MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 07 September 2016 01:35
Presenter yang Ingin Pulang Kampung

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Latifah Nur Muslimah (7)

DOK.PRIBADI

PROKAL.CO, Berhijab bukan jadi halangan buat Latifah Nur Muslimah untuk jadi presenter. Meski bukan dari latar belakang pendidikan komunikasi ataupun broadcasting, lulusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mantap berkarier di dunia televisi.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

 

KEINGINAN untuk menjadi presenter memang belum tumbuh saat Latifah masih berada di awal bangku kuliah. Namun, dirinya sudah mulai sering ditawari menjadi Master of Ceremony (MC) saat kegiatan-kegiatan kampus. Menjadi protokoler saat acara ospek, jadi pembuka jalan Latifah mengenal dunia public speaking yang kini digelutinya. “Waktu pertama jadi MC belum dibayar dan kebanyakan dadakan, tapi saya senang ngejalaninnya,” ujar perempuan kelahiran Bontang 10 Desember 1988 ini.

Keputusan Latifah mantap menyelami dunia broadcasting sesungguhnya muncul saat menjelang kelulusan dirinya  di bangku kuliah. Keputusan ini diambilnya setelah selama kuliah mengikuti berbagai audisi penyiar maupun presenter. “Waktu akhir 2011 saat sedang mengerjakan tugas akhir, diadakan audisi penyiar radio di Yogyakarta. Dengan modal nekat, saya mengikuti proses audisi tersebut mulai tes suara hingga lolos ke tahap wawancara. Saat wawancara inilah ditanyakan mengenai prinsip saya berhijab,” kata Latifah.

Setelah pertanyaan seputar berhijab, dirinya tidak yakin bakal diterima dalam audisi tersebut. Apalagi, kata Latifah sangat jarang ada penyiar radio yang berhijab. Lama menunggu konfirmasi dari penyelenggara audisi, Latifah berkesimpulan dirinya tidak lolos. “Sepertinya belum familiar waktu itu dunia radio dengan yang namanya penyiar berhijab. Alhasil saya nggak terlalu berambisi untuk menduduki kursi kepenyiaran di radio. Mungkin memang belum jalannya di radio, pikir saya waktu itu,” ujar alumni SMA Vidatra ini.

Meski gagal di audisi penyiar radio, Latifah mencoba peruntungan yang lain yakni menjadi presenter televisi. “Seminggu setelah event audisi penyiar usai, ternyata diadakan audisi presenter dalam rangka SCTV Goes to Campus di 2011 juga. Hati saya berbisik, sayang sekali kalau kesempatan ini tidak disambangi. Akhirnya saya hajar saja audisinya. Tidak disangka, Alhamdulillah lolos sampai final 5 besar,” kenang Latifah.

Walau akhirnya lagi-lagi Latifah tidak jadi pemenang, namun dari dua kali kegagalannya inilah justru ia makin mantap berkarir di dunia penyiaran. Pengalaman berada di depan kamera muncul saat dirinya menjadi reporter di Trans 7. Meski sebentar, dirinya bangga membuktikan jika hijaber juga bisa jadi jurnalis. “Cukup mematahkan sudut pandang bahwa yang terbit di televisi hanya sebatas fisik dengan kemolekan diri yang cantik, mulus, dan seksi,” katanya.

Sempat vakum selama setahun karena mengurus orangtua yang sakit, Latifah kembali ke dunia penyiaran saat melihat lowongan kerja presenter di TV lokal Yogya. “April 2013 itu iseng masukin lamaran ke AdiTV, ternyata saya lolos. Tapi beberapa bulan setelahnya, ada orang dari RBTV Kompas TV Yogya melihat siaran saya dan menawari untuk jadi presenter disana. Setelah minta pendapat dari beberapa orang terdekat, saya mengiyakan kesempatan tidak terduga itu karena saya tidak terikat kontrak dengan stasiun TV manapun,” ujar anak ketiga dari pasangan M Wachid Hasjim dan Maryatun ini.

Perjalanan karir Latifah setelah itu mulai menanjak. Oktober 2014, dirinya kembali ditawari membantu siaran di TVRI Yogyakarta. Bahkan di bulan yang sama pada 2015, giliran NET TV Yogyakarta menawarinya mengisi siaran. “Allah maha baik. Alhamdulillah hingga saat ini tercatat aktif menjadi presenter di AdiTV Yogya, RBTV Kompas TV Yogya, TVRI Yogyakarta, dan NET TV Yogyakarta,” ungkap Latifah yang mengidolakan Sarah Sechan dan Feni Rose ini.

Menjadi presenter dibanyak stasiun tv sekaligus tidak membuat Latifah lupa akan rumah. Saat ibunya sakit, ia berusaha membagi waktu antara kebutuhan di rumah, ibu Latifah, pekerjaannya, dan lain sebagainya. Setelah kedua orangtuanya memutuskan pensiun dan menetap di Klaten, Jawa Tengah, dirinya juga harus rela pergi pulang Klaten-Yogya. Padahal, jarak antar kedua kota tersebut bisa mencapai 33 kilometer. Pun resiko bersiaran di empat stasiun tv sekaligus membuat dirinya harus pintar mengatur waktu.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

Basri Siap Lahir Batin Maju Pilkada

BONTANG – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bontang masih akan terlaksana…

Selasa, 21 Mei 2019 10:10

THR PNS Bontang Sudah Cair Semua

BONTANG – Sempat tarik ulur masalah regulasi pencairan tunjangan hari…

Senin, 20 Mei 2019 09:37

2024, Bontang Krisis Guru PNS

BONTANG – Ancaman kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Nigeri Sipil…

Senin, 20 Mei 2019 09:36

Tak Ada Zona Khusus Sarang Burung Walet

BONTANG – Sarang burung walet, sudah sejak lama berdiri di…

Senin, 20 Mei 2019 09:35

Demi Keamanan, Usulkan Pagar Jembatan

BONTANG – Warga RT 01, Kampung Selambai, Kelurahan Lhoktuan sepakat…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Diapit Dua Perusahaan Besar, Bontang Masih Ada Stunting

BONTANG – Persoalan stunting atau anak yang mengalami gangguan pertumbuhan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:33

Bangunan Rawat Jalan RSUD Diguyur Rp 12,5 M

BONTANG – Layanan rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berpindah…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:32

Neni Minta Kabinetnya Standby 24 Jam

BONTANG – Sebanyak 177 pejabat di lingkup Pemkot Bontang dilantik…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:31

LUCUNYA...!! Diduga Migrasi, Lumba-Lumba “Bermain” di Tanjung Limau

BONTANG – Diduga migrasi dari tempat asalnya, tiga ekor kawanan…

Sabtu, 18 Mei 2019 11:30

Stok Penukaran Uang Baru Mulai Menipis

BONTANG – Jelang lebaran, warga Kota Taman mulai berduyun ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*