MANAGED BY:
SENIN
17 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Jumat, 16 Oktober 2015 01:36
Terkait Pengalihan sungai santan
Indominco Siap Dipanggil DPRD

Sebut Pengalihan Sungai Tak Pengaruhi Debit Air

HM Nasution (DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO,

BONTANG – Manajemen PT Indominco Mandiri angkat bicara soal isu penolakan pengalihan Sungai Santan yang semakin gencar. Saat dikonfirmasi Kamis (15/10) kemarin, Vice President PT Indominco Mandiri HM Nasution membantah jika pengalihan tersebut akan memengaruhi debit air Marangkayu nantinya.

Seperti diketahui, DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak DPRD Bontang untuk bersama-sama menolak rencana pengalihan sungai. DPRD Kukar berkunjung ke Bontang sekira dua pekan lalu. Selain soal potensi perusakan lingkungan, isu yang dibawa, pengalihan dapat memengaruhi debit air yang menjadi sumber utama waduk Marangkayu.

Padahal, waduk tersebut rencananya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Kukar dan Bontang. menindaklanjuti soal ini, Komisi III DPRD Bontang menjadwalkan akan memanggil atau mendatangi langsung pihak perusahaan.

M Nasution mengatakan tak mempermasalahkan sikap yang diambil oleh DPRD Kukar. Kendati demikian, dia menilai penolakan itu terlalu dini. Pasalnya, DPRD memberikan penolakan tanpa pernah mendengar klarifikasi dari manajemen perusahaan.

“Kami siap jika diundang oleh DPRD. Seharusnya dari dulu seperti itu, sebelum DPRD Kukar mengajak DPRD Bontang untuk menolak, pihak DPRD Kukar seharusnya mengundang kami, untuk mendapat penjelasan, bukan berdasarkan isu-isu yang beredar liar di luar lalu mengajak untuk menolak,” tegas Nasution ditemui di acara Bontang City Expo.

Nasution juga membantah jika pengalihan Sungai Santan yang direncanakan perusahaan dapat memengaruhi debit air waduk Marangkayu nantinya. Pasalnya, rencana pengalihan sungai tersebut adalah bagian dari normalisasi.

“Logikanya seperti ini, kalau dibagian yang berkelok-kelok kami luruskan, yang dangkal dikeruk, apakah akan memengaruhi debit air? Kalau yang dipindahkan, itu maksudnya hanya untuk mencari  elevasi terbaik. Bukan maksudnya memindahkan ke lokasi yang jauh, atau memindahkan yang hulu jadi hilir atau sebaliknya,” bantah Nasution.

Nasution kembali menegaskan bahwa dalam melakukan revisi Analisi Dampak Lingkungan (Amdal), pihaknya telah melakukan sesui prosedur dan mekanisme. Itu sebabnya, perusahaan sangat siap apabila DPRD meminta penjelasan.

“Kami siap jelaskan semuanya ke DPRD, agar isu ini tidak semakin liar. Dan perlu kami sampaikan bahwa rencana pengalihan sungai ini bukan hal yang baru, karena juga tertuang di dalam Amdal kami yang terbit di 2005 lalu dan sampai saat ini belum dilaksanakan. Itu sebabnya, saat ini pengalihan sungai baru rencana, belum tentu dilaksanakan,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Dua perwakilan DPRD Kukar yang berkunjung ke Bontang adalah Wakil Ketua I Guntur dan Wakil Ketua II H Rudiansyah. Guntur menyebut pengalihan sungai dapat merusak ekosistem dan berpengaruh terhadap debit air yang nantinya akan ditampung di waduk Marangkayu sebagai bahan baku pemenuhan air bersih di Kukar dan Bontang.

Tapi kalau ekosistem rusak, tercemar, atau debit air terganggu tentu program ini tidak bisa berjalan, jadinya sia-sia” tegasnya.

Terkait rencana Indominco mengalihkan sungai, menurut dia tak boleh dilakukan. Pasalnya hal itu melanggar aturan yang tertuang pada Undang-undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Jangankan untuk memindah, dengan melakukan pengerukan saja akan berimbas pada lingkungan itu sendiri,” ujarnya.

Jika DPRD Bontang sepakat menolak pengalihan sungai, dia mengatakan surat penolakan itu nantinya akan dibawa ke Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, untuk dijadikan pertimbangan dalam pemberian izin revisi Amdal PT Indominco. “Itu tujuan kita hari ini (kemarin, Red.) ke DPRD Bontang. Kami mengajak untuk sama-sama mengajukan surat penolakan, karena imbasnya juga besar ke Bontang,”  paparnya.

Sementara itu Ketua DPRD Bontang Kaharuddin Jafar merespon positif ajakan tersebut. Jika memang terbukti bahwa pengalihan sungai itu akan merusak kondisi lingkungan,  maka tidak ada alasan untuk tidak menolak rencana pengalihan sungai oleh perusahaan.

"Jika memang benar bahwa pengalihan sungai itu dapat merusak lingkungan,  apalagi memengaruhi kondisi air sungai Santan yang rencananya akan dijadikan sumber pemenuhan air  bersih di Bontang,  sudah pasti kami akan menolak, " tuturnya.

Ditambahkan Anggota Komisi III DPRD Bontang Suhut Hariyanto, dalam waktu dekat Komisi III akan memanggil pihak PT Indominco Mandiri untuk meminta klarifikasi. "Tak sampai disitu,  kami juga akan menjadwalkan untuk langsung datang ke Indominco," tegas Suhut.

Suhut juga menegaskan DPRD Bontang siap untuk mendukung penolakan jika memang terbukti bahwa pengalihan sungai akan berdampak pada lingkungan."Imbasnya memang bisa ke Bontang.  Sebab itu saya mengusulkan agar dibentuk tim antara DPRD Bontang dan Kukar agar ada jadwal khusus untuk membahas persoalan ini," tegasnya. (hd) 


BACA JUGA

Jumat, 04 September 2015 20:50

MAN Bontang Gelar Workshop Pendampingan Sekolah Adiwiyata

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Dalam rangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers