MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 02 September 2016 01:23
Kenalkan Bontang lewat Batik Kuntul Perak, Dapat Pujian Presiden

Kisah Sukses Warga Bontang; Sayid Abdul Kadir Assegaf (2)

BATIK KHAS BONTANG: Kadir (kanan) memperlihatkan batik yang baru saja diwarnai. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

PROKAL.CO, Bontang memang dikenal sebagai kota industri. Tapi tak banyak yang mengenal maskot kota yang berjuluk Kota Taman ini. Sayid Abdul Kadir Assegaf berusaha memperkenalkan Burung Kuntul Perak melalui karya batiknya.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

 

KADIR, sapaan akrabnya bukan merupakan pebatik murni. Lulusan Komunikasi Bisnis di salah satu universitas di Jakarta ini dulunya merupakan karyawan hotel. Namun darah seninya tidak bisa dibohongi. Pada 2004, ia kembali ke Bontang meneruskan usaha milik orangtuanya dibidang cinderamata khas Kalimantan. “Dulu saya jualan cinderamata di Indo Niaga,” kata Kadir saat ditemui di galerinya Jalan Brigjen Katamso No. 25 Bontang Barat.

Bersamaan dengan itu pula, ia menjadi mitra binaan dari PT Pupuk Kaltim. Kadir pun diguyur modal usaha dari perusahaan yang bergerak dibidang pupuk ini. Perusahaan ini juga membantu pelatihan dan promosi produk-produk cinderamatanya. Hingga 2007, ia diboyong oleh Pupuk Kaltim menuju Kuala Lumpur Malaysia bersama ratusan pengrajin lainnya dari seluruh Indonesia.

Saat pameran di Malaysia, suami dari Ellen Aprilyana ini membawa beberapa cinderamata khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dipamerkan, seperti Sarung Samarinda, Kain Ulap Doyo, dan Batik Kaltim. Saat disanalah, batik yang dipamerkannya menjadi sorotan banyak pihak. “Karena waktu itu lagi heboh Malaysia mengklaim batik. Pameran disana menunjukkan kepada dunia kalau batik adalah warisan budaya Indonesia,” katanya.

Dari pameran tersebut, Kadir mendapatkan ide untuk membuat barang kerajinan yang benar-benar khas Bontang. Bapak dua anak ini juga sempat mengutarakan niatnya kepada Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM). “Waktu itu saya bilang, ingin buat kerajinan khas Bontang dengan tiga kriteria, pertama yang ringan dibawa, kedua yang terjangkau, dan yang ketiga yang tidak cepat habis atau awet,” ungkap Kadir.

Hingga akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk berlatih membatik namun melalui media kayu di Balikpapan. Sejak itulah tercetus ide, batik akan menjadi kerajinan yang akan diproduksinya. Dirinya juga sempat ingin dimagangkan membatik oleh Disperindagkop pada 2009, namun karena berbenturan dengan pameran yang diikutinya, maka kesempatan itu tidak diambilnya.

Meski begitu, Kadir mencoba meminta Disperindagkop untuk memanggil guru khusus membatik. “Ini biar satu guru bisa mengajari banyak orang di Bontang. Kalau dikirim buat magang kan cuma satu yang pintar. Alhamdulillah Disperindagkop menyetujui dan lebih dari 20 orang belajar membatik,” tutur pria yang sempat mengeyam pendidikan SMP di Bontang ini.

Usai belajar membatik, Kadir akhirnya memutuskan untuk membuat motif Burung Kuntul Perak. Ia menyadari, banyak orang di Bontang yang tidak tahu mengenai burung ini. “Saya sempat tanya beberapa orang di pemerintahan saja banyak yang tidak tahu maskot Bontang ini. Saya sendiri sampai menunggu berjam-jam di sekitar lapangan PT Badak untuk melihat burung ini,” kata Kadir.

Ia pun menemukan filosofi yang sesuai antara Burung Kuntul Perak yang menjadi maskot Kota Taman ini dengan masyarakat Bontang. “Burung ini kan merupakan burung pendatang di suatu daerah. Mereka juga berkelompok dan juga energik. Sesuai dengan ciri khas Bontang yang rata-rata merupakan pendatang, hidup berkelompok, serta enerjik yang berarti pekerja keras yang juga menunjukkan rata-rata masyarakat Bontang ini pekerja,” ungkap Kadir.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 19:25

Satu Rumah Dilalap Si Jago Merah

BONTANG – Satu rumah milik guru SDN 009 Bontang Selatan hangus dilalap si jago merah di Jalan…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:24

Kakek Bejat Cabuli Anak Tiri

“Saya ini sebenarnya enggak tega sama anak, tetapi karena keenakan ya harus tega. Tidak dimungkiri…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:16

Nursalam: PT BME Nihil Dividen

“Saya sesalkan PT BME tidak menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal bidang usahanya…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:14

Kegiatan Pesta Adat Perlu Dilindungi Payung Hukum

BONTANG – Meski pesta adat Erau Pelas Benua di Guntung dan Pesta Laut di Bontang Kuala kerap diselenggarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:01

Maksimalkan Pemantauan Arus Lalu Lintas

BONTANG – Adanya Closed Circuit Television (CCTV) yang telah terpasang di beberapa titik di wilayah…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:59

Laga Diwarnai Drama Kartu Kuning

BONTANG – Drama kartu kuning mewarnai pertandingan antara Penajam Utama FC melawan PS PU Bontang,…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:57

Waspada DBD, Jangan Tunggu Korban

BONTANG – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi ancaman serius warga Bontang. Apalagi pada…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:54

Neni: Ayo Ikut Sukseskan Asian Games!

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengimbau masyarakat Bontang untuk turut menyukseskan…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:52

Sertijab Ketua BNK ke Kepala BNNK Bontang

BONTANG- Setelah menjabat selama 2 Tahun sebagai Kepala Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang, Basri Rase…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:51

Dewan Minta OPD Gotong Royong

BONTANG – Komisi III DPRD menggelar agenda kunjungan lapangan ke lokasi eks kebakaran Prakla,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .