MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 08 September 2016 00:40
Keliling 7 Kedutaan, Ria Diterima di Tiongkok

Kisah Inspiratif Warga Bontang: Ria Ravikariyanto (8)

DOK. PRIBADI

PROKAL.CO, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina”. Peribahasa itu tampaknya pantas disematkan pada Ria Ravikariyanto, mahasiswi asal Bontang yang kini kuliah di North China Electric Power University (NCEPU). Kepada Bontang Post, ia bercerita perjuangannya menuju Negeri Tirai Bambu itu.

Muhammad Zulfikar Akbar, Bontang

 

PUTRI sulung dari pasangan Djoko Riyanto dan Raudatul Jannah ini memang punya keinginan kuat pergi ke luar negeri. Mimpinya tersebut sudah muncul bahkan saat Ria masih duduk di bangku sekolah dasar. Selepas lulus dari SMKN 1 Bontang, ia getol mencari informasi beasiswa yang bertebaran di dunia maya. “Januari 2014 saya apply di Universitas Esa Unggul Jakarta karena menawarkan beasiswa double degree. Alhamdulillah lulus karena cuma seleksi berkas saja. Padahal saya juga lulus SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, red.) di Unmul (Universitas Mulawarman, red.) untuk jurusan yang sama, yaitu teknik industri, tapi saya pilih Esa Unggul,” kata Ria.

Dorongan orangtua agar giat mencari beasiswa terasa dalam diri dara kelahiran Bontang 14 Januari 1996 silam ini. Selain memang keinginan Ria untuk berkuliah di luar Kalimantan, kedua orangtuanya mewanti-wanti tidak boleh kuliah di luar pulau jika tidak dapat beasiswa. “Mungkin karena itu juga motivasi saya untuk dapat beasiswa. Setelah dinyatakan lulus dan dapat beasiswa dari Esa Unggul, Juli 2014 saya mulai berkuliah di sana,” ujarnya.

Meski sudah berkuliah di Esa Unggul, keinginan Ria berkuliah di luar negeri belum luntur. Ia justru makin rajin menyambangi berbagai kantor kedutaan besar dan pameran-pameran pendidikan luar negeri. Ria masih ingat, ada tujuh kedutaan dia datangi untuk mencari info beasiswa kuliah ke luar negeri. “Saya coba ke Kedutaan Jepang, Jerman, Turki, Amerika, dan beberapa negara di Timur Tengah. Selain di kedutaan, beberapa perwakilan kedutaan saat pameran pendidikan juga saya datangi, kayak Kedutaan Singapura, Malaysia, dan lain-lain,” tambah Ria.

Totalnya, ada 11 perwakilan negara disambanginya demi mencari beasiswa luar negeri dalam kurun waktu Januari-September 2015. Hingga akhirnya, Ria mendapatkan informasi bahwa kampusnya sudah melakukan perjanjian atau MoU program double degree dengan NCEPU. Tak ingin kehilangan kesempatan, Ria nekat mencobanya. “Soalnya itu beda jurusan. Saya kan teknik industri, sedangkan beasiswanya teknik mesin. Awalnya memang sedikit ragu, setelah diskusi dengan orangtua ternyata menyerahkan sepenuhnya keputusan pada saya. Akhirnya saya beranikan diri ikut program ini,” tuturnya.

Keikutsertaan Ria dalam program double degree bukan tanpa halangan. Selain kondisi bahasa dan pelajaran yang akan dihadapi, teman-temannya yang dulu berminat ikut bersama dengannya rontok satu per satu. “Dari awalnya 13 orang, turun jadi 10 orang, berkurang terus sampai tinggal 3 orang termasuk saya. Padahal minimal untuk ikut program ini harus 10 orang. Kalau kurang dari itu bisa terancam tidak berangkat karena syarat membuka satu kelas internasional di Tiongkok minimal 10 orang,” kata Ria.

Ia kemudian mencoba bernegosiasi dengan kampus Esa Unggul. Karena harus berhubungan dengan pihak kampus di Tiongkok, proses ini memakan waktu sekitar sebulan lamanya. Setelah menunggu sekian lama, Ria dan kedua rekannya dinyatakan bisa berangkat ke Beijing pada 1 September. Meskipun sudah mendapat kabar gembira, Ria ternyata kembali mendapatkan kabar kurang menyenangkan. “Tiga bulan sebelum keberangkatan, satu teman saya mengundurkan diri karena tidak yakin meninggalkan kedua orangtuanya. Sama juga sebulan menjelang keberangkatan, satu teman saya mundur lagi. Akhirnya tinggal saya sendiri dan saya khawatir apa kali ini benar-benar bisa berangkat,” ujarnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:09

ISPA Capai 11 Ribu Kasus

BONTANG – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:06

Tarif CT Scan Tunggu Perwali

BONTANG – Secara bertahap, RSUD Taman Husada Bontang melengkapi fasilitas…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:05

Honorer NyalegHarus Keluar

BONTANG – Bukan hanya PNS yang harus mengundurkan diri jika…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04
Dari Rekonstruksi Kasus Istri Bakar Bengkel Suami

Sakit Hati karena Suami Pelit, Enam Bulan Cekcok Masalah Uang

Emosi Mawar memuncak pertengahan Desember tahun lalu. Perempuan 29 tahun…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:04

Dipicu Wisata, Pengunjung Hotel Meningkat

BONTANG – Jumlah pengunjung hotel meningkat sejak sejumlah objek wisata…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:03

Potensi Pajak Rumah Kos Masih Kecil

BONTANG – Pendapatan daerah dari sektor pajak daerah rumah kos…

Selasa, 15 Januari 2019 08:55

Dua Kampung Tanpa Listrik, Ngadu ke DPRD, Ini Hasilnya...

BONTANG – Era modern, listrik merupakan kebutuhan  vital warga. Karena…

Selasa, 15 Januari 2019 08:54

PLN Butuh Surat Rekomendasi

BERDASARKAN keputusan rapat dengar pendapat tersebut, Unit Layanan Pelanggan (ULP)…

Selasa, 15 Januari 2019 08:53

PARAH..!! Curi Motor demi Sabu

BONTANG - Kecanduan narkotika jenis sabu, membuat Ramli alias Combet…

Selasa, 15 Januari 2019 08:52

Bonus Atlet Bakal Tidak Bersamaan Cair

BONTANG – Bulan ini, bonus atlet peraih medali Pekan Olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*