MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 07 September 2015 20:41
Bukan Puting Beliung, Tapi Konstruksi Bangunan

Penyebab Ambruknya Rumah Warga di Kampung Selambai

M Jumri/Bontang Post TRAGEDI: Duka mendalam dirasakan para korban rumah ambruk di Kampung Selambai. Mereka kehilangan harta, benda, dan tempat tinggalnya. Tampak, dua orang anak yang jadi korban ru

PROKAL.CO, style="text-align: justify;">BONTANG - Tragedi rumah ambruk di Kampung Selambai, tepatnya di RT 02 Kelurahan Lhoktuan, Sabtu (5/9) sekira pukul 15.05 Wita lalu, ternyata melibatkan lima bangunan. Dari kelima bangunan itu, tiga rumah rusak parah, sedangkan sisanya tidak mengalami kerusakan secara menyeluruh.

Diduga kuat, ambruknya rumah di sana lantaran konstruksi berupa tiang penyangga yang sudah tidak kuat menahan beban lagi.

Sardi Hamsyah, penanggung jawab posko yang juga ketua RT 02 Lhoktuan mengatakan, robohnya kelima rumah tersebut tak terkait dengan terpaan angin apapun. Apalagi sampai menyebut diterjang angin puting beliung, seperti yang beredar di media online. Dia kembali menegaskan, rumah tersebut ambruk akibat lemahnya daya topang tiang penyangga bangunan.

“Tidak ada itu roboh gara-gara angin. Apalagi angin puting beliung. Dari korban juga mengaku tidak ada angin seperti itu,” jelas Sardi, saat ditemui di posko penanggulangan bencana, Minggu (6/9) kemarin.

Kata dia, kendati baru dibangun sekira 2007 silam, namun daya tahan tiang rumah tersebut telah dikalahkan oleh derasnya terpaan ombak yang menghantam setiap hari tatkala air pasang. “Kemungkinan besar, yang membuat tiang lemah, karena setiap hari dihantam ombak saat air pasang. Jangankan rumah warga. Sebagian kecil bangunan pujasera saja sudah roboh gara-gara ombak,” jelas dia.

Dari total 18 korban jiwa yang terdata, kata dia, tiga di antaranya mengalami luka serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah, Risna Asrianti (27), Ikmal ( 16) dan Herman (28). "Risna saat ini masih di rawat di rumah sakit. Tapi untuk Herman dan Ikmal, sudah keluar,” terangnya.

Berdasarkan data terbaru yang diterima Bontang Post, ternyata kerugian materiil cukup besar. Selain rumah rusak dan motor yang tenggelam, empat ketinting milik warga juga tenggelam. Rumah yang rusak adalah milik Basri (3 rumah), Arhan, dan Nurdin. Kemudian, motor rusak itu adalah milik Arhan, Risal, Endang, Jamaluddin, Herman, Sakka alias Occeng, serta dua motor yang belum diketahui pemiliknya. Sedangkan ketinting yang rusak adalah milik H Alwi, Iwan, Anto, dan Risal.

Sementara, Siti Nursyamsi, petugas posko lain menambahkan, bentuk kerusakan rumah yang dialami korban memiliki tingkatan berbeda. Untuk nomor urut 1 hingga 13 adalah milik Basri dengan total tiga rumah, diketahui mengalami kerusakan total dan ambruk masuk air laut. Sementara urutan 14 hingga 18 yang dihuni Arham dan Nurdin mengalami kerusakan setengah dari total bangunan.

Sejak insiden terjadi, dia mengakui telah berdatangan sejumlah bantuan. Baik berupa nasi kotak maupun jenis minuman dari sejumlah pihak. Namun demikian, dia berharap para dermawan yang akan mengulurkan tangan pada korban agar bisa mempertimbangkan bantuan untuk peralatan belajar dan pakaian. Karena, dari 18 korban, terdapat tiga anak usia sekolah yang masing-masing berusia 10, 11, dan 13 tahun.

“Dari total korban, ada tiga yang masih usia sekolah dan bersekolah. Sementara perlengkapan mereka semua hilang masuk ke laut. Jadi, kami berharap agar bisa diarahkan ke sana,” pintanya.

Dia mengabarkan, para korban jiwa memilih menumpang di rumah kerabat masing-masing ketimbang harus mengungsi di Balai Pertemuan Umum (BPU) seperti diisyaratkan sebelumnya.

“Jadi korban saat ini terpencar. Ada yang ke RT 02 ada juga ke RT 04 Selambai. Karena mereka memilih tinggal di rumah keluarga daripada di BPU,” tutupnya.

Dari pantauan Bontang Post, proses evakuasi material bangunan telah dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Bontang bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan tim Basarnas serta pihak terkait lain sejak sekira pukul 08.30 Wita kemarin.

Sementara itu, di lokasi yang sama, warga membentuk posko penanggulangan bencana dan masih terus menanti uluran tangan dermawan Bontang. Harapannya, tentu saja dapat meringankan beban penderitaan yang dialami korban.

“Posko darurat ini kami bentuk tadi malam (Sabtu malam, Red.). Ini dilakukan atas hasil koordinasi sejumlah pihak, dengan harapan bantuan yang datang dari dermawan bisa meringankan beban para korban,” tutupnya. (in)

KORBAN TRAGEDI KAMPUNG SELAMBAI

NAMA                                    USIA              KETERANGAN

Muh Rijal                                -                       -

Hamsinar                                 -                       -

Istri Hamsiwa                          -

Risna Asrianti                         27 tahun          Kaki patah-kepala pecah (dirawat di RS)

Asril Ardiansyah                     22 tahun          -

Asrul                                       20 tahun          -

Saifullah                                  18 tahun          -

Riska Handayani                     13 tahun          -

Rita                                         11 tahun

Reza Alfiansyah                      5  tahun                       -

Ikmal                                       16 tahun          luka ringan (sudah keluar dari rumah sakit)

Riswan                                    18 tahun          -

Herman                                   28 tahun          luka ringan (sudah keluar dari rumah sakit)

Arham                                     -                       -

Istri Happe                              10 tahun          -

Ardi                                         -                       -

H Becce                                  -                       -

Udding                                    -                       -

TOTAL:                                  18 orang

Keterangan: 4 ketinting dan 8 motor rusak parah.

Sumber: Posko penanggulangan bencana rumah roboh Kampung Selambai

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 14:43

Usulan Pekerjaan Fisik Sudah Rampung

BONTANG –Warga RT 18 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara,…

Senin, 16 September 2019 14:59

Empat Kampung Belum Teraliri Listrik, Dewan Bakal Panggil PLN

Empat kampung di Bontang yang belum tersentuh listrik PLN, dianggap…

Sabtu, 14 September 2019 08:32

Satpol PP Loyo Tertibkan THM, Ini Kata Wakil Wali Kota

BONTANG – Belum adanya tindakan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong…

Sabtu, 14 September 2019 08:31

Kebakaran Lahan Picu Kualitas Udara Buruk

BONTANG - Polusi udara kembali terjadi di Kota Taman. Berdasarkan…

Sabtu, 14 September 2019 08:29

Sehari Curi Tiga Motor, Gilanya Satu Motor Ternyata Milik Istri Sendiri

BONTANG - Setelah melakukan aksi pencurian dan kekerasan (curas), pencurian…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Tekan Angka DBD, Fogging Massal Dijadwalkan

Kasus penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun ini mengalami…

Sabtu, 14 September 2019 08:28

Toko Swalayan Berizin Masih Minim

BONTANG – Jumlah toko swalayan di Bontang menjamur. Berdasarkan data…

Jumat, 13 September 2019 10:34

LEMAHHH..!! Dua Bulan Dibentuk, Tim Penertiban THM Belum Ada Hasil

BONTANG –  Pembentukan Tim Penertiban Tempat Hiburan Malam (THM) sudah…

Jumat, 13 September 2019 10:31

Permasalahan Listrik PLN di Bontang Tak Kunjung Rampung

BONTANG -Pergantian wali kota Bontang hampir memasuki 4 periode. Namun…

Jumat, 13 September 2019 10:30

Urai Banjir, Wacanakan Pembangunan Lima Polder

BONTANG – Penanganan banjir menjadi fokus perhatian Pemkot Bontang. Pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*