MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Rabu, 08 Agustus 2018 00:15
Belum Paham Cara Potong Kuku Yang Benar

Luka Jadi Penghambat Intensitas Berlatih

MATANGKAN PERSIAPAN: Paskibra Kutim giat latihan di lapangan kantor bupati, Selasa (7/8).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA - Mendekati perayaan ke-73 HUT RI, segala persiapan dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kutim. Hingga saat ini mereka terus dilatih baris-berbaris.

Menurut koordinator pelatih Zaini Musthofa, saat ini dirinya sudah melatih 35 anak yang berasal dari beberapa sekolah. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini peserta hanya berasal dari tiga kecamatan saja. Bahkan penerimaan yang biasanya mencapai 500 orang, saat ini hanya berkisar 150 orang.

"Biasanya seleksi dari 18 kecamatan, saat ini hanya dari Sangatta Utara, Sangatta Selatan, dan Teluk Pandan. Saya kurang tahu pasti, mungkin karena anggaran. Itu urusan panitia," ucap pria yang juga menjabat sebagai PS Kanit Bintibmas Satbinmas Polres Kutim.

Menurutnya, tim Paskibra ini merupakan tanggung jawab langsung kabupaten melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Saat ini pelatihan sudah dalam tahap baris-berbaris, perlakuan terhadap bendera, materi-materi dan menerapkan disiplin untuk diri.

"Setiap hari mereka latihan, tahap selanjutnya mereka akan terus dimantapkan. Kalau penempatan posisi masih lama, sekira H -3 baru ditentukan," pungkasnya.

Dia menceritakan kendala yang kerap dihadapi setiap tahun. Cara potong kuku pun ternyata memiliki aturan tersendiri. Pasalnya jika salah, dapat mengakibatkan hal fatal. Terlebih jika sepatu seragam tidak sesuai kontur kaki.

"Dari tahun ke tahun, Paskibra masih minim pengetahuan cara potong kuku yang benar. Kalau menghentakan kaki, selalu terluka terkena kuku. Jadi bisa saja latihan mereka terkendala karena luka," terangnya.

Bahkan hal seperti itu sudah sangat membudaya. Mengedukasi cara yang benar merupakan satu langkah pencegahan. Dia menginginkan performa yang maksimal bisa ditampilkan, agar memudahkan pihaknya untuk menyusun posisi.

"Sekarang saja sudah tiga kasus kuku terjadi. Kalau seperti ini latihan tidak sempurna. Mereka harus bisa," tandasnya.

Melatih mental dan moral dirasa lebih penting dibanding hal lain. Dengan kurun waktu kurang dari satu bulan, juga menjadi tantangan dalam pelaksanaan baris-berbaris.

"Normalnya satu bulan, tapi kali ini hanya 16 hari saja. Ya kembali lagi, mungkin anggaran juga jadi masalah. Mau atau tidak waktu segini semua harus matang. Hal terpenting yakni membangun niat dan mental supaya mereka terus optimis," ungkapnya.

Dia berharap, pada anak-anak didiknya dapat memaksimalkan latihan, dengan seperti ini dapat mengembangkan potensi diri menjadi lebih baik. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*