinda, Kain Ulap Doyo, dan Batik Kaltim. Saat disanalah, batik yang dipamerkannya menjadi sorotan banyak pihak. “Karena waktu itu lagi heboh Malaysia mengklaim batik. Pameran disana menunjukkan kepada dunia kalau batik adalah warisan budaya Indonesia,” katanya.

Dari pameran tersebut, Kadir mendapatkan ide untuk membuat barang kerajinan yang benar-benar khas Bontang. Bapak dua anak ini juga sempat mengutarakan niatnya kepada Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM). “Waktu itu saya bilang, ingin buat kerajinan khas Bontang dengan tiga kriteria, pertama yang ringan dibawa, kedua yang terjangkau, dan yang ketiga yang tidak cepat habis atau awet,” ungkap Kadir.

Hingga akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk berlatih membatik namun melalui media kayu di Balikpapan. Sejak itulah tercetus ide, batik akan menjadi kerajinan yang akan diproduksinya. Dirinya juga sempat ingin dimagangkan membatik oleh Disperindagkop pada 2009, namun karena berbenturan dengan pameran yang diikutinya, maka kesempatan itu tidak diambilnya.

Meski begitu, Kadir mencoba meminta Disperindagkop untuk memanggil guru khusus membatik. “Ini biar satu guru bisa mengajari banyak orang di Bontang. Kalau dikirim buat magang kan cuma satu yang pintar. Alhamdulillah Disperindagkop menyetujui dan lebih dari 20 orang belajar membatik,” tutur pria yang sempat mengeyam pendidikan SMP di Bontang ini.

Usai belajar membatik, Kadir akhirnya memutuskan untuk membuat motif Burung Kuntul Perak. Ia menyadari, banyak orang di Bontang yang tidak tahu mengenai burung ini. “Saya sempat tanya beberapa orang di pemerintahan saja banyak yang tidak tahu maskot Bontang ini. Saya sendiri sampai menunggu berjam-jam di sekitar lapangan PT Badak untuk melihat burung ini,” kata Kadir.

Ia pun menemukan filosofi yang sesuai antara Burung Kuntul Perak yang menjadi maskot Kota Taman ini dengan masyarakat Bontang. “Burung ini kan merupakan burung pendatang di suatu daerah. Mereka juga berkelompok dan juga energik. Sesuai dengan ciri khas Bontang yang rata-rata merupakan pendatang, hidup berkelompok, serta enerjik yang berarti pekerja keras yang juga menunjukkan rata-rata masyarakat Bontang ini pekerja,” ungkap Kadir.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:09

Modus Pinjam Ponsel lalu Kabur

BONTANG – Pemuda warga Tanjung Laut berinisial MN (18) diduga terlibat tindak pidana penggelapan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Nekat Amat..!! Petani Curi Aset Obvitnas

BONTANG – Pencurian aset milik objek vital nasional (obvitnas) PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS)…

Jumat, 19 Oktober 2018 19:13

Toko Baju Nyaris Jadi Arang

BONTANG – Di tengah guyuran hujan deras, warga sekitar toko pakaian Celcius di Jalan Bhayangkara…

Jumat, 19 Oktober 2018 19:11

Hoaks Kabar Penculikan Anak

“Ibu Nursidah dalam kondisi takut dan curiga sehingga menuliskan imbauan hati-hati di medsos.…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:16

HAYUU..!! Pansus Banjir Jadwalkan Sidak

BONTANG – Panitia khusus (Pansus) Banjir DPRD dalam waktu dekat bakal menggelar inspeksi mendadak…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:15

KAPAN BAIKNYA BOS...?? Pelayanan PDAM Dikeluhkan

BONTANG – Pelayanan distribusi air PDAM Tirta Taman dikeluhkan oleh warga RT 4, Gunung Elai. Ifan,…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:14

Kemen-PUPR Hibahkan Pembangunan IPAL

JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menerima hibah pembangunan Instalasi Pengolahan Air…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:19

Adu Mulut, Emak-Emak Tikam Emak-Emak

BONTANG – Adu mulut berujung tragedi. Itulah yang dialami KD (40), ibu rumah tangga (IRT) warga…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:18

Bontang Post Dinakhodai Pemimpin Baru

BONTANG – Pucuk pimpinan di Bontang Post media lokal konten terbesar di Bontang dilakukan penyegaran.…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:17

Minta Lelang Rumah Ibadah Dievaluasi

  BONTANG – Lelang proyek pembangunan rumah ibadah harus dievaluasi ulang. Pasalnya, DPRD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .