MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Rabu, 21 Desember 2016 01:28
Waspada! Hoax di Sekitar Kita
Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar Wartawan Bontang Post

PROKAL.CO, GEMPURAN informasi di masa sekarang berbeda 180 derajat dari 10-20 tahun sebelumnya. Setiap membuka media sosial (medsos) seperti Facebook, berbagai jenis informasi selalu tersedia dengan mudahnya. Mulai dari isu-isu nasional, olahraga, hingga internasional.

Padahal, beberapa dekade sebelumnya, setiap informasi yang tersedia harus merogok kocek terlebih dahulu, atau menonton program berita televisi dan radio yang jumlahnya masih terbatas.

Namun, jika melihat dengan seksama, ada keganjilan dalam informasi-informasi yang kini beredar luas tersebut. Dengan menggunakan nama yang mirip dengan media mainstream saat ini, mereka seperti hendak mendompleng keterkenalan dan nama besar dari media tersebut.

Tapi saat beritanya di-klik, isinya berbeda nyaris 180 derajat. Bukan lagi menginformasikan, namun lebih menjurus memprovokasi. Ya, begitulah model dan rupa media hoax yang kini bertebaran, tak hanya di dunia maya, tapi juga di kenyataan.

“Itu kan hanya di internet, kok sampai juga di dunia nyata?” Bagaimana tidak masuk dalam kehidupan sehari-hari, wong nyatanya banyak pengguna medsos dan netizen yang masih masuk dalam perangkap hoax tersebut.

Seolah sudah terprovokasi, dengan rasa emosi mereka turut menyebarkan link berita tersebut, beserta status yang juga memprovokasi. Karena rasa penasaran, akun medsos yang lain pun turut membukanya, dan tak sedikit pula yang akhirnya ikut terprovokasi, kemudian menyebarkannya kembali. Ya, ibarat lingkaran setan yang tak pernah terputus.

Kenapa fenomena media hoax begitu masif saat ini? Dari beberapa teori media dan komunikasi menyebutkan, kemunculan suatu media baru biasanya akan disusul dengan anomali informasi dan media. Anomali tersebut bisa berupa masifnya pemberitaan yang tak karuan sumbernya, sehingga mengakibatkan bias informasi di masyarakat.

Hal ini sudah terbukti, di Amerika sekitar 1940-an saat televisi mulai masuk dalam kehidupan sehari-hari, berbagai stasiun televisi dan program siaran bertebaran. Meledaknya jumlah media dan program siaran tersebut membuat masyarakat dibuat bingung dengan kebenaran informasi sesungguhnya.

Akibatnya, chaos pun terjadi. Pemerintah setempat didesak membuat regulasi tentang pertelevisian. Usai aturan dan penindakan dilakukan, barulah media mulai tertib, masyarakat kembali diberi haknya mendapatkan informasi yang benar.

Anomali tersebut kembali terjadi saat 1960-1980-an, ketika intenet sudah mulai dikenal di Amerika. Berbagai media-media baru pun bermunculan, disusul dengan meledaknya informasi saat itu.

Hal itu kembali mengakibatkan bias informasi di masyarakat, dan chaos pun terjadi lagi. Pemerintah, kemudian baru mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang media online di negaranya. Lagi-lagi, bom informasi kembali berhasil dijinakkan.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 09 Oktober 2018 00:01
Gempa Palu

Mengungsi karena Trauma, Sementara Pilih Tinggal di Rumah Sanak Keluarga

Senin (8/10) kemarin, sekira 21 korban bencana gempa dan tsunami asal Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)…

Kamis, 04 Oktober 2018 00:31

Palu Ketika Tanpa Koran

Oleh: Dahlan Iskan   Saya kepikiran teman-teman saya di Radar Sulteng. Harian yang saya dirikan…

Selasa, 25 September 2018 00:16

Herwan Legawa Tinggalkan Karang Paci

SAMARINDA – Silang sengkarut penggantian antar waktu (PAW) antara dua kubu yang sempat berseteru…

Rabu, 19 September 2018 00:38

Houston

Oleh: Dahlan Iskan Namanya masjid Istiqlal. Lokasinya di kota Houston, Texas, Amerika. Saya salat maghrib…

Rabu, 29 Agustus 2018 00:04

Airplane Mode ke Kecamatan Sembilan Warna

Oleh: Dahlan Iskan Gara-gara HP.  Saya lebih pilih kereta cepat daripada pesawat kalau lagi di…

Rabu, 29 Agustus 2018 00:03

Fobia #2019GantiPresiden

Oleh Dhedy, Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)  #2019GANTIPRESIDEN saat ini seakan menjadi…

Minggu, 26 Agustus 2018 00:06
Kolom Minggu

Putih-Hitam Saudara Tua

Catatan Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post  BULAN ini menjadi penting dalam sejarah olahraga…

Jumat, 24 Agustus 2018 00:40

Kebaikan Bertemu Kebaikan untuk Semoga

Oleh: Dahlan Iskan Saya tidak mengerti isi khotbah tahun ini. Pakai bahasa Urdu. Separo yang di…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:23
Kolom Minggu

Penuh Drama Bakal RI-2

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  KOMPETISI Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dipastikan bakal…

Minggu, 05 Agustus 2018 00:07

Ke Mana Perginya Sang Profesor

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  AKSI persekusi dan tindakan intoleran serta radikal masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .