MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Jumat, 02 September 2016 01:23
Kenalkan Bontang lewat Batik Kuntul Perak, Dapat Pujian Presiden

Kisah Sukses Warga Bontang; Sayid Abdul Kadir Assegaf (2)

BATIK KHAS BONTANG: Kadir (kanan) memperlihatkan batik yang baru saja diwarnai. (Muhammad Zulfikar/Bontang Post)

PROKAL.CO, Bontang memang dikenal sebagai kota industri. Tapi tak banyak yang mengenal maskot kota yang berjuluk Kota Taman ini. Sayid Abdul Kadir Assegaf berusaha memperkenalkan Burung Kuntul Perak melalui karya batiknya.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

 

KADIR, sapaan akrabnya bukan merupakan pebatik murni. Lulusan Komunikasi Bisnis di salah satu universitas di Jakarta ini dulunya merupakan karyawan hotel. Namun darah seninya tidak bisa dibohongi. Pada 2004, ia kembali ke Bontang meneruskan usaha milik orangtuanya dibidang cinderamata khas Kalimantan. “Dulu saya jualan cinderamata di Indo Niaga,” kata Kadir saat ditemui di galerinya Jalan Brigjen Katamso No. 25 Bontang Barat.

Bersamaan dengan itu pula, ia menjadi mitra binaan dari PT Pupuk Kaltim. Kadir pun diguyur modal usaha dari perusahaan yang bergerak dibidang pupuk ini. Perusahaan ini juga membantu pelatihan dan promosi produk-produk cinderamatanya. Hingga 2007, ia diboyong oleh Pupuk Kaltim menuju Kuala Lumpur Malaysia bersama ratusan pengrajin lainnya dari seluruh Indonesia.

Saat pameran di Malaysia, suami dari Ellen Aprilyana ini membawa beberapa cinderamata khas Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dipamerkan, seperti Sarung Samarinda, Kain Ulap Doyo, dan Batik Kaltim. Saat disanalah, batik yang dipamerkannya menjadi sorotan banyak pihak. “Karena waktu itu lagi heboh Malaysia mengklaim batik. Pameran disana menunjukkan kepada dunia kalau batik adalah warisan budaya Indonesia,” katanya.

Dari pameran tersebut, Kadir mendapatkan ide untuk membuat barang kerajinan yang benar-benar khas Bontang. Bapak dua anak ini juga sempat mengutarakan niatnya kepada Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM). “Waktu itu saya bilang, ingin buat kerajinan khas Bontang dengan tiga kriteria, pertama yang ringan dibawa, kedua yang terjangkau, dan yang ketiga yang tidak cepat habis atau awet,” ungkap Kadir.

Hingga akhirnya, ia mendapatkan kesempatan untuk berlatih membatik namun melalui media kayu di Balikpapan. Sejak itulah tercetus ide, batik akan menjadi kerajinan yang akan diproduksinya. Dirinya juga sempat ingin dimagangkan membatik oleh Disperindagkop pada 2009, namun karena berbenturan dengan pameran yang diikutinya, maka kesempatan itu tidak diambilnya.

Meski begitu, Kadir mencoba meminta Disperindagkop untuk memanggil guru khusus membatik. “Ini biar satu guru bisa mengajari banyak orang di Bontang. Kalau dikirim buat magang kan cuma satu yang pintar. Alhamdulillah Disperindagkop menyetujui dan lebih dari 20 orang belajar membatik,” tutur pria yang sempat mengeyam pendidikan SMP di Bontang ini.

Usai belajar membatik, Kadir akhirnya memutuskan untuk membuat motif Burung Kuntul Perak. Ia menyadari, banyak orang di Bontang yang tidak tahu mengenai burung ini. “Saya sempat tanya beberapa orang di pemerintahan saja banyak yang tidak tahu maskot Bontang ini. Saya sendiri sampai menunggu berjam-jam di sekitar lapangan PT Badak untuk melihat burung ini,” kata Kadir.

Ia pun menemukan filosofi yang sesuai antara Burung Kuntul Perak yang menjadi maskot Kota Taman ini dengan masyarakat Bontang. “Burung ini kan merupakan burung pendatang di suatu daerah. Mereka juga berkelompok dan juga energik. Sesuai dengan ciri khas Bontang yang rata-rata merupakan pendatang, hidup berkelompok, serta enerjik yang berarti pekerja keras yang juga menunjukkan rata-rata masyarakat Bontang ini pekerja,” ungkap Kadir.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 14 Desember 2018 19:22

Sadap Karet Sambil Jualan Sabu

BONTANG – Bekerja menyadap karet membuat pendapatan yang diterima PR…

Jumat, 14 Desember 2018 19:18

Tiga Keberangkatan Sepi Penumpang

BONTANG – Libur natal dan tahun baru diidamkan oleh sebagaian…

Jumat, 14 Desember 2018 19:17

Oknum Polisi Terindikasi Narkoba

BONTANG – Ratusan anggota Polres Bontang menjalani tes urine dadakan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:16

Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi

BONTANG – Dokumen Perda RTRW yang sedang diperbaiki oleh pemerintah…

Jumat, 14 Desember 2018 19:15
Porprov Kaltim 2018

Porprov VI Kaltim, Yang Tua yang Berprestasi

Meski sudah dipenuhi uban, Djoniman tak terlihat bergetar melangkah di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:48

Siapkan 400 Ha untuk Lahan Kilang

  BONTANG – Usai perjanjian kerja sama antara Pertamina dengan…

Kamis, 13 Desember 2018 18:45

PENTING!!! Tak Rekam KTP-El, Data Kependudukan Diblokir

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Kamis, 13 Desember 2018 18:43

Billboard Semrawut karena Gratis Pajak

BONTANG – Banyaknya papan iklan atau billboard yang terpasang di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:41

Kawasan Tertib Lalu Lintas Diperluas

BONTANG – Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) diperluas melalui Peraturan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:55

Jumlah DPT Berkurang 250 Suara

BONTANG – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bontang untuk Pemilu 2019…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .